
Setelah Kakek Luan memberikan penjelasan pada Zhen, ia jadi mengerti banyak apa itu Qi dan kultivasi. Awalnya ia hanya tahu namanya saja, tapi setelah mendengar penjelasan Kakek Luan tetnyata Qi dan kultivasi memiliki arti yang lebih dalam.
Kata Kakek Luan dirinya berada di ranah angin menengah. Jadi ada sembilan tingkat sebelum immortal dan ada sembilan tingkat sesudah immortal.
Ranah:
Tanah
Angin ------------ Zhen, Ranah Angin menengah.
Air
Api
Petir
Cahaya
Bumi
Langit
Immortal
Ranab diatas immortal…
Inti emas tahap satu
Inti emas tahap dua
Surgawi
Hidup dan mati
Alam kematian
Inti yuzhou tahap satu
Inti yuzhou tahap dua
Yuzhou
Semuanya masing masing dibagi menjadi awal, menengah, akhir. Kecuali ranah Yuzhou yang menggunakan tingkatan tidak terbatas.
"Karena kau sudah mengerti apa itu Qi, kultivasi, dan tingkatan ranah, aku akan memberimu satu jurus." Ujar Kakek Luan.
"Jurus?"
"Ya, aku akan memberimu jurus peringan tubuh. Yaitu langkah bayangan. Meskipun jurus ini pada tingkat dasar, tapi tidak ada yang pernah bisa mempelajarinya. Dan mungkin jurus ini cocok dengan elemen mu." Ujar kakek Luan.
Zhen terdiam sejenak. Awalnya ia tidak berniat mempelajari bela diri seperti ini. Tapi sekarang dirinya berpikir mungkin ada bagusnya jika ia mempelajarinya. Karena jika orang orang itu membulinya lagi setidaknya ia bisa melawan. Tidak peduli mereka akan melakukan apa yang penting ia tidak hidup dalam ketakutan karena mereka. "Baiklah." Jawab Zhen mantap.
Kakek Luan mulai tersenyum jahil melihat Zhen mulai serius, "Bukankah kau seharusnya memanggilku guru, bocah?" Goda Kakek tua yang berjiwa bocah.
Zhen jadi gugup dan jadi salah tingkah. Dia tidak pernah harus memberi salam pada guru, "G guru? S salam-untuk-guru-!?" Salam yang begitu kaku seperti robot.
"Ck ck ck bocah jaman sekarang, kau seharusnya berlutut pada gurumu. Itu adalah penghormatan terbaik untuk guru." Kakek Luan menyilang kedua tangannya sembari memejamkan matanya seperti seseorang yang bermartabat.
Mengikuti apa kata Kakek Luan, Zhen berlutut sembari memberi hormat, "S salam-dari-murid." Ujar Zhen memberi salam ulang.
Terlihat wajah jahat senyum Kakek tua itu.
"Guru, tolong kondisikan wajahmu!?" Ujar seseorang yang tak lain adalah Jiangwu.
Seketika Kakek Luan langsung mengkondisikan wajahnya menjadi berwibawa kembali. "Ehem ehem, sekarang bangunlah dan beri salam pada seniormu!" Ujar Kakek Luan.
Zhen bangun dan memberi salam pada Jiangwu yang baru saja tiba. "S salam- senior!"
"Ah, i iya." Jiangwu sedikit canggung bertemu dengan Zhen. Tidak tahu apa alasannya tapi dia kelihatan selalu menghindari Zhen. Setelahnya Jiangwu memberi salam pada Kakek Luan.
"Baiklah muridku yang manis, sekarang kau bermainlah di taman. Gurumu ini akan membicarakan sesuatu yang serius dengan senior tersayangmu. Masalah pengajaran akan dimulai besok." Ujar Kakek Luan yang tidak bisa menyembunyikan senyum senangnya mendapatkan murid baru yang jenius.
Zhen sekali lagi memberi salam dan keluar dari kamar.
"Apa? Kau takut kita dalam masalah karenanya?"
"Tentu saja, jika wanita kejam itu tahu anak itu sekarang adalah muridmu dia pasti tidak akan tinggal diam." Ujar Jiangwu khawatir. Dia tahu pasti seberapa kejam Jiafen menyiksa Zhen. Dia tidak tahu kenapa Jiafen menyiksa anaknya sendiri. Tapi yang pasti dia dan gurunya akan mendapat masalah jika mereka menjadikan Zhen sebagai murid.
