I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 61



gue melihat sekeliling,beberapa botol minuman beralkohol berserakan di lantai,satu di dekat jendela,satunya lagi di atas meja sebelah ranjang yang ber-botol besa.lainnya botol hanya botol botol kecil.


"woi,Lo mabuk?hei...Lo bisa dengar gue,gak?"gue meneriakinya,tapi dia tetap dalam pengaruh alkohol.dan akhirnya jatuh tersungkur di lantai.


gak kebayang gimana jadinya tadi,kalau gue gak datang tepat waktu dan kami tidak bertepatan.dia tepar sembarangan di jalan.bisa jadi santapan lezat nih bocah buat dirampok.di rampok sih masih mending.kalo di apa apa-in?gue bakal ngerasa bersalah terus sama dia.


"sebentar.lo jangan pergi dulu,gue mau ke toilet bentar."kata gue lalu ngengunci pintu walaupun gue tau dia bakal bisa membukanya.tapi setidaknya kalau dia mau lari dari gue besa kedengaran suara pintunya.


cepat cepat gue keluarin agar bisa terus mengawasi Nikita.setidaknya hingga besok baru bisa hubungin bokap Nikita.kalau sekarang jangan dulu,apalagi Nikita keliatannya stres banget.tau sendiri bokapnya gimana.biar gue sendiri aja yang menenangkan dia malam ini setelah itu kabarin ke keluarganya besok.


"oke,gue udah selesai..."


ucapan gue terhenti begitu melihat tempat posisi Nikita berdiam diri tadi,dianya sudah tidak di situ lagi.gue langsung segera mengecek keluar,tapi pintunya masih di kunci dari dalam.firasat gue dia kayaknya lagi sembunyi biar gue ketipu lalu dia bisa pergi dengan tenang dan tanpa gangguan.hohoho,gue tidak segoblok sampai taraf terendah itu sampai sama alarm gue sendiri aja gak gue perhatiin,pintu.


ngendap ngendap gue melangkah pelan mencari keberadaan Nikita di ruangan redup cahaya.ini bisa jadi sebuah keuntungan untuk Nikita sembunyi,tapi juga keuntungan buat gue ngagetin dia.


ternyata,oh ternyata persembunyian dia yang cukup lama gue cari di apartemen luas ini ketemu juga dia bersembunyi di sebelah kanan ranjang dekat kaca yang menghadap ke pemandangan kota sambil menyelimuti dirinya dengan selimut tebal.


"Nikita..."panggil gue dengan nada kayak orang psikopat mempermainkan mangsanya.gue kayak anak kecil benar hari ini.padahal suasana tadi sempat serius sekarang gue malah main main.


begitu mendekat dengannya,gue langsung tarik selimut yang menutupi hampir seluruh bagian tubuhnya tapi dia sama sekali tidak merespon gua.


sedikit merasa aneh.seharusnya,melihat sikap dia tadi ke gue dia akan marah, ngebentak-bentak gue.tapi,ini sama sekali tidak bersuara sedikitpun.gue-pun langsung menyalakan lampu yang bercahaya kuning di atas meja yang selutut gue.


"nik....Nikita...,Lo kenapa? hei...Lo lihat gue."tangis Nikita yang dia perlihatkan tadi ke gue masih terus bercucuran dan tangan yang bergetar melingkar di kedua kaki yang di tekuk.suaranya tidak kedengaran,tapi gue tau dia sedang berteriak dari dalam.


"Mon,itu Lo Mon?"suara seraknya memanggil gue sambil melihat ke arah kepala gue


"iya,ini gue.lo kenapa?ada apa?"jawab gue.


saat ini gue gak tau mau ngomong apa.mau kayak mana dan harus bagaimana gue bertindak saat ini.keadaannya adalah keadaan yang belum pernah gue temui,ini yang pertama.gue gugup,lebih gugup dari apa yang pernah gue dan Nikita lakuin.sex.


"Mon,aku salah,ya hidup di dunia ini?"


pertanyaan yang entah dari mana ia dapatkan terlontar bertanya ke gue yang juga sampai saat ini masih terus berada di kebimbangan gue sendiri.pertanyaan yang sama masih juga gue ucapkan pada diri sendiri sampai saat ini.


"Mon,jawab...,apa di mata Lo gue juga gak layak untuk hidup?untuk bahagia?aku gak butuh yang lainnya,aku hanya butuh satu orang yang bisa gue percaya.dan,Lo orang pertama yang gue percaya setelah sekian lama aku tidak berani mempercayai seseorang,dan Lo juga yang ngehancuri kesan aku terhadap lo.laki laki emang pada ******* semua..."


dia sempoyongan ketika mencoba untuk berdiri,gue menawarkan diri untuk membantu tapi tangan gue di hempaskan sama dia.


"Lo bisa senang sekarang.aku emang percaya sama lo.tapi aku bisa jamin ini yang terakhir kalinya aku bakal percaya lagi sama siapapun.aku akui aku memang bodoh mempertaruhkan segalanya sama lo,tapi mulai dari detik ini Lo jangan pernah perlihatkan wajah **** lo.itu yang Lo mau,kan.sekarang Lo udah bisa pergi,aku udah bilang apa yang harus aku bilang."dia menjatuhkan tubuhnya di ranjang melebarkan seluruh tangannya.


"pergi!sekarang aku bilang pergi.aku gak butuh bantuan Lo,brengsek!gue mau sendiri!"katanya sekali lagi dengan mata sudah tertutup lalu suaranya gak lagi kedengaran.


jelas gue jengkel.tapi melihat keberadaan yang cukup meyakinkan tidak sedang bermain drama,alias ber-pura pura gue sabar-sabarin aja dulu.siapa suruh gue yang menyebabkan dia gak pulang pulang.mungkin.


"Lo itu cewek gila.nanti kalau Lo kenapa-napa,gue yang bakal di hajar bokap lo.gue gak mau dihajar bokap Lo lagi sampai gue gak bisa bicara lagi.sedangkan lo?di sini santai santai,sedangkan gue di gebukin bokap Lo.belum lagi nanti berurusan sama anjingnya.bisa habis gue.gak,gue gak bakal ninggalin Lo,gue disini nungguin sampe besok.titik."balas gue mencoba menerangkan sedikit keadaan gue supaya dia tidak lagi berpikir apa yang dia sedang pikirkan.


"jadi, sekarang Lo jangan usir gue.gue begini juga karena lo.udah semalaman gue nyariin Lo dan sama sekali belum tidur.sekarang gue mau tidur,dan jangan coba-coba kabur dan nyusahin gue lagi."lanjut gue lagi lalu tidur di kasur sebelah Nikita.


dia mulai sedikit hampir diam setelah gue bicara sama dia.dan akhirnya,gue udah bisa tidur sebelum kemudian ditendang sampe jatuh sama dia.


"siapa yang bolehin Lo tidur di sini!"


"WHAT?!"teriak gue kesakitan.


°


°


°


HAI... semuanya,terima kasih untuk kalian semua yang telah membaca novel:


I'AM YOUR MAN


jangan lupa terus berikan dukungan untuk author ya dengan:👍,⭐⭐⭐⭐⭐ dan VOTEnya,kalau boleh juga bisa berikan tip.dan juga berikan kritik dan saran untuk ceritanya.


jangan bosan untuk terus menantikan update cerita lanjutannya ya.....,