I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 13



jarum pendek jam dinding menunjuk angka enam sedangkan yang panjang di angka empat.langit pun mulai membiru dan sebentar lagi menggelap.anhar sibuk melayani pengunjung sedangkan gue baru saja bisa punya waktu luang mengecek ponsel yang tadi sengaja di silent karena harus fokus. gue tidak mau ada gangguan dari cewek sialan itu. terlihat dilayar ada panggilan tak terjawab baru saja dari 'Cewek Goblok' tersimpan dalam kontak gue.


"har,gua cabut dulu ya. sebentar ada urusan nanti gua kembali lagi,oke?" gue buru buru sambil bersiap siap.


"kemana Mon? ini hari kedua Lo kerja Mon.semalam Lo juga izin."


"iya,gue tau.bentar aja,gue mau jemput adik bodoh gue.balik lagi gue." jawab gue beralasan.


sebelum mengijinkan anhar memperhatikan kiri kanannya ke seluruh bar yang sudah sepi dan tidak ada yang harus di layani lalu mengizinkan.


"oke,cepat lo balik. gue yang repot nanti."


"oke,gua cabut dulu yak."


entah angin goblok apa yang membuat gue tiba tiba mau menjemputnya. padahal gue harus menghindar dari dia. entahlah, terkadang insting gue suka mengendalikan diri gue untuk hal bodoh.


sesampai di sekolah gue bergegas turun mencarinya masuk sekolah sambil meneleponnya terus menerus namun tidak diangkat. gue tahu seharusnya gue cukup berpikir simpel kalau dia sudah pulang dimana gue memperhatikan saat ini sekolah sudah sepi tidak ada seorang pun.


gue sangat membenci perasaan ini, membenci rasa khawatir pada seseorang yang seharusnya tidak ada kaitannya dengan gue. rasa yang sama seperti tujuh tahun lalu. kenapa gue bisa merasakan hal yang sama jelas jelas gue tidak mengenalnya. insting yang memakan akal sehat gue yang akhirnya selalu bertindak tanpa pikir panjang.


"HEI BODOH...."teriak gue tanpa memperdulikan apapun.


" Hei Bodoh...DIMANA LO." teriak gue namun tetap tidak ada jawaban.


suara langkah kaki dari belakang membuyarkan gue lalu mencari arah suara. "ma..maaf pak.anda ada keperluan apa disini?" ucap seseorang bertubuh gemuk berpakaian serba hitam dan perut menonjol dengan logo security menggantung di pundaknya.


"ehh...ini pak. saya mencari adik saya,namanya Nikita. bapak kenal? dia masih belum kembali sejak tadi ke rumah." ujar gue beralasan walau gue belum mengecek ke rumahnya.


"Oo..oh begitu.tapi sepertinya semua murid sudah pulang,soalnya dari tadi saya sudah berkeliling bahkan melihat kelas kelas yang sudah kosong.mungkin dia sudah pulang,coba anda kembali mengecek saja dulu,mungkin dia sudah ada di rumah." jelas sang satpam memaksakan senyum tidak enak di mata.


iya gue tau....gue sudah berpikir soal itu tadi. tapi mengingat keras kepalanya tidak mungkin dia kembali. namun apa boleh buat,satpam itu sudah mengatakan tidak ada seorang murid lagi di sekolah. "yaudah pak.saya kembali dulu ngecek.sebelumnya,terima kasih." ucap gue meninggalkan satpam tersebut berjalan keluar dan menuju motor.


lagi lagi pikiran gue mencoba menawarkan banyak kemungkinan tidak jelas untuk memaksa gue beranggapan jika dia masih di sekolah. sesaat ingin menancap gas motor, insting gue mencoba menawarkan pikiran bahwa ada yang janggal dengan satpam tersebut dengan tindakannya yang gugup.ya itu masuk akal, gue menyetujuinya. mungkin saja terjadi sesuatu jika di lihat ia memabg seolah memaksa gue segera pergi. sial! insting gue mendominasi.


sekali lagi. gue memutuskan pergi mencarinya diam diam ke dalam sekolah hingga memastikan sekolah benar benar kosong. mencarinya ke semua kelas lantai dasar dan atas hingga gue menjumpai satpam itu lagi saat ingin menaiki lantai tiga. ia duduk santai menghisap rokoknya membelakangi gue.


sebelum mengganggunya lagi, gue turun ke lantai dasar untuk menghubungi salah satu bodyguard bocah itu yang sempat memberi gue nomornya. bisa dikatakan dia lebih bersahabat dibandingkan yang lainnya,ia memperkenalkan diri Rey. jika memperhatikan tugasnya, ia selalu bertugas memastikan keadaan nona nya dan dua yang lainnya selalu menjadi petinju memukuli gue.


untungnya Rey langsung mengangkat. "hallo,ada apa tuan menelepon saya."


