I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 07



panas terik serta kemacetan yang begitu lama kami tempuh dalam perjalanan akhirnya sampai ke rumah alex.tadinya gue sudah bilang sama dia cari jalan tikus aja,tapi karena emang otaknya udah kembali kopong lagi tetap kekeh ngikutin tiga orang cewek yang ditemuinya di pesta tadi secara diam diam. tampang mereka 'beuh' kata alex walaupun gue gak terlalu peduli dan kami berakhir terjebak macet sedangkan mereka meninggalkan kami jauh di belakang.


"goblok." umpat gue begitu merebah pada tempat tidur.


"hahaha." dia tertawa lepas ikut rebahan di sebelah gue. "maap mon, lo kan tau sendiri gue jomblo,bos besar gue maksa gue cari pasangan padahal gue pengennya idup bebas."


"gimana lo mau dapat istri kalo nyali lu aja ciut mau mendekati. gelar banci itu seharusnya di elu, bukan albert,dia mah berani dekati cewek. lo apa? goblok."


"gimana dong,kenalin gue sama cewek yang lo kenal mon. gue udah gak ada waktu lagi mon,kalo gak nanti gue di pindah sama bos besar gue ke luar negri,biar gue cari cewek luar aja."


"banyak belajar sana lo sama albert kayak mana dekati cewek, jangan taunya cuma sewa."


"gue mah mending gitu, lo....jadi gigolo anak SMA."


"...."


apa bener ya gue bisa dibilang termasuk gigolo? ah...b*ngke. ternyata kepala gue malah membenarkannya setelah mengingat kejadian sebelumnya sama bocah bodoh tadi dan sialnya malah setuju menemuinya kembali.


"Lex..."


"mhh...."balas Alex singkat.


"gue mau cari kerja.tapi gak tau apa yang cocok,Lo punya kenalan gak yang bisa ngasih gue kerjaan?" tanya lagi membalik badan.


"kerja apa?"


"apa aja,yang penting dapat duit dulu yang cukup buat buka usaha."


"yaudah nanti gua tanya tanya dulu,nanti kalo udah ada kabar baru kasih tau lo."jawab Alex.


"oke lah."


"tapi,Mon.kalo Lo mau buka usaha,gue bisa bantu Lo soal modal.lo mau gak?"


"gak."gue beranjak ke dapur membuat mie instan.


"oh,oke,lah."


besoknya alex ngasih tahu gue kalau dia udah dapat pekerjaan untuk gue. tapi karena memang pikiran alex super goblok sudah sejak awal gue duga pasti usulannya aneh aneh sampai kami terus berdebat.


"gimana kalo jadi Babysitter?" tawarnya.


"nggak ******."


"yeee mau lo jadinya apa kampret?"


"emang lo pernah liat laki laki jadi babysitter?"


"makanya itu lo gue tawarin biar gue liat juga."


"bidan? pengasuh di panti jompo? penari balet? gigolo....," alex terus menscrolling handphonenya sementara mulutnya terus mengoceh pekerjaan aneh lainnya hingga akhirnya dia tanpa sengaja mengucap kata 'bartender' dan gue langsung menutup mulutnya.


"bartender minuman alkohol?"


walaupun gue tidak memiliki pengalaman dalam hal pekerjaan tersebut namun mungkin itu satu satunya hal normal dibanding lainnya jika alex lanjut mengoceh.


"gue kapanpun bisa, kabarin aja langsung kalo udah lo urus." gue dengan riang meninggalkan alex dengan muka kesalnya. hahaha...mampus makan tuh mulut ember lo.


begitu alex kembali kasih kabar pekerjaan bisa dimulai besok, gue langsung mempersiapkan pakaian dan segala hal yang perlu,hati gue.


rencananya gue mau berangkat jam 4 sore lebih awal,selain harus memperhatikan cara caranya membuat minumnya gue juga harus membuat kesan pertama yang baik kata alex lalu dia pergi karena ada urusan,sebelum pergi dia sudah duluan memberikan alamat letaknya.


dengan mengandalkan google maps,gue yang gak punya kendaraan cuma bisa nyari angkot yang bertujuan yang searah. tentunya gue jadi beberapa kali naik-turun angkot baru sampai ke daerah Bar-nya.


