I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 55



setelah selesai sudah gue dari membersihkan luka,lalu mengoleskan obatnya supaya gak terlalu memar,gue menyenderkan tubuh di sofa dengan posisi tertidur,sebelum akhirnya gue jadi penasaran tentang isi surat yang dibawa Alex tadi.


"apaan,yak? penasaran gue."


gue duduk secara perlahan biar rasa sakitnya gak terlalu.lalu mencoba menggapai surat yang cukup jauh dari posisi yang bisa gue gapai.tapi gue tetap aja kekeh memaksa diri walaupun sebenarnya sulit.


"ciah....,susah amat,dah,nih ngambilnya."teriak gue kesakitan karna jatuh.


gue mencoba lagi berdiri dan mengambil amplop dengan berjalan pincang lalu kembali lagi ke sofa dan membuka isi amplop segera.penasaran gue.


satu persatu gue keluarkan semua semua berkas yang ada didalam dan meletakkan semuanya disebelah gue.


"eh...."gue mengutip satu persatu sampai semuanya ada siangan gue.dan ternyata semua yang gue pegang ini adalah sebuah surat surat yang berisikan alamat,kartu nama perusahaan,nomor yang tertera di kertas petak dengan tulisan tinta.


tanpa pikir panjang gue langsung mengeluarkan ponsel dan mengetik satu per-satu nomor yang tertera di kertas lalu menghubungi.


"halo, dengan siapa saya bicara?"suara berat dari seorang lelaki ketika panggilan terhubung.kayaknya tua-an dia dari pada gue.


"ya,nama saya Timon.saya sebenarnya gak kenal sama,cuma saya dapat kiriman dari PT.city ​​light. sama alamat dijalan Flamboyan,36 D."ujar gue sambil mengangkat kertas itu ke atas.


"oh...iya iya,saya ingat.jadi begini saja,kamu datang saja ke alamat itu.baru nanti kita bicarakan disini ya?setuju?"


"oh,oke-oke.kesitu ya?,baik saya segera kesana sekarang."kata gue lalu dia memutus panggilannya.


bodoh amatlah banyak mikir, mending datangin aja langsung biar langsung tau aja maksud dari surat surat itu.gue langsung pergi setalah siap berganti pakaian Karan si tua sialan itu baju gue yang tadi jadi kotor.


"Lex,cabut gak."pamit gue sebelum pergi ke Alex yang lagi mainin komputernya.


"eh...Mon,apaan isi amplopnya?"dia langsung berbalik.


"ntar Lo tau,gue juga gak ngerti.emang siapa sih yang ngirim tuh barang?"


"tauk gue.katanya Lo liat aja didalamnya ada kartu nama perusahaan,mungkin dari situ asalnya."


"oh,oke-oke.nanti aja,lah dibahas.gue cabut dulu yak."


gue langsung pergi tanpa banyak mikir.bodoh amat lah apaan maksudnya yang ngirim.yanb penting datang aja dulu,rasa penasaran gue udah teramat.


°


°


"pak,ini saya Timon,saya sudah didepan alamatnya ini.kali gak salah toko kayak kafe gitu yang udah gak ke pakai lagi'kan pak?"


"oh,udah sampai ternyata.sebentar,saya sudah dekat,kok."


"oke pak.saya tunggu."ucap gue dan langsung diputuskan oleh dia.


"Timon?"


"ya,iya....bang...eee."


"Alvin."ucapnya abil menjulurkan tangannya ke tangan gue agar bersalaman.


"bang Alvin."kata gue.


"masuk,ayok masuk dulu."ajaknya sambil mengeluarkan kunci dan membuka pintu toko itu.


"jadi, gimana?"tanya langsung ke intinya.


"gimana apanya bang?"tanya gue balik.


"ya,gimana? Lo tertarik gak ngambil alih ini toko."


"ha?ngambil alih toko?maksudnya bang?"sontak gue kaget.


maksudnya ngambil alih toko apaan?tapi katanya mau menjelaskan.dia yang mau menjelaskan bukan diberi pertanyaan, ini orang maksudnya apa sih?


"Lo tenang aja.ini toko Lo mau ambil alih atau nggak,tapi sebaiknya kamu pikirin dulu.lo gak usah bayar sama gue,Lo bayarnya sama yang punya."ujarnya lagi.


"yang punya?"tanya gue lagi.


"jadi Lo gak tau siapa yang punya?"tanyanya lagi.


gue menggelengkan kepala.


"gini,gini aja.lo bawa surat surat entah apa lah itu.yang penting yang berhubungan sama ini toko."


"yang ini?"gue menunjukkan semua isi yang ada di dalam amplop.dia langsung mengambil dan mencari sesuatu yang ada di dalamnya.


"nah,ini dia.yang punya ini, perusahaan ini uang punya.gue suruh Lo keluarin ini Karena gue gak tau nomor teleponnya.nah,sekarang kamu tinggal hubungi aja."


"begitu ya.yaudah bang,beri saya waktu dulu,nanti saya hubungi lagi."kata gue sambil berjalan keluar sama bang Alvin.


"oke,gue cabutut dulu.kalau Lo udah mutusin,Lo tinggal hubungi gue."dia langsung pergi setelah mengunci kembali pintu toko.


setelah bang Alvin pergi,gue langsung menelepon kartu nama tadi.


"halo,ini saya Timon.bisa kita berbicara sebentar."kata gue langsung setelah panggilan terhubung.


"datang aja ke kantor saya."


lha,ini suara udah kagak asing lagi kayaknya ini gue dengar.kayak baru tadi aja gue dengar.tapi siapa sih anjing?kayak suara yang menjengkelkan gitu.tapi udah ah,mending langsung datang aja,baru langsung tanya maksudnya apaan ngirimin gue ini.