
Memasuki halamannya ada seorang wanita sedang mencari cari sesuatu. Zhen awalnya tidak mempedulikan wanita tersebut, namun wanita itu tiba tiba mencegatnya dengan menghadang jalan Zhen. "Hei sampah, apa kau melihat kelinciku?" Tanya wanita itu.
Zhen memperhatikan sampul kupu kupu emas dipinggangnya. 'Dari Golden Butterfly Palace? kenapa mencari kelinci ke sini? Tunggu, kelinci? Apakah kelinci yang kubunuh itu? Ini akan menjadi masalah yang panjang.' Pikirnya. "Ya, aku melihatnya." Jawab Zhen.
Terlihat raut senang dari wajah wanita itu. "Dimana?" Tanyanya riang.
Zhen kemudian menunjuk ke arah danau teratai biru, "Disana!?" Ujarnya.
Setelahnya wanita itu berlari kearah danau dan melihat kelinci putih lucunya sudah menjadi mayat makanan ikan. "Pupu!? Bagaimana ini bisa terjadi? Hiks hu hu hu hu hu…" Wanita itu menangis kencang seperti anak kecil melihat peliharaan kesayangannya telah mati.
Sedangkan yang membunuhnya malah tidak mengerti mengapa wanita itu menangis. Itu hanyalah kelinci kecil, untuk apa ditangisi?
Wanita itu berdiri dan menghampiri Zhen dengan wajah marah. "Apa kau yang membunuh kelinciku?" Tanya wanita itu dengan emosinya.
"Ya, aku membunuhnya." Jawabnya enteng seakan itu bukan malasah besar.
Terlihat wanita itu semakin marah, "Kenapa kau membunuh Pupu ku?" Tanyanya semakin meninggikan suaranya.
"Dia datang padaku sendiri untuk menjadi percobaan pertamaku. Karena percobaan pertama gagal, dia meledak dan mati. Lalu aku membuangnya ke danau untuk memberi makan ikan ikan itu." Jelas Zhen tanpa ada keraguan atau hambatan dalam ceritanya.
"Kau… kau benar benar…" Wanita itu terlihat sangat geram dengan jawaban Zhen yang seakan nyawa peliharaannya bukanlah apa apa. Tangannya mengepal dan kemudian membentuk tangan binatang yang memiliki cakar yang pandang. Dia mengayunkan tangannya untuk menyerang Zhen. Tapi serangan itu harus ditahan karena seseorang menahan tangannya. Ketika melihat siapa itu, ternyata dia adalah Nie Fuwei. Saingannya didalam Klan Guaiwu. "Heh, aku pikir siapa. Ternyata hanya wanita jal*ng yang menganggap dirinya cantik." Ujar wanita itu penuh kesinisan dalam suaranya.
Nie Fuwei melepas tangan wanita didepannya dan beralih menatap Zhen. Tapi pria itu seakan tidak peduli dengan yang baru saja terjadi. "Ada apa ini?" Tanyanya.
"Tanyakan saja pada bajingan ini?!" Ujar gadis itu jutek. Namanya adalah Shu Jiujiu. Seorang gadis berada di ranah hidup dan mati tingkat menengah.
"Aku membunuh binatangnya." Ujar Zhen.
"Peliharaanku!?" Ujar Shu Jiujiu menegaskan.
"Kenapa kau membunuhnya?" Tanya Nie Fuwei lebih lanjut.
Zhen melirik kelinci malang yang ada digenggaman Shu Jiujiu. Bibirnya tersenyum samar melihatnya, "Hanya ingin saja." Jawabnya enteng. Kedua gadis itu tidak habis pikir dengan jawaban Zhen yang sungguh tak dapat dipercaya.
"Kau dengar? Psikopat ini sengaja melakukannya! Aku harus memberinya pelajaran karena sembarang membunuh!?" Bentak Shu Jiujiu sembari melempar jasad peliharaannya dan bersiap memberi Zhen pelajaran.
Tapi lagi lagi Nie Fuwei menghalanginya dengan melindungi Zhen. Dia melentangkan kedua tangannya.
"Tidak. Kita bisa membicarakannya baik baik. Aku yakin Zhen hanya asal bicara. Dia pasti tidak sengaja membunuh peliharaanmu!?" Ujar Nie Fuwei yang masih tetap membela Zhen.
