I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 29



Saat gue sudah memastikan tertidur,gue kembali menaiki kasur dan tidur memeluknya. sama seperti biasanya,aroma khas tubuhnya terasa sangat nyaman.


tangan gue mendekapnya serta menempelkan pipi ke pipinya. "Lo sangat wangi. untung Lo udah tidur,kalo nggak udah gue cium." bisik gue lembut di telinga Nikita sekalian menjilat pipinya."Lo kalo lagi tidur atau bangun sama sama tetap manis."bisik gue lagi sambil memainkan rambutnya seperti kumis gue.


lama gue hanyut dalam kenyamanan hampir membuat gue ketiduran."Nikita, good night. "ucap gue sebelum akhirnya memutuskan tidur.


"good night."Nikita mencium pipi gue setelah gue menutup mata lalu membalas kembali pelukan yang saling menyatu.


sesuatu yang sudah di sepakati,setelah hari ini gue udah bisa lepas dari Nikita. setelah pamit sama keluarganya,gue langsung diantar sama om Iman,tapi pas gue tanya Nikitanya dimana,ternyata Nikita udah pulang duluan saat masih subuh,alasannya mau sekolah.


"Mon,kamu punya kerjaan?"


"nggak.ada apa om?"


"ehm....nggak,nggak.om hanya mau tau aja.barang kali kamu mau kerja,om bisa urus."


"kerja?"tanya gue.


"eng..kerja di perusahaan ayahnya Nikita. om lihat Nikita sepertinya suka sama kamu,kalau kamu kerja di perusahaan ayahnya pasti posisi kamu lebih bagus nantinya."


"oh...gitu.terima kasih om,tapi saya gak tertarik."


"hah...?kenapa gak tertarik?"


"saya mau berusaha dari nol. gak tertarik di pekerjakan apalagi pakai sistem backing."ucap gue jelas seperti yang ada dalam pikiran gue,walaupun alasannya lainnya jika gue masih berada di lingkungannya,kapan gue bisa bebas?


om Iman seketika tersenyum lalu tertawa."emang seperti yang om duga,kamu ini gak bakal tertarik jadi pekerja. bagus-bagus. tapi nanti kalau kamu ada masalah bisa cari om aja,gak perlu sungkan."om Iman kembali tertawa.gue hanya tersenyum kik-kuk saat dia percaya jawaban palsu gue.


"oh ya, ngomong-ngomong soal Nikita,kalian berdua pacaran?"


BOOM! tiba tiba badan gue bergetar hebat kayak di serang rudal oleh pertanyaan itu. hati gue langsung gugup,entah apa yang membuat dia bertanya demikian. mana mungkin gue menjawab kami hanya punya hubungan saling menguntungkan!!!


"eh....itu,kami...."


"sudah...kalau kamu gak mau jawab tidak usah dijawab.itu hak kamu."ucap om Iman lagi setelah melihat ekspresi gue kayak tersangka pemerkosaan diintrogasi.memang iya,tapi ini om Iman terima,tapi kalau gue jawab "nggak pacaran" tapi udah ngelakuin persetubuhan bagaimana gue harus menjawabnya?


"hahaha,gak usah gugup gitu. biasa aja.emang kamu mau usaha apa?" om Iman mengalihkan percakapan lalu mengarahkan pandangan ke depan melihat jalan.


"macam macam om.banyaklah."


"hah...?PKL? atau kelontong?"om Iman kembali bertanya dengan ekspresi tidak percaya.


"ehh....bukan itu maksudnya."gue juga di bikin terkejut.sejak kapan gue kepikiran usaha begituan.


"jadi usaha apa?"


"ya pengusaha juga.tapi masalahnya saya belum banyak pengalaman tentang itu.jadi lagi mulai untuk mengerti dulu."balas gue dengan tenang lalu menatap lagi jalanan disebelah gue. mampus gue, sudah jawaban bohongan malah di tanya lebih rinci lagi.


"oh...begitu toh.kirain apa.kalau gitu bagus.nanti kalau soal untuk pengalaman nanti kamu om ajarin.kalau ada yang tidak kamu mengerti bisa juga cari om."imbuhnya yang masih terus memperhatikan jalanan sempit. jalan sebelum ke rumah Alex emang begini.