"oh....ini dia tempatnya,lumayan...gak dekat tapi gak jauh jauh amat" gue nyengir nyengir sendiri begitu melihat tempat pertama gue bekerja.


gue masuk ke dalam bar lalu menemui Iqbal teman yang udah di kenali sama alex, lalu berbincang soal pekerjaan. mulai dari peraturan,jam kerja,dan tak lupa gue menyinggung soal belum berpengalaman soal minuman alkohol dan meminta bimbingan walaupun gue tau Alex pasti telah membicarakannya dengan Iqbal sampai ke pembahasan yang paling penting,tentang gaji yang lumayan tapi gue yang harus bertanggung jawab untuk ngurusin masalah yang ada di bar.


"oke, semoga lo bisa mengatasi masalah pekerjaan lainnya." lalu dia pergi.


"pasti....thank's ya,bang...." teriak gue dari dalam bar dan dia membalas menaikan satu tangannya.


soal pekerjaan gue sudah bisa tenang dengan gaji yang di harapkan pas sesuai kebutuhan gue.lalu menyusun rencana kedepannya untuk ngekos sendiri saja setelah mendapat gaji pertama,yang paling penting traktir Alex. tuh anak kalau nanti nggak kudu di traktir ngambek kayak bocah gak di kasih jajan


gue antusias memperhatikan cara membuat minuman kemudian langsung mencoba membuatnya,tapi untungnya Bar ini telah membuat catatan untuk soal minuman untuk berjaga jaga bila lupa. jadi tidak ada yang perlu khawatirkan selain hanya menghapal tata letak botol minuman.


perlahan gue sudah mengingatnya sedikit berkat adanya catatan.satu persatu pelanggan datang dan pergi untuk memesan minuman beralkohol dengan selera masing masing pelanggan membuat gue mulai mengenali aroma minumannya.


kadang gue bingung sama minuman beralkohol. padahal satu gelasnya mahal,tapi tetap banyak aja orang yang mau membelinya,belum lagi dengan ukuran gelasnya yang kecil.


suara dering telepon berbunyi dari kantong,tapi gue lagi melayani pelanggan terpaksa hanya bisa mengabaikan.tapi semakin diabaikan semakin menjadi membuat gue kesal dan mengangkat nomor yang tak dikenal.


"halo si..." ucapan gue yang belum selesai tapi sudah terpotong oleh ocehan orang di telepon dengan nada marah marah.


"LO KOK LAMA BANGET JAWAB TELEPON AJA,HA..?" teriak orang di telepon.


"elo siapa." balas gue dengan jengkel karena sudah menggangu pekerjaan dan malah marah marah.


"Nikita,lo harus datang hari ini,ingat kita udah ada kesepakatan!!"


"oh.."singkat gue menutup sepihak lalu melanjutkan pekerjaannya.


"siapa mon?kok muka Lo kesel gitu."kata Anhar orang yang bekerja jadi bartender juga.


"gak tau...,orang sinting kayaknya."


"oh.. sinting,sinting karna ngejar ngejar elo,kan."kata anhar sambil senyum ngeledek gue.


"ahahahhah...iya kayaknya,sinting"balas gue tertawa,lalu anhar lanjut kerja.


Trrrt....Trrrt....


nih anak apaan sih maunya,gue udah jawab tapi masih aja belum puas. gak tau apa gue sedang sibuk sama cewek seksi yang di dudul di depan gue sambil menunggu walaupun disebelahnya ada pacarnya.


kesal kesal sono lo dah, gue mah bodoamat sama elu...