Shu Jiujiu mengernyitkan alisnya ketika mendengar nama.Zhen disebutkan. Siapa di Klan Guaiwu ini yang tidak tahu nama Zhen, hanya saja tidak tahu orangnya. Sekarang baru pertama kali ini Dia bertemu irangnya langsung. Wajah meremehkan langsung terlihat diwajahnya, "Oh, jadi dia anak buangan Raja?! Pantas saja Raja membuangnya, itu karena dia sejahat ini hingga membunuh hewan tidak bersalah. Benar benar pantas untuk dibuang!?" Ujar Shu Jiujiu menghina Zhen disertai senyuman meremehkan diakhir.
Zhen langsung menatap Shu Jiujiu yang menyebutnya jahat. Dari segala hinaan yang paling tidak ingin ia dengar adalah jahat. Dalam sekejap ia sudah berada didepan Shu Jiujiu. Matanya melihat marah gadis didepannya. Rasanya ia ingin mencekik dan mematahkan lehernya.
Kedua gadis itu terjengat kaget karena Zhen bisa ada dihadapan Shu Jiujiu dalam sekejap. 'Pria ini, tingkatannya berada diatasku.' Pikir Shu Jiujiu sembari menelan ludahnya. Perlahan dia merasa merinding mendapat tatapan marah dari Zhen. Tubuhnya merasa beku dan tidak bisa mengalihkan tatapannya. 'Ini gawat, aku tidak bisa bergerak!? Jurus apa yang digunakan pria ini padaku? Aku takut, aku akan mati ditangannya!?' Pikirnya ketakutan saat melihat tangan Zhen mendekat ke lehernya.
Grep
Tepat ditengah ketakutannya, Shu Jiujiu masih selamat karena Jun menahan tangan pria itu. Terlihat raut kepanikan diwajah Zhen setelahnya. "Kau… " Jun sedikit menggantung ucapannya, "… ingin mengambil bulu dikerahnya kan?" Ujar Jun sembari tersenyum ramah, seketika mereka bertiga melihat kerah baju Shu Jiujiu dan ada bulu putih disana.
"Hah? Kenapa bisa ada bulu?" Ujar Shu Jiujiu sembari mengambil bulu dikerahnya. Wajahnya tampak bertanya tanya dengan bulu putih. Dia selalu tampil rapi setiap saat, baru kali ini ada bulu.
"B benar, aku ingin mengambil bulu di kerah bajunya." Ujar Zhen langsung mengubah raut wajahnya menjadi ramah dan ceria. Hal itu membuat kedua gadis itu kaget dibuatnya. Beberapa detik yang lalu pria itu masih dingin, kejam dan menyeramkan. Sekarang malah berubah jadi tampang malaikat.
Mumpung ada Jun disini Shu Jiujiu ingin melaporkan apa yang telah diperbuat Zhen pada peliharaannya. "Yang Mulia, dia, dia telah membunuh kelinci kesayanganku dengan kejam!? Aku ingin meminta keadilan!?" Lapornya dengan wajah yang di imut imutkan.
Jun melirik jasad kelinci yang dipegang Shu Jiujiu, kemudian melihat kearah Zhen yang kini mengalihkan pandangannya. "Zhen, jika kau salah bukankah seharusnya kau meminta maaf?" Ujar Jun. Zhen menatapnya lalu beralih ke Shu Jiujiu. Sepertinya pemuda itu merasa tidak nyaman.
"Maaf." Ujarnya singkat.
"Heh, apa apaan itu? Sekali lihat juga orang orang akan langsung tahu jika kau tidak ikhlas meminta maaf. Kau harus membungkuk kalau berlu bersujud menjilat kakiku!? Lupakan saja, Yang Mulia!? Aku ingin dia mendapat hukuman yang sangat berat!? Potong tangannya atau kalau perlu pukul dia dengan balok!? Itu hukuman yang pantas untuk orang jahat sepertinya!?" Shu Jiujiu terus mengoceh ingin menghukum Zhen. Dia tidak tahu kalau pria yang ingin diberinya hukuman sedang menatapnya seakan ingin membunuhnya.
"Nona Shu Jiujiu, sebaiknya kau menjaga bicaramu! Zhen memang melakukan kesalahan, tapi dia tidak perlu mendapatkan hukuman yang kau katakan. Dan Zhen, kau harus meminta maaf dengan benar." Ujar Jun.
Hatinya benar benar panas dengan gadis didepannya ini. Zhen juga menatap Jun seakan memintanya untuk tidak harus membungkuk. Tapi pria itu malah menyuruhnya untuk membungkuk. Karena itu ia membungkuk dan mendongakkan kepalanya menatap Shu Jiujiu sembari memancarkan aura membunuhnya pada wanuta itu, "Maafkan aku, nona Shu Jiujiu!?" Ujar Zhen sembari tersenyum jahat dan membuat Shu Jiujiu merinding.
...~~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...