
Golden Butterfly Palace
"Ha ha ha ha apa kau lihat seperti apa ekspresinya? Dia sudah seperti orang gila sekarang."
"Ya, sepertinya dia sudah menjadi gila. Dia bahkan terus berguman dari tadi."
"Siapa suruh dia bermain main dengan kita. Benar benar tidak tahu batasan diri."
Mereka berjalan menjauh, sedangkan ada seseorang yang tidak sengaja mendengar percakapan keduanya.
Sreek
Shu Jiujiu membuka sedikit pintu kamarnya dan melihat kedua krang itu sudah pergi. Lalu dia keluar dari kamarnya. "Pria brengsek itu jadi gila? Heh, baguslah! Itu balasan yang tepat untuknya." Ujarnya sembari tersenyum puas. Tapi kemudian dia berpikir untuk mengeceknya sendiri ke penjara bawah tanah. "Benar, aku harus memastikannya sendiri. Bisa saja orang orang itu berbohong atau melebih lebihkan, bukan? Kalau begitu aku harus menyamar."
Gadis itu berpakaian serba hitam seperti anak buah kakaknya. Dia juga memakai penutup wajah untuk tidak dikenali. Saat dia akan pergi, tidak sengaja dia melihat ada makanan dimeja. "Bisa saja aku lapar disana, jadi aku akan membawanya sedikit." Dia memang mengatakan sedikit, namun pada akhirnya semua makanan diatas meja di borong olehnya.
Setelah keluar dari Palace, Shu Jiujiu berjalan melalui lorong rahasia yang biasa dilalui anak buah kakaknya. Lorong rahasia ini mengarah ke penjara bawah tanah dan lorong ini hanya orang orang dari Golden Butterfly Palace yang mengetahuinya.
Berhasil memasuki penjara bawah tanah disini ada begitu banyak ruangan tertutup sehingga akan sulit menemukan tempatnya berada. "Hei, apa kau tahu dimana ruangan Yang Mulia kedua?" Tanyanya pada salah satu penjaga penjara. Biasanya orang orang yang menjaga penjara ini adalah orang orang dari Sapphire Radiant Palace.
"Kau cari saja pintu besi yang paling tebal diantara semua pintu." Ujar penjaga itu.
Tanpa mengatakan terima kasih Shu Jiujiu berjalan menuju tempat yang ditunjuk.
Sedangkan penjaga itu hanya menggelengkan kepala dengan sikap dari orang orang Golden Butterfly Palace. Meskipun mereka berada di tugas yang sama yaitu penjara bawah tanah, tapi mereka masih memiliki etika. Tapi orang orang dari Golden Butterfly Palace sama sekali tidak memiliki etika dan selalu bersikap kasar juga seenaknya.
Setelah menemukan apa yang dicarinya Shu Jiujiu berusaha mengintip ruang didalam. Tapi pintu besi ini begitu rapat. 'Bagaimana ya? Jika aku meminta kuncinya pada mereka, pasti mereka curiga.' Pikirnya. Lalu terpikirkan sebuah ide dikepalanya. Shu Jiujiu melebarkan tangannya dan membentuk sebuah kunci dengan elemen tanah yang sudah berevolusi menjadi kristal.
Saat pintu terbuka terlihat raut senang diwajahnya. Secara hati hati ia masuk dan mengambil kuncinya kembali. Dirinya selalu berhati hati dalam melakukan sesuatu dan sebisa mungkin untuk tidak membuat kesalahan. Itu yang biasa diajarkan kakaknya padanya dalam hal menyelinap. Karena dia tidak tahu kapan dirinya akan dalam bahaya jika tidak berhati hati.
Didalam sini ternyata sangat menyeramkan. Dia mencari dimana keberadaan pria itu, dan ditemukannya pria itu sedang duduk bersendiri sedang melamunkan sesuatu. Dan juga dia tampak sedang berguman sendiri. Berguman tidak jelas dengan suara yang pelan.
'Apa dia benar benar sudah gila?' Pikir Shu Jiujiu. Dia berjalan mendekati Zhen dan mencoba berbicara dengannya. "Hei, apa kau mendengarku? Jawab jika dengar!?" Ujar Shu Jiujiu mencoba memanggil Zhen. Tapi pria itu terus melamun dengan pandangan kosong dan berguman tidak jelas. "Cih, sepertinya dia benar benar sudah gila." Ujarnya sembari mengilangkan tangan dan melihat kearah lain. Matanya melirik Zhen, 'Tapi jika diperhatikan dia tampan juga. Jika wajahnya tidak pucat dan bawah matanya tidak menghitam dia pasti akan sangat tampan.' Pikir Shu Jiujiu. Tanpa sadar tangannya mencoba untuk menyentuh wajah Zhen.