"Rey, lo dimana? cewek bodoh itu udah balik?"


"nona?"


"Loh..bukannya tadi berangkat sekolahnya sama tuan." tanyanya kembali.


"lah? bukannya kalian bertugas menjemputnya?" tanya gue balik.


"kami bertiga sekarang sudah kembali ke rumah, dan nona menyebutkan jangan menjemputnya,biar tuan saja. kalau begitu sekarang kami segera mencari ke sekolah." jelas Rey dari telepon dan segera ikut mencari nona nya.


"oke.bantu gue cari."


"baik."kata Rey lalu memutuskan telepon.


sambil mendengarkan musik dangdut yang begitu menyakitkan bagi telinga gue sekali kali satpam itu mengarahkan lampu senternya ke bawah lalu kepalanya geleng geleng kayak denger lagu DJ. aneh kan? seumur hidup gue bahkan sekalipun gue menjumpai orang yang kalau mendengar lagu dangdut berasa kepalanya bergerak sendiri oleh dugeman musik bahkan saat ini yang ia dengarkan lagu putus cinta.


satu satunya jalan tercepat yang ada di pikiran gue ialah memantau melalui cctv mencari bocah itu. tidak ada pilihan lain selain bertindak nekat saat insting gue sudah memaksakan kehendak,apalagi dari tadi itu satpam masih tidak berpatroli.


terkadang gue mempertanyakan apakah dalam diri gue ada berapa kepribadian sehingga bisa bisanya gue selalu melakukan hal yang tidak sesuai kemauan gue. kadang gue berdebat sendiri, kadang juga menghina diri sendiri saat kejadian yang tidak gue ingin berakhir konyol.


"bisa saya memantau dari cctv?." ucap gue begitu mendekati satpam tersebut dan membuatnya terkejut langsung membuang rokok yang baru dia bakar.


"pak, tidak sembarangan orang bisa melihat cctv."


"barangkali....,eh...tapi saya yakin dia masih disini." kata gue lagi tanpa basa basi tetap ingin melihat ruang pantau.


"bagaimana bila bapak kembali besok saja."tawar pria itu dengan ekspresi sedikit marah, tangan mengepal.


"gak bisa,kalau besok keadaanya berbeda."


"keadaan siapa?"


"mungkin keadaan gue yang udah babak belur di pukuli sama bokap." jawab gue beralasan bahwa bocah itu adik gue.


"tapi sekarang tetap tidak diperbolehkan.itu memerlukan izin dari pihak sekolah juga" tekan dia lagi.


" CUKUP OMONG KOSONGNYA,SEKARANG TOLONG BERIKAN SAYA AKSES UNTUK MELIHAT CCTV.KALAU TIDAK JANGAN SALAHKAN SAYA APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA!!!" ancam gue semakin jengkel. nih satpam apaan masalahnya sih, padahal gue udah ngaku bocah itu adik gue masih saja tidak memperbolehkan gue.


"oke,kalo bapak maksa.silahkan." kata satpam itu lalu berjalan sambil menyalakan rokoknya lagi. hal itu menambah rasa curiga gue ketika ia mengijinkannya. jika memang harus memerlukan izin pihak sekolah, dia sebagai satpam harus tetap tidak memperbolehkan walau gue buat babak belur sekalipun.


ia memimpin jalan menuju ruang pemantauan santai memainkan siulan kemudian memukul mukul setiap pintu yang ia lewati hingga sampai pada salah satu ruangan gelap lantai tiga dan mempersilahkan gue mengecek sendiri tanpa panduan darinya lalu ia meninggalkan gue tanpa ikut masuk ke dalam.


untuk urusan mengotak atik komputer, gue bisa sedikit dikit berkat kemampuan yang diajarkan alex dulu. katanya untuk jaga jaga kalau gue perlu. untungnya ilmu alex berguna juga.