
dari awal injakan kaki gue sudah berada diantara gang dan trotoar jika ditarik garis lurus, hawa dingin benar benar berbeda.pikiran otomatis mengatasi pikiran brengsek gue yang selalu aja dipenuhi ketahayulan.mengarah pada ingatan muka alex,sial.
keberadaan gue yang saat ini gak sampai ditengah gang.suara tangisan perempuan membuyarkan isi kepala gue yang dipenuhi tapal kuda.tiba tiba saja tangisan itu menghentikan langkah gue sebelum akhirnya berjalan cepat.
benar saja, itu bukan suara hantu penunggu sini,syukurlah.tangisan berontak cewek SMA beserta pakaian lengkap yang sedikit diangkat hingga terlihat daleman atasnya oleh pria yang mencoba membungkamnya.meraba keseluruhan tubuhnya.
gue spontan mendekat tanpa basa basi langsung mendaratkan pukulan terkeras gue tepat ke rahangnya.
"Lu SIAPA ANJING?!!"makinya ke gue sambil memegangi rahangnya, ah syukurlah gue tidak jadi masuk penjara, untung tidak mati. bisa bisa malah gue yang naas.
"BERANI BERANINYA LO MUKUL WAJAH GUA,BANGSAT!!!"teriaknya lagi tapi masih takut untuk maju.sekali lagi, gue memastikan dia pingsan.
gue langsung berbalik mendekati cewek tadi,memastikan kalo ini bukan skenario prank setan nyari mangsa.entah gue berjalan terlalu dekat dengannya hingga dia terkejut tapi tiba air matanya jatuh dengan jelasnya,seolah gue lah yang di tunggu tunggu.
"sekarang aman,pulanglah." kata gue buru buru balik ke diskotik.
" te-terimakasih,om." katanya terbata bata.
gue terkejut.bukan karena seragamnya yang basah atau muka lesunya, tapi gue langsung ingat kalo ini bocah yang manggil om setelah nabrak gue.
Tanpa membalas,gue langsung pergi nyari tapal kuda yang sempat hilang dari pikiran gue. Awas aja kalo sampai beneran di tinggal tuh anak.
Sampai tepat di area parkir kereta waktu tadi sama alex,motornya udah hilang. Wah parah ini anak, isi otaknya beneran kopong dah. Siapa lagi yang dia bawa ke rumah? Kenapa kagak bilang sama gue sebelumnya b*ngke. Seharusnya gue sudah sadar kalau dia mau pergi ke diskotik dan ngajak gue, pasti gue ditinggal lagi biar rumah kosong.bukan kali saja,sudah berulang kali kaya gini tapi emang dasarnya gue bodoamat-an yah begini.
Oke. Gue mutusin buat balik diam diam.palingan tuh anak udah lemes lalu pingsan.gue tidur di atap tidak apa apa lah.dari pada di halte lagi.
Begitu gue berbalik,ternyata mahkluk tadi ngikutin gue.hadeh.gue tau Lo takut.tapi Lo seharunya takut juga sama gue.gue,kan juga laki laki.gak trauma emang sama yang namanya laki laki.kayak di film-film gitu.hanya karena kesalahan satu laki laki,semuanya di samain?
Gue natap dia dalam dalam,dia membalas dengan jurus andalan cewek,menunjukkan mata berkilaunya seolah memohon sebelum akhirnya berucap.
"Gue takut, om,"
Anjirr.... Kenapa Om lagi??? Ini penerangan udah cukup jelaskan hanya untuk sekedar pencahayaan muka gue?bodoamat dah mau dipanggil kakek sekalian. Capek menghadapi bocah.
wanita yang masih dibawah umur, tampang beneran SMA.dilecehkan oleh laki laki dan lagi lagi masih saja ngekori gue dari belakang.gak takut apa gue juga buas?
"kenapa,"tanya gue resah.
"kenapa apanya?"
"GUA BUKAN BAPAK LO."aneh bener dah, udah ditolongi minta ditemani lagi.
