I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 53



"kenapa?gak nyangka saya berani memperlakukan kamu begini?takut?dasar pecundang."hardiknya membelakangi gue.


dua pengawalnya gue lihatin satu per-satu lalu mengalihkan pandangan ke arah lain lalu menatap ke arah pria paruh baya yang masih kuat kalau memenangi pertarungan tinju.tenaganya gue banget


"gak seberapa.ayo,lanjut lagi,buat aja sampai anda puas."pancing gue berpura pura sok kuat.


"hahaha...kamu kira kamu siapa?kalau bisa ngalahin saya,kamu saya lepas dan tidak lagi mengganggu."balasnya lagi sambil berbalik, lalu berjalan mendekati gue.kayaknya mau mukul gue lagi nih orang tua.


gue panik dong,kali nanti muka gue yang hancur babak belur gara gara di pukuli sama dia tanpa perlawanan, mendingan gue juga membalas.******* emang.


dia maju semakin mendekat,dan gue yang lagi duduk sudah mempersiapkan nyali langsung menyerangnya tanpa di sadari pengawalnya.


"ini untuk kamu yang terlalu a..."


BRAAK....


gue terpukul keras hingga tercampak saat sudah siap dan tinggal hanya memukul bapak tua itu,tapi tanpa gue sadari gerakkan dua pengawal tadi lebih cepat dari gue dan mungkin mereka sudah sadar dengan niatan gue barusan.


"anjing!"teriak gue kesakitan lalu menatap kearah Nikita diluar yang lagi ngintipi kami.


"berdirikan."pinta bapak tua itu ke dua pengawal.


mereka menurut dan mendirikan gue.


"kamu tau apa yang telah kamu perbuat.?"


"ya,saya tahu."


"ya."ucap gue sambil menahan kesakitan.


dia mengeluarkan ponsel."Rayla,bawa kemari."katanya pada seseorang yang sedang iya telepon lalu langsung mematikannya.


tak lama setelah itu,muncul seorang wanita yang berumur antara 25 atau 30 tahunan yang berpakaian seperti sekertaris dari luar setelah mengetuk pintu.wanita itu berjalan dengan sopan ke arah bapaknya Nikita lalu memberikan semacam berkas berwana coklat ke dia kau diperintahkan keluar.


"emhh..."dia berdehem saat sedang membaca berkas berkas yang gak gue tau apa itu."Timon ya,..."


gue gak tau apa itu tepatnya,tapi kalo dilihat dari tingkahnya dalam membaca sambil sesekali melirik kearah gue,dia juga menyebutkan nama gue barusan,kayaknya itu berkas gue.dia menyelidiki gue.


"Timontius efraim, ya...emh...."ucapnya lagi lalu fokus.


"tidak buruk....,"berkas tadi dimasukkan kembali ke amplop coklat lalu melemparnya ke lantai."Timon,begini...saya tidak peduli apa latar belakang keluarga kamu dan sehebat apa kamu atau keluargamu,tapi tetap saja kamu melakukan kesalahan.apa kamu tahu itu?"


"ya...saya tahu saya salah karna tidak bisa mengentikan tindakan anak bapak yang bodoh."jawab gue.


"saya mengetahui,apa jawaban kamu dari pertanyaan saya.apa kamu tau itu arti pria sejati?dan,akankah itu kamu?"tanya sambil mendekat ke gue lalu menekan menekan kedua sisi pipi gue dengan jarinya.keras banget,gue aja sampe nahan sakit dari bekas pukulan dia yang tadi ditambah pukulan pengawalnya.


"ya,saya pastikan saya tidak akan menjadi pecundang.saya pasti akan bertanggung jawab apapun itu yang bapak mau."ujar gue yang sudah susah payah nahan sakit di muka tapi malah ditahan sama bapak tua ini.


"hmm....bagus,kamu mengerti apa yang saya maksud."dia melepas tangannya lalu kembali ke kursinya."hal yang semestinya dilakukan hal yang harus dilakukan.apa kamu mengerti apa maksud saya?"


"ya."hardik gue.


"oke,sekarang kamu bisa pergi.tapi,sebelum itu beri dia hadiah."katanya lalu pergi meninggal gue bertiga dengan pengawalnya.