
"Apa, apa yang terjadi?" Tanya Li Meng bingung dengan penmpilan Zhen.
Pemuda itu menatap Li Meng bingung sembari memiringkan kepalanya, 'Kenapa dia tidak mati? Ah, aku ingat dia ingin melakukan itu. Yah lagipula dia sudah baik padaku, aku juga masih perlu bantuannya.' Pikir Zhen. "Aku sudah membunuh mereka." Ujar Zhen mengakui perbuatannya.
"APA? Hump!?" Li Meng tanpa sadar berteriak kaget. Tapi dia langsung menutup mulutnya takut takut dirinya juga dibunuh. Karena nyawanya hanya ada satu.
Zhen berjalan mendekati Li Meng. Tapi pria itu juga mundur didekati oleh Zhen. "Aku tidak akan membunuhmu, asalkan kau mengantarku ke tempat musuh berada." Tawarnya.
"B baiklah!?" Jawab Li Meng langsung.
...***...
Sampai di kamp musuh, Zhen hanya melihat sebentar tempat itu. Saat ini ia sedang memperhatikan tempat ini, dari mulai penjagaan, orang orangnya, dan bagaimana dirinya akan membunuh mereka.
"Ka kalau begitu aku akan pergi…" Prajurit muda ini benar benar gemetar ketakutan sekarang. Dirinya bisa hidup sampai detik inipun sudah beruntung. 'A **a**ku harus cepat cepat pergi!?' Pikirnya takut sembari berjalan menjauh pelan pelan menjadi lari.
Zhen mulai berjalan menghampiri kamp.
Salah satu prajurit yang menjaga luar kamp mulai gempar dengan datangnya orang asing misterius ke tempat mereka. "Siapa kau?" Tanya salah seorang dari dua prajurit. Mereka menodongkan tombaknya mengancam.
Zhen melirik mereka satu persatu lalu menyerang mereka dengan menyelimuti tubuh mereka dengan angin hitam. Setelah itu dirinya pergi masuk tanpa mempedulikan lagi dua prajurit yang dudah menjadi tulang belulang. Dia masuk kedalam dengan dipandangi oleh semua orang. Kemudian ia membuka tudungnya yang selalu menutupi wajahnya.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya mereka sembari menodongkan senjata pada Zhen.
Dia melihat ke sekeliling orang orang yang memperhatikannya. Tangannya mulai berubah dari kukunya yang menghitam dan memanjang seperti cakar hewan buas. Dan dimulailah pengorbanannya.
Asap hitam mengelilingi mereka membuat mereka sesak nafas. Kakinya yang tak menggunakan apapun berlari dengan lincah dan langsung menyerang mereka satu persatu. Tangannya yang kuat merobek leher mereka dan meminum darahnya hingga puas.
"AAGGHH!? ADA MONSTER!?" Teriak para prajurit itu.
Beberapa orang ingin melarikan diri, namun sayangnya asap ini membuat mereka tidak bisa membedakan mana jalan keluar dan mana jalan menuju maut. Asap hitam yang membingungkan membuat mereka malah berlari ke arah Zhen.
Lagi lagi Zhen tersenyum tanpa sadar saat darah mengalir ke tenggorokannya. Dirinya mabuk dengan aroma mereka yang terasa manis juga rasanya. Karena itu ia ingin lagi.
Dari kejauhan terlihat seorang prajurit menggunakan crossbow tembak yang mengarahkan panah ke Zhen.
Ceklek
Ssuuk
Sebuah panah menusuk bahunya. Dan darahpun merembas dari dalam. Zhen kaget dengan panak yang datang entah dari mana. Ia merintih kesakitan dengan panah yang menusuk bahunya. Lalu dicabutnya panah itu dengan paksa yang kemudian dilempar ke orang lain. Saat melihat dirinya berdarah Zhen melihat orang yang menembakkan panah padanya dengan senjata aneh.
Orang itu langsung lari ketika dirinya tertangkap basah oleh Zhen. Seketika itu Zhen sudah berada di depannya dengan langkah bayangan yang super cepat. Orang itu adalah Wei Shuji yang menggunakan crossbow tembak. Dia berjalan mundur ketika Zhen mendekat kearahnya dengan wajah penuh darah. Untuk pertahanan diri dia menodongkan crossbowke arah Zhen sekali lagi, "J jangan mendekat!? Atau aku akan melepaskan panah ini!?" Ancamnya.