"ya om,makasih."


"iya...kamu turun di mana nanti."


"di depan itu aja,nanti dari situ saya ada perlu lagi,jadi saya turun di situ aja om." tunjuk gue ke arah pohon beringin di pinggir jalan depan pos security komplek.


"ok...udah,turun gih."


"makasih om,hati hati."ucap gue setelah turun. dia menanggapi dengan mengklekson lalu pergi.


"oh....shitt,bangsat Lo Mon sakit bego."pekik Alex kesakitan setelah gue timpa dia tiba tiba begitu gue sampai.


"nih." gue berdiri dan melempar satu kotak warma putih berlogo kembaran R terbalik.


"wih...tau aja Lo gue baru siap makan."Alex segera membuka bungkusan plastiknya. "ngemeng-ngemeng kemana aja Lo selama ini?"sambung Alex lagi setelah mengeluarkan asap dari mulutnya.


"panjang ceritanya,Lex."


"gak masalah,gue siap mendengarkan lo cerita." ucap alex menunjukkan tampang seriusnya saat kepo.


akhirnya gue ceritain semuanya sama alex.mulai dari gue ketemu sama Nikita,bercinta dengannya,lalu diincar sama itu bocah,malahan gue jadi ketagihan sama tubuhnya.si Alex cuma cengar-cengir sambil geleng-geleng menatap gue.semuanya gue ceritakan tanpa sedikitpun tertinggal.


"gila bener tuh cewek Mon,mau aja sama Lo yang kaya kuda Nil gini.kemasukkan wewe gombel kali." tawa alex ngakak.


"bangsat Lo Lex.yang ada lebih gantengan gue kali.Lo yang kaya asbak gini mana bisa ngejek orang lagi."balas gue yang dilakukan sambut tawa Alex.


begitulah kami, saling hina namun tal pernah ada kata tidak terima.kami satu sama lain tau karakter masing masing,tapi tidak pernah menjelekkan ke orang lain.


"tapi Mon,kenapa gak lo pacaran aja ******.kata lo ketagihan,dia cantik,apalagi dia terima lo apa adanya.lumayan kali."


"Lo kaya kagak tau gue aja,Lex.gue masih cari dia Lex."


"Lo masih kepikiran dia? alah Mon...Lo itu ganteng,badan lo aja bagus,anak SMA aja kepincut sama lo.ngapain lagi lo berharap sama dia.yang kurang dari Lo ini,hmm...otak lo yang gak terlatih aja. trus jadi orang kaya.itu aja." ujar Alex.


"tau gue,tau.tapi rasanya gak lega,Lex."


"terserah lo dah Mon,yang penting jangan sia sia-in apa yang udah lo dapat. jangan lupa juga sama orang yang selalu sama lo dari nol Mon."Alex berdiri mengambil kaos putih lengan panjang dan memakainya.


"mau pergi,lex?"


"iya,ada keperluan diluar.Lo mau ikut?"


"oh....nggak ah.''


"yaudah lo sini aja ya.gue pergi sekarang."Alex pergi keluar dari kamar dan gue tiduran di atas kasur, mengarahkan pandangan ke atas langit langit sambil termenung sebelum akhirnya buyar saat Alex masuk lagi mengacak-acak lemarinya.


"cari paan Lex.''


"ini,gue hari itu beli handphone baru,dapat dua."


"hah?seriusan...?bisa gitu?"mata gue terbelalak.


"iya.lo bantu cari."


"trus...buat apa lo cari."tanya gue sembari berdiri lalu ikutan mengacak-acak lemari sampai seperti kapal perang kacaunya semua pakaian yang ada didalam.


"buat lo,lah. buat siapa lagi."Alex berpindah tempat disebelahnya."ha...ini dia.nah buat Lo."satu kotak handphone melayang kearah gue.ternyata merek perusahaan handphone terbesar di Korea Selatan.


"oke,gue pergi dulu." begitu Alex pergi gue langsung meletakkan kembali handphone lamanya yang sudah gue pinjam seperti intruksi Alex.


"thanks lex." teriak gue dari belakang selagi Alex terus berjalan keluar kamar.