Perkataan Jiangwu ada benarnya. Mereka akan benar benar habis jika menjadikan Zhen sebagai murid dan memberinya perlindungan. Sebab para fanatik kepercayaan itu ingin sekali membunuhnya. "Kau tenanglah dulu. Mereka tidak akan berani mencelakaiku karena aku adalah salah satu kekuatan besar klan ini." Ujar Kakek Luan menenangkan Jiangwu.
"Tapi…"
"Sudahlah, aku tidak ingin lagi membicarakannya. Aku ingin membicarakan hal yang lebih penting denganmu." Ujar Kakek Luan mulai memperlihatkan keseriusannya.
Di luar pintu, ternyata Zhen belum pergi jauh dan mendengar semuanya. Dia hanya diam meskipun tahu apa artinya. Tapi ia tidak berpikir kalau Kakek Luan adalah orang yang selemah itu.
Sekarang Zhen benar benar pergi mencari taman yang yang dimaksud Kakek Luan. Di dalam klan guaiwu ada enam kediaman. Yaitu kediaman utama untuk ketua klan yang bernama Moon Radiant Palace, itu tempat dimana Ketua dan beberapa pengurus Klan tinggal.
Dan disini adalah kediaman Tetua Luanzi, Sapphire Radiant Palace. Salah satu pilar kekuatan Klan Guaiwu yang bertugas mencari informasi dari dalam maupun dari luar dan juga bertugas sebagai Pedang yang melindungi Klan Guaiwu. Paling dikenal sebagai tempat berkumpulnya segala informasi dan Tetua Luanzi adalah pemilik dari tempat ini.
Setelah berkeliling berjam jam akhirnya Zhen menemukan taman yang dimaksud. Tentunya ia harus tersesat dulu baru menemukan taman yang sebenarnya sangat dekat dengan langkah awalnya barusan.
Disini tercium bau semerbak bunga yang harum.
Di sisi Kakek Luan dan Jiangwu…
"Apa? Istana suci yang mengirim mata mata?" Tanya Jiangwu kaget dengan informasi yang didapat.
Ada tiga dunia…
Dunia bawah
Dunia tengah, dan…
Dunia atas
Pertama, dunia bawah atau Alam Yin adalah dunia yang dipenuhi penjahat, monster, iblis, hantu, dan makhluk jahat lainnya. Tempat itu adalah tempat buangan sekaligus penjara bagi para sampah dan penjahat. Seseorang yang berkuasa di tempat itu biasa disebut Raja Yama.
Kedua, dunia tengah atau Alam Pembinaan adalah dunia dimana para pemula kultivator hidup. Dari ranah tanah sampai ranah Yuzhou. Dan tentunya kalian tahu siapa yang memimpin dunia tengah.
Dan yang ketiga adalah dunia atas atau Alam Yang adalah tempat dimana orang orang kuat berada. Tingkatan orang orang di Alam Yang jauh lebih kuat dari pada di Alam pembinaan. Status seseorang akan jauh lebih kuat jika berhasil memasuki Alam Yang. Bahkan Kaisar sekalipun harus tunduk jika bertemu seseorang berstatus rendah dari Alam Yang. Karena tempat itu tidak bisa di masuki sembarang orang. Seseorang yang memimpin dunia atas adalah Kaisar Surgawi.
Istana Suci adalah tempat terkenal di dunia atas (Alam Yang). Semua orang mengetahui namanya termasuk di dunia tengah (Alam Pembinaan) dan dunia awah (Alam Yin).
"Benar, orang yang mengirim mata mata itu adalah dari Istana suci. Entah apa tujuannya, tapi saat aku melihat ingatan dari mata mata itu dia sedang mencari seseorang." Ujar Kakek Luan melanjutkan pembicaraannya.
"Siapa yang mereka cari?" Tanya Jiangwu penasaran.
Kakek Luan terdiam sejenak dengan pertanyaan Jiangwu. Dia sepertinya agak ragu untuk menjawab. "Kau harus merahasiakan ini seumur hidupmu. Bahkan aku sampai memalsukan laporan supaya apa yang kuketahui ini tidak diketahui Raja (Ketua Klan)" Sepertinya ini adalah masalah yang benar benar rumit dan tidak boleh ada banyak orang yang tahu.
Jiangwu mempersiapkan diri untuk mendengarkan dengan jelas.
"Mereka mencari seseorang yang memiliki elemen kegelapan, kau pasti tahu siapa bukan?" Kakek Luan makin serius.
Seketika Jiangwu membelalakkan matanya kaget. Bagaimana mungkin ia tidak tahu. Dia adalah anak yang paling dibenci dan dikucilkan didalam Klan.
"Ming Jia Zhen?!"
...~~...
...-...
...-...
...SEMOGA SUKA...