Tiba tiba mata pria itu bergerak melihat tangannya dan membuat Shu Jiujiu kaget. Zhen langsung memegang tangan Shu Jiujiu lalu mendorongnya hingga jatuh tertidur. Tangannya yang satu lagi mencekik leher gadis itu membuatnya sulit bernafas. "Hen kh ti h kan!?" Ujar Shu Jiujiu sulit untuk bicara. Mata pria itu menatapnya seperti benar benar ingin membunuhnya.
Shu Jiujiu langsung menendang burung pria itu untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
"Akh…" Zhen memegangi tengah selangkangannya nyeri dengan serangan yang menyerang burungnya. Ia meringkuk disamping Shu Jiujiu.
"Uhuk uhuk!?" Gadis itu memegangi lehernya yang hampir saja patah oleh pria gila itu. 'Gila, nyawaku hampir saja melayang karena dia!? Harusnya aku tidak mengunjunginya!' Pikirnya kesal.
Zhen bangun dan masih merasakan sakitnya, 'Kenapa tiba tiba bagian bawahku terasa sakit?' Pikir Zhen kebingungan. Lalu matanya melihat ada orang lain bersamanya. 'Siapa?' Zhen langsung waspada dengan seseorang disampingnya. "Siapa kau?" Tanyanya.
Shu Jiujiu membuka penutup wajahnya, "Ini aku!? Apa? Jangan coba coba membunuhku lagi, atau aku akan memberimu tendangan yang lebih kuat dari ini." Ujar Shu Jiujiu dengan nada garangnya.
Sebenarnya Zhen tidak begitu mengerti dengan apa yang dikatakan Shu Jiujiu. Tapi sepertinya tadi ia ingin mecoba membunuh gadis itu. Lalu untuk pertahanan diri dia menendang burungnya. "Pantas saja sakit." Gumannya. Zhen menatap Shu Jiujiu, "Kenapa kau kesini?" Tanyanya.
"Aku hanya ingin melihat apa kau sudah menjadi gila atau belum. Tapi sepertinya kau memang sudah hampir gila." Bentak Shu Jiujiu kesal sembari membuang pandangannya dari Zhen. Tapi kemudian dia diam diam melirik pria itu, dia berharap ada wajah menyesal atau rasa bersalah. Namun yang dia lihat adalah pria itu tidak mempedulikan ucapannya. Dan itu semakin membuatnya kesal.
Dia kesal, saat dia melihat tubuh pria itu yang kurus sampai terlihat tulangnya membuat kesalnya berkurang. "Ini, aku tidak sengaja membawa ini." Ujarnya sembari memberikan makanan pada Zhen.
Zhen menyipitkan matanya melihat buah yang diberikan Shu Jiujiu. Sebelum mengambil makanan itu ia teringat dengan apa yang dikatakan Jiafen. Kalau semua makanan yang diberikan oleh orang orang disini hanyalah racun untuk membuatnya cepat mati.
Plak
Zhen menampik makanan itu bembuatnya terlempar, "Aku tidak membutuhkan belas kasihanmu." Ujar Zhen yang tentu saja membuat gadis itu berdiri dan marah.
"Dasar tidak tahu diri!? Pria brengsek!? Tidak tahu malu!? Anak buangan!? Aku juga bukannya mau memberimu makanan, aku hanya tidak sengaja membawanya dan memberimu itu! Siapa yang kasihan padamu? Hemph, tinggal saja kau disini sampai mati!?" Ujarnya marah plus kesal. Shu Jiujiu berjalan ke pintu keluar tidak lupa dia balik lagi untuk memngambil buah merah yang dilempar Zhen. Lalu membuang wajahnya saat bertatap mata dengannya.
Zhen berdiri dengan tubuh sempoyongan lalu duduk bersender ke dinding. Ilusi yang ia lihat di ruan khusus, sekarang ia juga melihatnya diluar ruangan. Sekarang ia sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang ilusi dan mana yang bukan. Karena itulah beberapa hari ini ia tidak tidur karena terus melihat ilusi.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...