I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 10



begitu mobil berhenti, salah satu dari mereka turun membukakan pintu lalu memapah gue lagi ke sofa yang terletak pada ruang tamu. gue baru sadar ternyata dia bukannya simpanan sugar daddy yang lagi "selingkuh" melainkan gue lah yang lebih lebih mirip seperti simpanannya.


"jangan biarin dia pergi."pintanya pada tiga orang berbadan gede yang selalu ngeh sambil menunduk.


"kamu lagi sakit,jadi harus disini sementara."


iya memang benar saat ini semua badan gue terasa sangat sakit, tapi rasanya akan lebih parah jika masih terus berada di dekatnya. baru kali ini gue merasakan berada dibawah kendali seorang cewek,dan dia masih bocah!!!. "terserah Lo aja."lalu kedua bodyguard Membawa gue menaiki tangga begitu nona sintingnya memberi kode.


"br*ngsek!! gua bisa sendiri,lo lo pada mending berjaga di depan pintu sambil menjilat tulang. jangan sentuh gua lagi." gue menghina mereka berharap mereka marah dan memukul lagi hingga gue pingsan. terserah deh mau dia apa, yang penting selama pingsan gue tidak perlu lagi berdebat bahkan menuruti perintah gak jelasnya.


"..."


sial, ternyata mereka anjing terlatih. sedikitpun tidak ada tanda ingin memukul gue lagi.


.


"ini kamarnya,kamu bisa masuk." pintanya mempersilahkan dengan senyum menyeramkan.


"oke,Lo bisa cabut.gua tutup pintunya." gue mendorong pintu namun ditahannya.


"tidak!ehmm...,gue juga tidur disini."


"jadi,gua dimana?"


tiba tiba dia mendorong pintu membuat membuat gue terjatuh lalu masuk mengunci pintu tanpa menghiraukan ucapan gue.


"aku capek,sekarang mau mandi dulu,siap itu kamu."


"Lo kalo mau mandi ya mandi,gak usah lapor segala."


"emang gak boleh.ehh,atau kita mandi bareng aja deh, gimana?."


"mandi sana Lo bego, gua gak mau." balas gue dengan ketus.


"yakin...." godanya sambil berjalan mundur nyengir nyengir sendiri.


mati dah gue. sekarang gue sudah benar benar terjebak di rumah seorang bocah SMA yang tergila gila dengan ****. habis dah gue peras kaya korban succubus. saat ini gue mau minta sama alex,sialnya handphone yang di kasih alex untuk sementara ke gue hilang entah dimana.


suara pintu berderit halus,dari arah kamar mandi seorang bocah dengan tubuh dan wajah terlihat polos dan bukannya handuk di pakainya melapisi tubuhnya namun dipakai menutupi rambut.


"udah...,kamu bisa mandi." dia berjalan mengarah lemari kayu berisi pakaian kemudian gue langsung beranjak cepat menuju kamar mandi


tadinya gue tidak berniat mandi namun melihat situasi insting gue berkata saat ini gua harus menghindar selama mungkin dari dia. males banget jika tiba tiba dia berbalik lalu langsung menyerang gue seperti tadi.


"tenang bodoh,dia bukan cewek yang bisa lo hadapi dengan mudah. abaikan nafsu lo!." gue berusaha menjinakkan nafsu gue dengan kalimat menurut gue efektif. buktinya saat ini nafsu gue sudah redah.


"cewek peak." umpat gue lalu langsung mengunci pintu kamar mandi dari dalam.


"woi... bodoh, dimana handuknya?" sial bisa bisanya setelah gue mengejek tuh cewek peak gue harus keluar lagi setelah menguncinya.


"kalau mau handuk-an di luar aja, gak apa apa basah lantainya."


"oi...bodoh. masa gue harus telanjang?"


"ya ga pa-pa. kan, cuma ada kita berdua."


bodo amat lah. selesai mandi nanti biarin aja badan gue kering sendiri habis itu pakai baju gue yang tadi lalu nongkrong di sini sampai pagi. ogah amat gue harus meladeni dia lagi.


"woi....bodoh, kenapa air dari keran cuma ada pilihan air dingin sama panas dan yang keluar dua duanya dingin?"


"oh itu...ada kesalahan di jalur perpipaannya jadi begitu." sahutnya lagi namun gelak tawanya terdengar sampai ke telinga gue.


gue yakin ini kerjaan dia. dia pasti sengaja memaksa gue agar tidak berlama-lama di kamar mandi. sial, ternyata otaknya sangat licik.


