I'M Zhen

I'M Zhen
Bab 18. Primadona



Sesampainya pulang ke wilayahnya sendiri, Zhen langsung memberikan tubuh tubuh monster yang ia bunuh ke tempat yang biasa mengelola tubuh monster di dalam Klan. Biasanya mereka mengolah tubuh monster tersebut sebagai bahan makanan, senjata, dan pakaian. Karena mereka adalah Klan yang terisolasi dari dunia luar, jadi mereka harus kreatif sendiri untuk menciptakan bahan bahan pokok yang manusia biasa gunakan di dunia luar.


Setelah memberikan tubuh monster dirinya berjalan ke area luas tempat berkumpulnya kelompok kelompok yang memimpin penyerangan terhadap wilayah Raja lain. Diwaktu dekat ini Ketua Klan atau Raja dari Klan Guaiwu terus menerus melakukan penyerbuan ke wilayah disekitarnya untuk memperluas wilayah sendiri.


Dan baru saja mereka berhasil mengambil alih wilayah Raja Ular emas. Tentunya yang mengalahkan Raja Ular emas itu adalah Ming Jia Jun. Sedangkan yang mengurus para anak buah Raja Ular emas adalah Zhen dengan kelompok Liubai. Namun bukannya membantu Zhen, Liubai dan anggota kelompoknya malah enak enakan menikmati hasinya saja. Sedangkan yang bersusah payah menghabisi monster adalah Zhen sendirian.


'Benar benar menyebalkan melihat mereka bahagia. Padahal mereka tidak melakukan apapun sedangkan aku yang susah melawan monster. Apa aku tidak datang saja ke pertemuan kelompok? Lagipula yang mendapatkan pujiankan si gendut itu. Tapi jika tidak datang akan merepotkan.' Pikir Zhen sembari memperhatikan beberapa kelompok yang berkumpul di tengah halaman besar Moon Radiant Palace.


"Kenapa kau tidak kesana?" Tanya seseorang bernada lembut.


Zhen langsung tahu siapa orang yang menanyakan itu, dia adalah Kakaknya Ming Jia Jun. Seketika wajahnya yang dingin langsung berubah menjadi penuh senyum dan ramah. "Kakak!? Aku dengar kau sudah mengalahkan Raja Ular Emas sendirian? Itu sangat hebat!?" Ujar Zhen penuh pujian. Jika yang bicara dengannya adalah Jun seketika sikap dingin dan kejamnya jadi sirna entah kemana. Sebab ia sangat mengidolakan Jun sebagai seseorang yang satu satunya tidak meninggalkannya.


Senyum penuh keramah tamahan merekah diwajahnya. Jun juga semakin dewasa. Dia terlihat sudah berusia dua puluh tahunan. Rambut perak, mata merah keemasan, rahang tegas, hidung mancung, dia seperti cinta pertama di musim semi. "Terima kasih, kau juga hebat bisa mengalahkan Raja Serigala Perak di usia yang lebih muda dariku." Balas Jun penuh kekaguman.


"Oh, benar…" Entah kenapa reaksinya malah biasa saja saat pembicaraan mengarah ke dirinya sendiri. Zhen benar benar ingin mengubah arah pembicaraan, "Kalau begitu aku ingin kesana bersama kakak saja." Ujar Zhen penuh senyum di setiap katanya.


"Baiklah." Mereka berjalan bersama menuju halaman besar. "Ah, tapi kenapa kau tidak melepas kain hitam diwajahmu dulu?" Tanya Jun melihat Zhen masih memakai kain hitam di wajahnya.


"Benar, aku lupa melepasnya." Saat dirinya melepas kain hitam yang menutupi sebagian wajahnya terlihat sosok remaja nakal yang selalu membuat onar di sekolah. Meskipun memiliki suara yang seksi dan tubuh yang tinggi, namun saat kain itu dibuka terlihat sosok remaja nakal diwajahnya. Tapi justru hal inilah yang membuat para gadis disekitarnya merona ketika melihat Zhen melintas didepan mereka. Dia lebih mirip bunga indah yang mekar ditengah musim dingin ketika bunga lain kuncup.


Atau…… bunga teratai yang hidup di kolam darah.


Kedatangan Jun dengan Zhen membuat banyak perhatian tertuju pada mereka. Bahkan ketika mereka menata barisan mereka beberapa kelompok masih memperhatikan. Karena Jun yang memimpin kelompok Ruby, dia memisahkan diri dengan Zhen yang ditugaskan ke kelompok Emerald.


"Siapa dia?" Tanya seorang gadis cantik berpakaian biru muda dengan pedang disampingnya. Dia adalah anak dari Tetua kedua yang berkediaman di Aquamarine Palace. Tempat yang biasa menjadi pelatihan pada setiap anggota klan dan tempat penyimpanan jurus, gulungan, teknik, dan sebagainya disimpan.


"Dia itu anak pertama Raja, nona. Kenapa nona bisa lupa?" Tanya pelayan yang ada dibelakang Nie Fuwei tersebut.


