
Seseorang berlari keluar dari dari jalan belakang Sekte Iblis Merah. Orang itu adalah Patriak Sekte Iblis Merah, Gu Xifan. Dia berlari dari Zhen agar tidak dibunuh olehnya. Tidak disangkanya akan bertemu dengan iblis seperti Zhen. Untuk mebyelamatkan diri sendiri Gu Xifan harus kabur dan mencari bantuan untuk balas dendam. 'Sialan, aku tidak menyangka kalau dia akan sekuat itu? Datang dari mana iblis itu? Ditambah lagi elemennya adalah elemen kegelapan. Jika aku mencari bantuan pada kaisar, dia pasti akan membantuku!?' Pikir Gu Xifan ditengah larinya.
Tiba tiba langkahnya berhenti ketika melihat seseorang sudah ada didepan menunggunya. Dengan darah tubuhnya.
Zhen muncul dari balik pohon dengan senyum diwajahnya. Tampaknya ia sudah menunggu lama kedatangan Gu Xifan. "Patriak, bukankah katanya kau sangat hebat hingga bisa mengalahkanku? Kenapa kau malah lari dari pertarungan yang belum selesai? Ayo kita lanjutkan pertarungannya!?" Ujar Zhen sembari berjalan mendekat.
Saat Zhen mendekat Gu Xifan mundur menjauh. 'Tidak, aku tidak boleh terlihat takut didepannya. Aku akan.membunuhnya disini. Lagipula dia kelihatannya masih belum memiliki cukup banyak pengalaman bertarung. Hmph, kultivasimu boleh tinggi.tapi tidak dengan pengalaman.' Pikir Gu Xifan sembari tersenyum miring. Dia melesat ingin memukul Zhen, dengan santai Zhen menghindar dengan menarik kaki kiri mundur ke kanan.
Dari balik tangan kirinya Gu Xifan menyembunyikan belati dibalik punggungnya. Disaat Zhen menghindar dia menusuk punggung Zhen dengan belati yang sudah dilumuri racun. Akan tetapi gerakannya ditahan oleh bayangan hitam yang menahan tangannya.
"Ingin menusukku dari belakang? Maaf, tapi aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama." Ujar Zhen. Ia membuat tangan Gu Xifan bergerak menusukkan belati itu kedirinya sendiri.
Namun dengan sekuat tenaga pria itu menahan kekuatan Zhen yang mengendalikan tangannya.
Pretek
"Aagghh!?"
Tanpa diduga Zhen memutar kedua tangan Gu Xifan, "Aku berubah pikiran, dari pada membunuhmu dengan sia sia lebih baik aku mengambil Qi kehidupan mu saja!?" Ujar Zhen sembari mencekik leher pria itu.
"AARRGGHH!?"
...***...
Didepan gerbang Yirong menunggu lama. Beberapa saat yang lalu didalam sangat berisik. Tapi sekarang malah kelewat sunyi. Dia khawatir jika Zhen malah dihabisi oleh mereka. Karena kekuatan mereka tidak bisa dianggap remeh. "Apa aku menyusulnya saja?" Ujar Yirong. Dia membuka gerbang hitam itu lebar lebar. Dari posisinya sekarang dia bisa melihat mayat para murid dan tetua.
Meskipun ada sedikit ketakutan didalam hatinya dia tetap memberanikan diri masuk kedalam. 'Dia benar benar menghabisi mereka tanpa sisa. Aku lihat dia dari aliran hitam juga, apa tujuannya mencari korban sebanyak ini?' Pikir Yirong. Dia berkeliling tempat yang dulunya adalah Sektenya. Tapi sekarang tempat ini hanyalah tempat pembinasaan Sekte Iblis Merah.
Tidak lama Yirong menemukan Zhen sedang duduk memandangi orang orang yang dibunuhnya. Dia melihat Zhen memandangi mereka dengan tatapan kosong. Entah apa yang dipikirkannya, tapi yang jelas dia tidak terlihat bahagia. Tiba tiba Zhen melirik dirinya. Ada perasaan takut ketika Zhen menatapnya dengan kosong seperti itu. Dia merasa jika pemuda itu bisa membunuhnya kapanpun. "A apa semua baik baik saja?" Tanyanya gugup.
"……" Zhen tidak menjawab pertanyaan Yirong. "Kemarilah!?" Ujarnya singkat.
Walau takut tapi Yiring memberanikan dirinya mendekati pemuda itu. Kakinya berjalan gemetar dengan jantung yang berdegup kencang.
"Duduk berbalik didepanku, dan persiapkan dirimu!" Ujar Zhen lagi. Dirinya ingin memenuhi janji yang sudah ia janjikan. Yaitu memberi kekuatan pada Yirong. Setelah Yirong duduk bersila membelakangi dirinya, Zhen menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Yirong.
Pertama, ia akan membersihkan penyumbatan pada meridiannya agar kekuatannya bisa masuk. Saat pembersihan akan sangat sakit karena terasa seperti satu persatu organ dihancurkan. Tapi Yirong sepertinya memiliki tekad yang kuat hingga bisa menahan pembersihan ini.
