I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 67



"apa!"kata gue memalingkan muka jutek gue ke dia.


dipikir pikir,sama sekali gak pernah ada kejadian yang baik kalo gue terus sama dia aja.sama kayak kali ini,baru aja dipanggilan tadi sudah ganggu mood gue.taunya malah datang ke sini.


"ayolah,kak.kalo gak mau, Chelsea tungguin aja sampe nih kafe tutup,baru ikutin kakak kemana aja,mau mandi juga Chelsea ikuti."balasnya lagi sambil memerkan muka memelasnya dan sikap manjanya yang sudah bertahun tahun gue sama dia sikapnya gak pernah berubah sama gue.selalu aja bikin bulu kuduk gue berdiri.entah setan atau mayat hidup gak ada bedanya.


mau gak mau terpaksa gue iyakan.dia ini orangnya kalo udah ada maunya dan udah mutusin mau ngelakuin apa aja yang sudah di bilang pasti dilakukan.bukan hanya sama gue.sama Alex juga begitu,makanya Alex ngasih tau gue ada dimana.kalo nggak dia sendiri yang repot.sama kayak kejadian tahun lalu,Alex kena gosip yang disebarkan Chelsea kalo dia pernah melecehkan Chelsea di sekolah dulu yang gak pernah dilakukan sama dia hanya gara gara dia tidak ngizinin Chelsea ikut sama gue ke rumah alex.hasilnya namanya jadi tercemar dan ada juga temannya yang membanggakan sikap berani Alex yang mana itu jelas makin memperburuk dia.makanya gue maklum aja sama dia.kapok berurusan sama Chelsea.


"dimana?"


"di rumah"balasnya penuh semangat di barengi melompat meluk gue.


lagi lagi dua gumpalannya nutupin semua muka gue.asli,itu membuat gue sesak nafas.waktu ngelepasinnya aja susah ngeyel banget nih anak lepasnya.


kring....


suara lonceng sebagai penanda ada yang baru masuk atau keluar berbunyi.segera gue melepas paksa dari Chelsea lalu mata gue langsung tertuju ke depan meja bar yang jaraknya dari pintu masuk gak sampe empat lima meter.


"gue mau ngomong sama Lo."mahkluk aneh satu lagi yang sudah lama gak terlihat tiba tiba muncul di depan gue dan mau ngomong sama gue.


"oh."gue menanggapi sekedar.lalu melirik lagi ke Chelsea.memberi kode agar dia cepat pergi.


"iya,iya.Chelsea pergi.tapi jangan lupa nanti,ya."dia langsung lari setelah curi cium bibir gue sambil cengar-cengir ke Nikita dan yang gue rasa itu sifat lamanya,tidak lain suka ngerendahin orang lain.


oke,gak usah bahas itu dulu.masalah di depan gue ini masih perlu gue tangani dan gue dengerin.seingat gue hari itu dia paling anti bicara sama gue.sekarang ada konspirasi apa lagi ini.


gue keluar dari meja ke meja pelanggan,mengambil kursi lalu meletakkannya di dalam meja bartender.sebelah gue. "apa?"


"gue mau lo jadi pacar gue."


lha?napa lagi nih bocah?kumat?tiba tiba ngajak gue pacaran.yah,tapi gue gak ada sama sekali nunjukin ekspresi kaget.lebih tepatnya gue begini karna adanya keterbiasaan.


sekilas gue menatapnya,lalu mengalihkan pandangan ke bawah.kemudian berdehem sebelum bicara.


"oh?"kata kata yang sempat terpikir di kepala,kembali tertahan.menatap matanya lagi sambil mengerutkan dahi.mempersilahkan dia menjelaskan.


"apa?"


yaelah.gak ngerti dia ternyata apa maksud gue.gue liatin Lo begitu artinya : oke-coba-lo-jelasin-alasan-masuk-akal-apa-yang-harus-membuat-gue-jadi-pacar-looooo.


terpaksa mulut gue sendiri yang ngomong.ngabisin tenaga aja.udah kafe sepi lagi.


"alasan apa yang Lo punya untuk membuat gue berpikir kalo gue mau jadi pacar Lo."udah.capek gue bicara dalam satu tarikan nafas.


"gue hamil."ujarnya


boom! seketika ucapanya mampu buat nyawa gue jadi golontoran kemana mana. pikiran gue yang sebenarnya tadi udah gue coba buat tenang ternyata di tembus satu kalimat menjadi kucar-kacir gak karuan.hati gue benar benar berantakan.mencoba untuk tidak percaya? kedatangannya udah bisa jadi alasan yang masuk akal, mengingat tempo lalu dia begitu ingin gue pergi.


pandangannya beralih pada tas kecil berwarna ungu sembari tangannya ikut masuk ke dalam lalu mengeluarkan benda kecil mirip kayak gagang sikat gigi yang di dominasi warna putih dan biru.testpack.


tanpa bicara gue langsung ambil dari tangannya dan ngecek di google pembuktian kehamilan atau tidak.dan ternyata benaran positif.


"anjaaaaay..."


gawat.dia beneran gak bohong.


mati gue! tamat riwayat gue. cukup sampai sini aja hidup gue.arrgghhhh....taiii....


kenapa gak kepikiran sama sekali sama gue.tamat hidup gue.bukan hanya satu masalah ini yang bakal datang,masalah masalah lain pastinya ikut nebeng menghampiri gue.terutama bokapnya,pasti mati gue kalo ketahuan.begini amat nasib gue...


"ehemm.itu...eh...lo."gue kembali terdiam.pikiran gue kosong melompong.rasa gugup gue saat ini seperti perkenalan pertama kali gue waktu SD dulu.


"eh...jadi mau Lo apa?"tanya gue asal karena sangkin kosongnya otak gue.


"seperti gue bilang tadi.jadi pacar gue."


"terus...,rencana kedepannya gimana?lahiran? sekolah Lo gimana?emang Lo kapan lulus?bokap lo?"


anjing,kan.goblok banget gue bisa gugup gini sampai sampai kelepasan kesinggung soal bokap Nikita?


"gak ada"balasnya singkat.lalu dia berdiri mengambil gelas di laci belakang gue dan menuangkan air putih.pandangan gue terus mengikuti setiap gerak geriknya. hati gue benar benar terguncang oleh berita sialan begini. kenapa harus terjadi sih? dan kenapa harus dengan cewek SMA dengan bokap sialannya yang seperti itu? kenapa harus begini amat nasib gue?!!!!


"kalo gak ada rencana kayak mana nantinya?"


"gak perlu dipikirkan.jalani aja."


"terus...apa lagi mau Lo."


"gue juga masih punya hal hal penting yang harus Lo dengar.lo gak gue izinkan punya cewek lain yang genit genit sama Lo,terus Lo gak boleh ngelakuin apa apa ke gue.hanya gue yang boleh apa-apain lo.terus kehidupan pribadi gue gak perlu Lo ikut campur kalo gak gue izinkan.paham?"


"lha?kenapa gitu?namanya gak adil tau.gue mau di ubah lagi."


"gak!ini satu satunya pilihan Lo."


TAII...kenapa ini ceritanya jadi gue yang kayak cewek terdindas.gue ini cowok bego,kenapa gak ada pilihan sama sekali. jengkel banget gue kalo di kendalikan begini jadinya.


"oke.tapi Lo juga gak boleh ikut campur sama urusan pribadi gue.kecuali yang udah Lo sebutkan tadi.oke?puas Lo,kan?"


"balik lagi.bokap Lo gimana?"


"belum tau."