"bodoh." teriak gue saat mau keluar dengan pakaian yang sudah basah mengelap seluruh tubuh gue yang basah.


"iya?"


"ya. lo emang bodoh."


begitu penguncian pintu terbuka,gue langsung menendang keras hingga menghasilkan suara hantaman yang besar. di hadapan dia sudah berdiri memberi handuk.


"nggak."


"..."


otak gue sudah benar benar buntu menghadapi seorang bocah bodoh. jalan pikirannya terlalu rumit untuk di tebak.


karena air dingin yang membasahi tubuh gue, mau tidak mau terpaksa harus gue terima. kamarnya juga sengaja ia nyalakan ac sedingin mungkin.


"gue gak punya pakaian."


telanjang aja pakai selimut." tangannya menunjuk ke arah ranjang.


"bisa nggak jangan bikin hidup gue ribet? gue mau tidur tenang sekali kali tanpa ada lo."


"hehehehe.ini kamar aku. kita bisa tidur sama. aku janji gak akan buat macem macem." ucapnya dengan mengangkat kedua jarinya.


Trrt....trrt....


suara deringan handphone gue berbunyi namun tidak nampak wujudny.gue langsung memasang telinga baik baik dan berjalan ke sana sini mencarinya. tentunya jika gue langsung bertanya padanya,dia tidak mungkin memberitahunya tanpa syarat.


"halo." suara bunyi dering berhenti bersamaan dengan suara dia.


"aku pacarnya,dia lagi ganti baju tuh. ini siapa?" gue langsung berlari merebut handphone gue kembali.


"lex...ini gue. lo bisa tolongin gue gak? gue di tawan sama orang bodoh."


"lha?emang lo gak bisa berantem? dimana? gue ke sana sekarang."


"...."


sesaat gue menyadari sekalipun gue bisa pergi hari ini, tidak ada jaminan jika gue tidak terlibat lagi. jadi gue hanya bisa menyelesaikan keterkaitan gue dengan dia.


"gue di tahan di antrian mall mau nonton bioskop. soal gue kerja, tadi udah izin sama orang kafe lupa gue namanya.oke gue tutup dulu." kata gue sembarangan. lagian alex pasti tahu gue paling anti untuk mengantre di keramaian tapi sudah lah, gak ada waktu untuk menjawab pertanyaan dia lebih banyak.


" lancang banget lo ngangkat handphone gue,ini privasi orang tau nggak? sejak kapan Lo jadi pacar gue?" gue beralih pada cewek SMA yang masih berdiri di belakang gue nguping percakapan kami.


"emang gak mau?."


"bego."


"kamu bisa mendapatkan bajunya, tapi cium?"


"hah?!"


"iya,cium...." dia mengarahkan salah satu jarinya menghadap bibir kecilnya.


tidak ada pilihan lain selain menurutinya sebelum gue mati konyol terjebak di ruangan super dingin ini. walaupun gue ragu jika dia tidak akan bertindak macam macam lagi tapi setidaknya itu lebih baik daripada harus mengenakan pakaian basah hingga pagi.


"sekarang mana baju gue?"


"kurang lama." balasnya seperti kurang memuaskan.


"HAH..?."


"gue bilang kurang lama,gue gak puas!"


"bodoh! lo itu cewek apaan sih?!!!"


"pokoknya kurang puas,sekali lagi."


lagi lagi bibir kami harus bersentuhan secara terpaksa. gue tahu dia terlihat manis, siapa yang tidak menginginkan jika ditanya? tapi itu tidak bagi gue jika memikirkannya dengan akal sehat. bukan gue tidak punya ketertarikan pada wanita, namun ini adalah tentang peraturan yang sudah gue tetapkan sejak dulu. memiliki seseorang adalah hal merepotkan, gue tidak mau kejadian yang sudah sudah terjadi lagi pada diri gue. bisa dikatakan gue adalah seorang pengecut.


Tokk...tokk...


seseorang wanita dengan ala pelayan rumah masuk membawa lipatan pakaian begitu ciuman kami terlepas lalu gue mengambilnya langsung menuju kamar mandi berganti pakaian lalu keluar.


"ayo turun." ajaknya menarik tangan gue menuruni tangga menuju ruang makan yang sudah tersedia banyak sajian macam macam menu.