Kedua, setelah semuanya bersih dan tidak ada lagi meridian yang tersumbat Zhen memberikan setitik benih kekuatan pada Yirong. Pria itu tampak sangat kesakitan ketika Zhen menanan benih ditubuhnya.
Sebenarnya Zhen sendiri tidak tahu kenapa bisa memberikan hal seperti ini. Dia awalnya hanya ingin melakukan percobaan pada Yirong. Tapi tidak disangka kalau dirinya akan berhasil melakukannya. "Selesai, setelah ini kau hanya perlu mengembangkan benih yang kutanam." Ujar Zhen. Lalu bangun sembari melirik Yirong, "Dan aku lapar, belikan aku makanan!?" Ujarnya dengan perut keroncongan.
Yirong hanya bisa terbelalak kaget, tidak disangkanya kata kata makanan bisa terucap dimulut iblis yang menghancurkan sektenya. "Baiklah." Ujarnya sembari bangun meskipun dengan tubuh lemas. "Ah, tapi tunggu!? Aku ada urusan sebentar." Ujarnya lalu berlari kedalam Sekte.
Tidak lama dia kembali dengan semua harta kekayaan sekte ditangannya.
'Apa yang dia bawa? Apa itu bisa dimakan?' Pikir Zhen hanya makanan.
"Ini." Yirong memberikan barang barang itu pada Zhen.
"Tentu saja harta kekayaan sekte. Aku sudah mengambil bagianku, kau juga berhak mendapatkannya." Ujar Yirong dengan senyum diwajahnya.
Zhen hanya menatap semua harta itu. Dia tidak merasakan kekuatan besar didalamnya. Meskipun ada namun itu tidak besar. "Ambil saja untuk dirimu sendiri, aku tidak membutuhkannya. Berikan saja aku makanan enak, itu baru yang membuatku senang." Ujarnya.
"Tapi… baiklah." Setelahnya mereka pergi mencari makanan.
Keduanya keluar dari dalam sekte.
Dalam perjalanan mencari makanan, mereka bertemu dengan orang orang berbaju putih dengan pedang putih dipinggang mereka. Zhen yang menutupi wajahnya dengan tudung hitam namun masih terlihat darah dimulutnya menarik beberapa pasang mata orang orang berbaju putih. Ditambah lagi bau anyir darah juga tercium darinya. Membuat orang orang itu penasaran.
Salah seorang senior yang ada didepan tidak sengaja melihat pemuda bejubah hitam itu sedang memeluk sesuatu yang tertutup jubahnya. Dari sela sela jubah tampak seperti rambut yang keluar. "Tuan, tunggu sebentar!?" Panggil senior itu tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
Zhen berbalik dan diikuti dengan Yirong yang ada didepannya.
"Ada apa tuan memanggil kami?" Tanya Yirong.
Senior itu memperhatikan kedua orang itu. Tidak ada yang aneh dari pria berbaju merah. Tapi yang satunya terlihat sangat aneh. Dia melihat dari atas sampai bawah menilik penampilan Zhen, 'Pemuda berjubah hitam dengan darah dimana mana. Dia juga tak memakai alas kaki, dan tampak sedang memegang sesuatu seperti, kepala? Apa mungkin dia… tapi Sekte Iblis Merah termasuk salah satu sekte besar. Mereka tidak mungkin selemah itu.' Pikir si senior. "Apa kau dari Sekte Iblis Merah?" Tanya senior itu.
Yirong sedikit bingung menjawabnya. Dia melirik Zhen bertanya dengan matanya.
"Ya, apa ada masalah?" Tanya Zhen balik.
"Tidak, tentu saja tidak ada masalah. Tapi apa yang sedang kau pegang itu?" Tanya nya lebih dalam.
Tampak senyum diwajah Zhen, "Apa kau yakin ingin melihatnya?"
"Kenapa jika aku ingin melihatnya?"
"Karena rasa ingin tahu yang terlalu besar bisa membunuhmu." Ujar Zhen. Sontak orang orang itu langsung was was setelah mendengar perkataannya.
"Kalau begitu maaf telah mengganggumu!?" Ujarnya lalu pergi bersama kelompoknya.
Beberapa saat setelah kepergian Zhen dan Yirong orang orang berpakaian putih itu tiba di Sekte Iblis Merah. Mereka adalah orang orang dari Sekte Walet. Kedatangan mereka ingin mengajukan persahabatan antar sekte dan membuat aliansi.
Tapi sesampainya disana mereka dikejutkan dengan terbinasanya seluruh murid murid Sekte Iblis Merah beserta tetuanya. Mayat mereka mati tidak wajar membuat beberapa dari orang orang itu muntah, "Siapa iblis yang melakukan ini?" Tanya salah seorang dari mereka dengan wajah terkejutnya.
"Tunggu, apa jangan jangan…" Senior itu langsung berbalik melihat kearah kepergian Zhen dengan wajah yang penuh keterkejutan.
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...