I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 12. Mengurus bayi



Di ruang bawah tanah


"Aaggrrhh!? Aaggrrhh!?" Teriakan keras terdengar menakutkan dari dalam sel besi. Terlihat seorang bertubuh besar dengan banyak luka cambukan di tubuhnya, rambutnya yang panjang dan wajahnya yang brewokan membuat pria besar itu terlihat bengis.


"Katakan yang sejujurnya, siapa yang menyuruhmu untuk memata matai klan guaiwu?" Tanya seorang pria tua yang memegang cambuk ditangannya, dia tak lain adalah Kakek Luan. Inilah pekerjaannya di ruang bawah tanah. Mengintrogasi dan mengurus tahanan di ruang bawah tanah.


"Sampai matipun aku tidak akan membuka mulutku!?" Ujar pria kekar itu tetap pada pendiriannya.


"Kau pikir aku tidak memiliki cara lain untuk mengetahuinya?" Ujar Kakek Luan sembari menyimpan kembali cambuk ditangannya. Dia akan mulai menggunakan jurus pembaca ingatannya. Tentunya jika objek yang dikenai jurus ini melawan maka orang itu akan menjadi idiot. Kakek Luan memegang kepala pria kekar itu dan memulai memasuki ingatannya.


Terasa apa yang dilakukan Kakek Luan berbahaya pria kekar itu mulai memberontak. "Apa yang cona kau lakukan? HENTIKAN!? AAGGRRHH!?" Teriakan keras dan lebih keras terdengar memenuhi ruangan.


...***...


Zhen menunggu dengan tenang di sampinng bayi kecil yang tertidur pulas. Dia masih menunggu kedatangan Kakek Luan sembari menjaga cucunya. Dia kepikiran tentang Jun, sedang apa kakaknya sekarang? Apa Jun mencarinya karena menghilang tiba tiba?


"Kakak pasti mencariku kemana mana, aku harus kembali. Tapi…" Zhen melirik Yueyin kecil yang tertidur. Dia sudah berjanji akan menjaga bayi kecil ini untuk Kakek Luan ketika bekerja. Tapi dia juga harus kembali jika tidak mungkin Jiafen akan menghukumnya lagi.


Namun dengan kondisinya sekarang apa mungkin kembali ke kamarnya sendiri? Ditambah lagi ia buta arah, pasti akan membutuhkan waktu lama ke kamarnya. "Aku akan pergi sebentar saja." Ujar Zhen tidak ingin membuat Jun khawatir. Dia bangun dari tempat tidurnya berusaha berjalan keluar pintu. Tapi baru setengah jalan Yueyin sudah menangis, lagi dengan kencang.


OAAA OOAAA


Seketika itu membuat Zhen kaget. Bayi itu seperti tidak ingin membuatnya pergi meskipun sesaat. "Kenapa gumpalan daging itu sangat menyebalkan?!" Karenanya Zhen mengurungkan niatnya untuk pergi. Dia menghampiri bayi kecil bersuara nyaring itu untuk membuatnya diam. Bukan dengan cara membungkamnya lagi, melainkan dengan menggendongnya seperti yang dikatakan kakek Luan.


Zhen mengangkat tubuh kecil Yueyin ke gendongannya. "Diamlah, jika tidak aku akan membunuhmu!" Ancamnya pada bayi baru berusia beberapa bulan. Ajaibnya setelah diancam bayi itu langsung diam tak bersuara lagi. Zhen tersenyum bangga karena berhasil membuatnya diam. Tapi, "Kenapa dibagian bawah terasa hangat?" Saat ia meraba raba bagian yang hangat itu terasa seperti air hangat yang berbau menyengat. "Kau… kau buang air padaku? Kau sangat menyebalkan!?" Zhen sedikit menaikkan suaranya dengan kesal karena bayi kecil ini berani buang air padanya.


Namun bayi itu hanya melihat Zhen bingung dengan wajah polos tanpa dosa. Sebuah berkah bagi bayi yang buang air sembarangan pada orang lain tapi tidak bersalah. Zhen meletakkan kembali Yueyin ke tempat tidur untuk mengganti pakaiannya dan juga bayi itu. Pantas saja bayi kecil itu bangun, ternyata dia ingin buang air.