Zhen terkekeh kecil melihat wanita ini ingin menembaknya. Tangannya terlentang seperti rela untuk ditembak, "Tunggu apa lagi? Tembak saja!?" Ujarnya dengan senyuman yang memperlihatkan giginya.
Tampak Wei Shuji yang ragu ragu dengan tembakannya.
Lama menunggu akhirnya Zhen berjalan mendekati wanita itu. Tepat didepannya ia mengelus pipi Wei Shuji dengan pandangan yang membuat setiap wanita terpesona. Lalu mencekiknya, "Aku sudah memberimu kesempatan, sekarang giliranku untuk membunuhmu!?" Terlihat senyum jahat diwajahnya. Cekikannya tidak tanggung tanggung, wanita itu bahkan sulit untuk bernafas dan berpikir.
Duak
Tiba tiba ada yang memukul belakang kepala Zhen dengan kayu besar membuatnya terjatuh. "Ahk!?" Rintihnya kesakitan sembari memegangi kepalanya yang sudah banyak mengeluarkan berdarah. Pandangannya sedikit buram karena pusing yang didapat. Samar samar ia melihat mangsanya melarikan diri. Zhen menggertak kesal mereka lolos, "Tidak akan kubiarkan kalian kabur!?" Ujarnya.
Zhen melihat senjata aneh yang dipakai wanita itu. Lalu Zhen mengambilnya dan mengganti panahnya dengan panah hitam kekuatannya. Meskipun masih buram tapi masih bisa menembak.
Ssuk
Panah terlontar dan menembak seseorang. Namun bukan Wei Shuji, melainkan bawahannya yang bernama Le Tuo. Sedangkan wanita itu berhasil kabur dengan pengorbanan bawahannya.
Zhen bangun dengan tubuh yang terhuyung kesana kemari. Kemudian melihat ke belakang. Ternyata semuanya sudah dihabisi olehnya. Zhen sudah tidak bisa merasakan aura kehidupan lagi disini, kecuali wanita itu yang berhasil kabur darinya.
Kekuatan yang ia kumpulkan dari para tumbal mulai medak ledak didalam tubuhnya. Itu ditandai dengan kepalanya yang pusing. Sekarang hanya perlu dicerna selama beberapa hari. Dan secara drastis kultivasi akan meningkat.
Dia berjalan tanpa arah entah menuju kemana.
...***...
Terlihat seorang kusir kuda sedang membawa beberapa penumpang praktisi bela diri. Mereka tampak sedang bercerita cerita didalam kereta kuda.
Tapi tiba tiba kereta kuda berhenti membuat mereka terjengat kaget. Salah seorang penumpang mengeluarkan kepalanya, "Ada apa? kenapa tiba tiba berhenti?" Tanya seorang pria berambut coklat.
"Ah, i itu!?" Ujar kusir kuda sembari menunjuk seseorang berjubah hitam yang tengkurap dijalan.
Pria itu turun dari kereta kuda dan menghampiri orang yang terkurap tersebut. Dia berlutut satu kaki untuk membalik tubuh orang itu. Terlihat seorang pemuda dengan kulit putih pucat dan mulut yang terdapat bekas darah. Dia memeriksa nadi pemuda itu lalu leher sebelah kanannya. "Dia masih hidup? Tubuhnya juga baik baik saja. Apa mungkin…" Pria itu mendekatkan kepalanya ke perut pemuda itu.
KKkrruuuk
"Ternyata dia kelaparan!?"Ujar pria itu tidak terkejut mendengarnya. Lalu dia menganggat tubuh pemuda itu masuk kedalam kereta.
Pemuda itu adalah Zhen, dia pingsan karena energi didalam tubuhnya meluap luap. Dan salah satunya juga kelaparan.
Didalam ada tiga orang lainnya. Dua wanita cantik dan satu pria. Mereka tampak kaget ketika salah satu teman mereka membawa seseorang.
"Siapa dia?"
"Entahlah, aku tidak tahu. Dia tergeletak ditengah jalan jadi aku membawanya kemari." Ujar pria itu sembari menaruh pemuda itu ditengah.
Salah satu gadis disana tersipu dengan Zhen. "S sepertinya dia terluka parah." Ujarnya khawatir.
...~~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...