I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 56



betul betul sial! baru aja tadi pagi habis di pukuli,sekarang sudah kena lagi sama situ sialan itu.gak habis pikir gue sama jalan pikiran dia.


mungkin emang benar dia ayah yang penyayang anak dan merasa gagal karna kesucian anaknya udah gue nodai.tapi disini yang jadi korbannya itu gue.gue! kenapa harus gue yang menanggungnya.sungguh kenyataan yang pahit.


udahlah gak perlu dibahas lagi.toh juga udah terjadi.


trrt...trrt....trrt...


"Mon,Lo dimana sekarang.buruan Lo kesini.cewek Lo datang nih.cepat, kewalahan gue dibuat!oke?gue tutup ya,bro?"tiba tiba Alex ngerocos panjang setelah gue terima panggilan dari dia.


"eh..bentar Lex.ada apa?kenapa?cewek gue?yang mana,Bangs*t?"tanya gue langsung api udah gak keburu lagi.udah di tutup duluan.


si *****,baru aja gue mau cakap,udah maen tutup-tutup aja.lo kira gue cowok apaan coba?


tapi gue rada penasaran juga,sih?emang maksudnya cewek gue siapa? dari pada banyak mikir gue,langsung aja ke tempat.


°


°


"nah,ini dia.sono Lo urusin tuh cewek Lo.gue cabut ya."


"Lex,sabar.siapa emangnya?"tanya gue penasaran bersamaan dengan jantung gue ikut berdetak kencang.perasaan gue gak enak kayaknya.tapi siapa.


"Lo liat aja dulu.ntar Lo juga tau.dah ya gue cabut."


"tunggu.lo mau kemana?di mana dia sekarang?"


"ruang tamu.udah ya, Mon.gue ada urusan mendadak.untung Lo cepat datangnya."Alex langsung pergi.


gue tanpa perlu terlalu banyak mikir lansung masuk aja.mengecek siapa orangnya yang disebut Alex dan membayar rasa penasaran gue juga.


"hah...!akhirnya datang juga Lo.sini Lo!"sosok yang akhir-akhir ini sering gue temui berdiri dengan sombongnya dan memasang wajah marahnya.


"Lo.ngapain lagi Lo nyariin gue.belum puas cuman bokap Lo aja yang buat masalah sama gue,terus mau apa lagi Lo kesini?"kata gue yang masih teringat kejadian barusan sebelum ini.


gue mendekat dan tetap berdiri sambil menatapnya yang menunjukkan ekspresi kesalnya lalu mengeluarkan amplop coklat yang cukup tebal dan kartu dari tas-nya dan meletakkan di meja.


"Lo buka aja sendiri."balasnya ketus.


"oh."tanggap gue lalu mengambilnya dan segera memeriksanya satu per-satu.


"api ini?"tanya gue sedikit menunduk.


"menurut Lo?..."balasnya lagi.


"sekarang,itu aku kasih ke Lo.tapi tolong 3 bulan ini Lo jangan pernah ada di kota ini.setelah itu terserah Lo.sekarang aku masih ada urusan,jadi gak ada waktu buat Lo."


"hehehehe....."


"...."


"bukan itu maksud gue.apa ini maksud Lo?"kata gue mengangkat kepala dan mengarahkan pandangang pada Nikita.


Nikita berhenti.


"bukannya udah jelas maksud aku?Lo jangan salah paham dan mengira gue suka sama Lo walupun kita pernah tidur diranjang yang sama.asal Lo tau,aku gak butuh tanggung jawab Lo dan gak punya perasaan apa-apa sama Lo.jadi aku saranin Lo menjauh dari gue."ujarnya panjang.


"hehehe....,hahahaha......"tawa gue sambil berjalan ke arahnya.


"Lo...lo kenapa?Lo mau apa?"dia mundur beberapa langkah sebelum akhirnya gue mendekat dan saling bertatapan.


"tanggung jawab?hehe...jangan bodoh!gue gak pernah berpikir akan tanggung jawab seperti yang Lo pikirkan."gue mengusap lembut pipinya.


"dan..., gak pernah terlintas di benak gue tentang rasa suka ke Lo.sejak terakhir kali kita bertemu,dirumah paman Lo,gue cuma punya rasa ketertarikan dengan tubuh Lo dan menikmatinya.gak lebih."lanjut gue menatap matanya yang mulai berkaca.


"jadi,jangan terlalu banyak berpikir.bodoh!"ucap gue lagi dan dengan bersamaan air matanya jatuh."Lo kalo mau pergi,jangan lupa tutup pintunya.gue gak bisa ngantar Lo sampai depan,ya."gue langsung meninggalkannya yang masih terpaku tetap dengan air mata yang mengalir.


BRAAK.....


suara bentakan pintu tiba tiba terdengar ketika gue udah sampai di kamar.