Zhen lupa jika ini bukan kamarnya, melainkan kamar Kakek Luan dan bayi kecil itu. Jadi pastinya tidak ada bajunya disini. Tapi anehnya pakaian yang ia kenakan bukan miliknya, namun pas ditubuhnya yang kecil. Dia menggeledah lemari mencari kain untuk mengganti kain basah Yueyin. Tidak disangka ternyata disana juga ada baju baju seukurannya, "Aku akan mengganti kainmu dulu!" Ujar Zhen sedikit galak karena masih kesal dengan Yueyin yang buang air padanya.


"Bagaimana membungkus segumpal daging ini?" Zhen bingung harus bagaimana memakaikan kain. Akhirnya ia asal melilitkan kain ke bayi itu. Setelah selesai dengan mengganti kain Yueyin dirinya membuang kain basah bayi itu ke sembarang tempat. Dan berganti ke baju yang akan dipakai dirinya. Baju ini terlihat pas dipakai Zhen. Tidak tahu ini milik siapa tapi Zhen beranggapan mungkin ini milik anak Kakek Luan, karena Yueyin adalah cucunya pasti ini adalah pakaian anak Kakek Luan.


Merasa terus ditatap oleh segumpal daging Zhen merasa tidak nyaman. Dia melirik Yueyin yang tidak berkedip menatap dirinya. "Apa? Kenapa kau terus melihatku? Hmph, jangan berharap aku akan memaafkanmu!?" Ujar Zhen masih kesal dengan Yueyin. Dia memalingkan wajahnya tidak mau melihat gumpalan daging itu lagi.


Sedangkan Yueyin tidak mengerti maksud ucapan Zhen. Memang apa salahnya sehingga Zhen harus memaafkan dirinya? Dia kan hanya buang air pada Zhen. Enaknya jadi bayi.


Beberapa saat kemudian Zhen kembali melihat Yueyin untuk menatap bayi itu balik. "Kau, enak ya? Masih ada yang menyayangimu seperti Kakek Luan. Aku iri padamu." Ujar Zhen mencurahkan isi hatinya. Dia benar benar iri pada bayi yang baru beberapa bulan. Memiliki keluarga yang saling menyayangi adalah keinginannya dari lubuk hati. Tapi boro boro menyayangi, mereka malah mencoba untuk membunuhnya. "Tidak, aku juga punya seseorang yang menyayangiku. Apa kau ingin tahu?" Tanyanya pada bayi yang menatapnya sembari menghisap jempol kecilnya.


"Dia Kakak ku, Jun. Dia juga sangat baik padaku, perhatian, dan aku yakin saat ini dia sedang mengkhawatirkanku. Aku sangat menyayanginya!?" Terlihat senyum polos asli anak kecil yang mendambakan kasih sayang. Tapi meskipun ia bilang begitu entah kenapa matanya berkaca kaca.


Tiba tiba tangan kecil Yueyin menarik narik rambut panjang Zhen. "Aw aw, apa yang kau lakukan?" Tanya Zhen kesakitan. Bayi kecil itu seperti ingin Zhen tidur disampingnya. "Setelah buang air padaku kau masih ingin menarik rambutku? Kau pikir aku apa? Singkirkan tangan berliurmu dariku!?" Zhen mengerucutkan bibirnya masih kesal dengan kejadian yang sudah lewat. Dia berusaha lepas dari genggaman kecil Yueyin. Namun entah kenapa tenaga bayi ini begitu kuat untuk seukuran bayi. 'Apa benar dia bayi? kenapa kuat sekali?' Pikir Zhen tidak percaya dengan kekuatan bayi ini.


Bruk


Sampai titik dimana Zhen jatuh tertidur disamping Yueyin. Tampak senyum jahat diwajah bayi itu. Meskipun lebih terlihat menggemaskan karena hanya ada satu gigi di mulutnya. Setelahnya tangan kecil Yueyin menepuk nepuk pipi Zhen mengisyaratkan untuk tidur. Tapi naasnya air liur ditangannya banyak menempel diwajah Zhen.


"Kau benar benar…… jorok?!" Ujar Zhen dengan ekspresi wajahnya yang aneh. Tapi tepukan bayi itu ajaibnya membuat Zhen mengantuk. Akhirnya dia tertidur disamping Yueyin meskipun banyak air liur dipipinya.


Beberapa saat kemudian…


Srak


Kakek Luan menutup kembali pintu dan berjalan memasuki kamar. Sesampainya disana ia diperlihatkan pemandangan yang damai antara Zhen dan cucunya yang sedang tidur bersama. Awalnya ia kaget melihat Zhen akur dengan cucunya sampai tidur bersama. Tapi kemudian senyum kecil terlihat diwajahnya.


...~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...