Jawabnya santai "memang." Apes dah. Ini mahkluk bukan seharusnya gue yang tangani.
Semua karena alex. Alex lagi alex lagi.dia benar benar biang kesialan tuh anak. Ada aja kelakuan dia buat gue frustasi. Kalau bukan karena dia ngajak gue keluar, gue gak bakal jalan jalan sendirian dan dengan sok ke pahlawan gue muncul.
"Pinjem handphone,lo."tangan gue menjulur pada anak sma itu.anehnya dia tanpa basa bin basi ngasih begitu saja kemudian bersandar ke pohon sambilan memeluk gue.bodoamat ah,prioritas gue hubungi dulu bapak nih anak kemudian alex.
Lima menit gue mencari tidak ada satupun kontak yang tersimpan,semua tanpa nama dari atas sampai bawah kontaknya.etdah,nih nomor nomor siapa kok bisa banyak banget tapi gak ada nama? Emang lu bisa ingat yang mana nomor mereka?
Usaha gue tidak pudar hingga begitu saja.nomor dengan riwayat terbanyak gue coba hubungi.beberapa saat telepon diangkat sebelum akhirnya langsung di tutup ketika gue mengucap "halo."
Sekali lagi gue menarik nafas lalu membuangnya berulang ulang udah kayak cewek sinetron lebay lagi nahan amarah.gue beralih ke alex.untung otak gue tidak seperti dia yang bisa lupa banyak hal.
panggilan tersambung dan......"sorry, lagi sibuk."kemudian di tutup.
".... "
Anjing...
"Halo,ini siapa sih?kenapa sibuk kali telpon terus." Begitu katanya setelah berulang kali gue hubungi.
"BAPAK LO! GUE MAU LO APAKAN TAPAL KUDA DI SINI????"
"Oh, elu mon. Gue bawak cewek, lo ke hotel biasa,member card gue ditempat biasa."Panggilan diakhiri.
Ini yang gue salutin dari alex,dia selalu mempersiapkan rencananya dengan matang. Tanpa ada kesalahan.lihat sekarang,gue sudah masuk dalam rencana perselangkangan dia.
Sedikit demi sedikit gue merasa baju gue basah yang ternyata berawal dari baju anak sma menyambar ke baju gue karena dia meluk gue semakin erat.sekujur tubuhnya panas, tapi di masih saja menatap gue seolah memaksakan diri tetap sadar.
"Berapa nomor bokap lo?"gue kembali membuka pembicaraan.
"Gak punya."jawabnya singkat.
Idih, kasian bener masih bocah udah di tinggal bokap.pantesan berkeliaran.gue malah bergosip sendiri.
" Sorry.gue kira lo punya bokap."
"Maksudnya gak punya nomornya,om goblok."
Kenapa gue malah mikir kalo kesitu yak.maaf deh maaf,gue kira bokap lo yang udah gak ada.
"Alamat?"
"Gak punya?"
" Gembel?"
"Sejenisnya."
Hahaha...kenapa gue malah gak jelas gini sama nih anak sma.sepintas rasanya gue sedikit lega tidak tahu kenapa.gue sedikit tersenyum kemudian berdiri tanpa aba aba dan....
Bruk..!
Hmm....sudah gue duga dia lemas, cuman maksain diri dan ini akhirnya dia jatuh.
"woi...,bangun,ngapain pingsan disini pula."kesal gue kembali.kemudian bingung mau gue kemanain nih anak.malah kondisi dia lagi begini.tapi satu yang gue pertanyakan saat ini.DIA GAK MATI,KAN HANYA KARENA KEJADIAN TADI?
gue langsung berinisiatif mengecek tasnya untuk melihat alamatnya.berkali kali gue memporak-porandakan tas yang dikenakannya tapi tidak menemukan informasi alamat selain buku buku sekolahan dan dompet berisi Credit card warna hitam yang di depannya tercetak kata platinum.
mau tidak mau cuma satu jalannya,bawa dia ke hotel dulu.gue juga udah capek dari tadi.