
ternyata memang tidak semudah yang dibayangkan untuk membuka usaha.tidak berjalan seperti membuka kafe lalu menunggu pelanggan yang datang dan melayani.tidak!
selain tiga kawanan bocah yang mesennya cuma teh manis dingin tapi nongkrongnya sampe jam sepuluh malam.disisi lain Nikita tetap duduk ditempatnya tadi.pandangannya terus tertuju ke luar jendela tanpa bergerak sendikitpun.tatapan matanya betul betul kosong ketika gue diam diam mendekat dan melihatnya dari pantulan jendela.
sampe akhirnya tiba juga jam di mana gue seharusnya udah tutup.gue bergegas mau ngusir tuh bocah bocah,tapi sebelum gue datang mereka udah udah pada berdiri dan pergi setelah membayar tagihan yang dikitnya minta ampun.kalo mau di beli rokok buat Alex aja kurang.tapi setidaknya gue sedikit lega,di hari pertama gue buka sudah ada orang yang mau datang.walaupun nongkrongnya cuma Wi-Fi an.
"Lo mau sampe kapan nahan aku disini?"Nikita bertanya tanpa memalingkan mukanya.
"menurut Lo?"
"ini,kan hari terakhir Lo.kalau belum ada kabar gue yang terdengar ke ayah aku Lo sendiri yang tanggung akibatnya."
sambil masih mengelap gelas gelas yang barusan gue cuci lalu meletakkan pada tempatnya.gue melangkah ke arahnya.
mungkin kalo aj di ingatkan Nikita mungkin gue benar benar lupa.
"menurut Lo tampang gue penakut?"balas gue.
"iya."
"heh....sama siapa?bokap Lo?asal Lo tau aja,bokap Lo gak ada apa apanya sama gue kalau gak ada anjing anjingnya."
"terus,kalau gitu Lo ngapain nyari gue?sampe gak tidur semalaman?gak mungkin rindu,kan?"tanya Nikita asal.
"kalo iya,kenapa?"tanya gue balik.gue semakin mendekat ke dia.lalu tanpa sungkan sungkan gue menarik dia pergi ke meja yang lain.
"sekarang udah sepi.lo kasih gue penjelasan yang gue inginkan setelah itu Lo bisa pergi?"
"..."
Yee...gue malah di diemin sama nih bocah kayak kucing cuma numpang lewat.jawab woi... masih orang nih.kalau begini yang gue takuti dari dia karena kebanyakan diam adalah gue kayak bicara sama hantu aja.hantu sih masih mending,yang ini lebih serem.
"mau Lo apa.gue..."
"Lo pergi dari hadapan gue."balasnya langsung sebelum gue selesai bicara.
"....oke.kita buat kesepakatan.setelah Lo kasih apa yang gue Inginkan,gue juga ngelakuin yang sama.dan...."
"aku gak bilang mau cerita."
lagi lagi gue di sela.nih orang lama lama bikin emosi bener dah.udah sombong,egois pula.
"dan kita satu sama lain tidak lagi bertemu, kapanpun."ucap gue setelah menimbang nimbang hal yang cukup masuk akal.sesuai keinginan dia,juga keinginan gue dari dulu.
dari tadi gue berusaha memperhatikan mimik wajahnya.sedikitpun gak gue lewatkan.termasuk tampang terkejutnya pada ucapan terakhir gue.gue berdiri,mengambil gelas di depannya setelah gue lihat sudah kosong lalu membuat lagi yang baru untuknya.
"Lo bisa menolak.itu terserah sama Lo dan itu juga gue anggap Lo itu memang ada rasa sama gue."untuk kedua kalinya gue mempertaruhkan ucapan gue agar membuatnya terpojok.mau bagaimana lagi, masalahnya sudah sejauh ini.dan sekarang adalah kesempatan yang pas untuk benar benar lepas dari dia dengan cara membuat dia agar mempertahankan egonya.
untuk urusan bokap Nikita,sialan yang satu itu masih bisa gue pikirin cara mengatasinya walaupun sangat sulit melihat dia dalam jalan berpikirnya.ditambah dari sisi lainnya,seorang pengusaha.sudah terlalu biasa bagi gue sejak kecil melihat sifat sifat dari rekan rekan ayah gue yang juga pengusaha.dan yang paling mengerikan dari mereka adalah kelicikannya.saling menelan.
"*******!Lo kira Lo siapa?Lo bukan siapa siapa.lo itu gak lebih dari pria polos dan bodoh yang pernah aku gunakan.jadi Lo jangan keterlaluan."kerah gue tiba tiba di tarik kayak bocah SD yang mau di pukul sama kakak kelas.tapi gue gak bisa berbuat apa apa.memang ini skenario yang sudah gue perkiraan.
"jadi?"tanya gue sedari melepas tangannya dari baju gue.
"masih perlu Lo tanya lagi?aku gak pernah suka sama lo dan juga gak bakalan ceritain apa apa."
"ya,berarti itu gue anggap hanya alasan sok serius dari Lo."balas gue lagi.
"..."dia diam tidak mempedulikan gue lagi.pandangannya kembali seperti semula.menatap orang lalu lalang di luar.
gue juga ikutan berdiri,tapi menjarak dari tempat duduknya.sambil menikmati teh hijau gue juga merokok yang barusan nyampe dianterin ojol.tanpa sadar kebiasaan yang seharusnya gak ada jadi mempunyai rasa menginginkannya.mungkin karna gue sering mendengar dari orang orang rokok juga bisa membuat pikiran tenang sementara.dan itu terjadi karena dorongan pikiran gue.bukan itu yang anehnya.tapi adalah sambil minum teh hijau.yang sebenarnya untuk membersihkan paru-paru.
Trrrt...Trrrt...
"Mon,Lo pulang gak nih?"Alex langsung bertanya begitu gue angkat panggilan.
"oh...gak tau Lex."
"Lha?bukannya cewek Lo udah ketemu.kenapa lagi?"
"pusing gue Lex.kayak ngebujukin induk beruang kutub gue.hancur."kata gue pada Alex yang mana seperti Alex normalnya.kesialan gue selalu di tertawai sama dia dan di bumbui oleh hinaan yang gak ada akhlaknya sama sekali.lalu panggilan kami berakhir saling menghina.
"dah lah,botol cuka gue tutup dulu."kata gue menutupnya setelah dia membalas hinaan gue.
"yaudah Duda beruang kutub."lalu panggilan terputus.senyum gue memudar setelah tidak ada lagi yang bisa di ajak bercanda.
asap rokok mulai mengepul.Nikita sudah menunjukkan gerak gerik tidak nyamannya dengan asap rokok yang ada.gue berdiri,membuka jendela lalu menyalakan kipas angin yang berada di dinding belakang meja gue bisa melayani pelanggan.membiarkan semua asap asap keluar.
°
°
°
HAI... semuanya,terima kasih untuk kalian semua yang telah membaca novel:
I'AM YOUR MAN
jangan lupa terus berikan dukungan untuk author ya dengan:👍,⭐⭐⭐⭐⭐ dan VOTEnya,kalau boleh juga bisa berikan tip.dan juga berikan kritik dan saran untuk ceritanya.
jangan bosan untuk terus menantikan update cerita lanjutannya ya.....,