Terlihat gadis cantik itu kesal karena pelayannya ini tidak begitu memperhatikan apa yang ia tanyakan, "Tentu saja aku tahu, yang aku tanyakan adalah pria berambut hitam yang berjalan bersamanya barusan." Ujar Nie Fuwei kesal.


Pelayan yang tadinya tidak memperhatikan sekarang memperhatikan dengan teliti. Dia membelalakkan matanya ketika tahu kalau yang ditanya adalah anak kedua Ketua Klan. Meskipun agak ragu tapi pelayan itu harus tetap memberitahukannya pada nonanya ini. Karena jika ia tidak memberitahukannya maka nonanya akan tetap bertanya kepada orang lain. "O oh, d dia adalah anak kedua Raja. Saya sarankan anda jangan berbicara dengannya." Ujar pelayan tersebut mulai khawatir. Pasalnya majikannya ini adalah orang yang akan melakukan sesuatu jika dilarang.


"Kenapa?" Tanya Nie Fuwei makin penasaran.


"Kenapa? Apa anda tidak tahu?" Tanya Pelayannya balik. Semua orang disini sudah tahu siapa Zhen.


"Aku bukannya tidak tahu, tapi aku jarang melihat dia diluar." Ujar Nie Fuwei.


"Dia adalah Ming Jia Zhen, pemilik elemen kegelapan yang menjadi ketakutan semua orang di sini. Anda sendiri pasti sudah tahu, Raja Yama pertama penguasa dunia bawah adalah pemilik dari elemen tersebut. Jika seseorang yang memiliki elemen yang sama dengan Raja Yama, maka orang itu pasti adalah penerus kegelapan tersebut. Dunia bisa kembali kacau jika kita membiarkan orang seperti itu berada di sekitar kita. Makanya dia dikucilkan dan……" Pelayan itu terus mengoceh tanpa tahu kalau orang yang bertanya malah tidak mendengarkan.


Nie Fuwei ingin berkenalan dengan pemuda yang sudah membuatnya berdebar ketika pertama kali bertemu. Tapi ada sesuatu yang membuatnya penasaran, "Tunggu, jika dia memiliki elemen kegelapan kenapa dari awal tidak di buang ke dunia bawah saja? Dan malah dikucilkan disini?" Tanya Nie Fuwei yang hanya dengar kata dikucilkan.


"Ehm itu…" Pelayannya ini tampak kesulitan dalam menjawab pertanyaan Nie Fuwei.


Sepertinya dia harus mencari tahu sendiri.


...***...


Setelah pertemuan kelompok selesai satu satunya hal yang bisa Zhen tangkap adalah mereka akan melakukan penyerangan ke Wilayah Kucing Petir. Sejujurnya ia benar benar tidak ingin menyerang ke wilayah itu karena salah satu anggota ras mereka pernah menolongnya. Tapi apa yang bisa dirinya lakukan. Karena Raja hanya menganggapnya anjing suruhan biasa. Dan sangat merepotkan jika ada yang mengikutinya seperti ini, "Keluarlah!" Ujarnya pada seseorang yang mengikutinya sejak pertemuan selesai.


Keluar seorang wanita berparas cantik dengan senyum yang canggung diwajahnya. "Aku ketahuan, ya?" Ujar Nie Fuwei sendirian.


Zhen memperhatikan Nie Fuwei dari atas sampai bawah. Baju yang dikenakannya mirip dengan apa yang dikenakan orang orang Aquamarine palace. Itu artinya gadis itu berasal dari sana. 'Bertemu seseorang yang merepotkan. Aku benar benar sial hari ini.' Zhen menatap gadis didepannya dengan tatapan intimidasi. Terdapat banyak simpul tali merah di pinggangnya. Itu menandakan jika gadis didepannya bukan di posisi biasa di Aquamarine Palace.


Jumlah seberapa banyaknya simpul di Aquamarine Palace menandakan pangkat mereka di tempat itu. Karena bertemu orang yang merepotkan Zhen berjalan pergi meninggalkan gadis yang mengikutinya ini.


"Eh? kau mau pergi kemana? T tunggu aku!?" Seru Nie Fuwei sembari mengejar Zhen. "Namaku Nie Fuwei, siapa namamu?" Beberapa pertanyaan terus dilontarkan Nie Fuwei pada Zhen. Dirinya benar benar penasaran dengan Zhen. Siapa yang tidak akan tertarik dengan laki laki misterius yang memiliki aura menarik seperti Zhen.


Sejujurnya Zhen memang suka mendapat perhatian. Tapi jika yang memperhatikannya adalah seorang gadis kegatelan itu malah membuatnya jijik melihatnya. Ditambah lagi satu orang yang sering mengganggunya sejak kecil, Liubai dan gengnya datang kehadapanjya sekarang……


"Hei brengsek!? Beraninya kau menggoda kekasihku!?" Teriak Liubai marah dengan wajah memerah saat melihat Zhen dengan Nie Fuwei berjalan bersama.


Nie Fuwei malah memasang wajah aneh ketika Liubai mengatakan dirinya adalah kekasihnya.


Zhen sendiri menatap Liubai datar karena apa yang dikatakannya itu sepenuhnya salah.


...~~~~~...


...-...


...-...


...SEMOGA SUKA...