
gue sama Alex langsung ke area parkiran begitu tiba di acara.
dilihat lihat sih area parkiran pribadi vila ini lumayan besar,dimana jika dihitung bisa muat sembilan truk. untungnya area ini bukan untuk mobil tapi hanya untuk kendaraan beroda 2, gak kebayang kalo untuk mobil ceritanya,bakal kebalik mobil di area parkir dan kereta berderetan dipinggir jalan.
"lex kayaknya kita datangnya kecepatan,lihat...masih sepi cuman ada beberapa orang."
"ya masa kita datang terakhir. temen kita tuh." kata alex. gue menurutinya ikut berjalan masuk kayak anak ayam lagi ngikutin induknya.
di halaman belakang ada beberapa orang yang sudah berkumpul saling sapa menyapa.dari arah jam dua di pojok gue melihat orang yang terasa tidak asing tapi juga tidak gue kenal sedang berbincang dengan beberapa pria dan seorang wanita paruh baya di sebelahnya.
"siapa ya...?" tanya gue sendiri dalam hati mengingat-ingat sambil berjalan mengikuti langkah Alex kayak anak ayam ngikuti induknya lagi.
"kek......ah sial.ternyata dia"akhirnya sadar juga gue, terjawab tanda tanya di kepala gue sebelum kemudian menjadi khawatir jika gue sampai terlihat olehnya.
ah...sudahlah.ngapain juga di pikirin.masalah kemarin ya,kemarin.kalau dilihat yah paling kayak tidak pernah bertemu saja.gak mungkin juga dia nyari masalah disini,sama aja bunuh diri namanya.
gue melewati halaman memasuki tempat acara bersama Alex.begitu masuk Alex terlihat sedang berbincang dengan berbagai orang kenalannya. sedangkan gue?hanya celingak-celinguk kaya orang bego karena sama sekali gak ada yang gue kenal sebelum dimana saat gue di senyumin oleh mahluk entah darimana. senyuman licik yang secara tiba tiba mengarah pada gue dari mahluk yang paling harus gue hindari. membalas senyum yang terlihat liciknya seolah dia berkata 'sudah gue bilang kita akan bertemu lagi.'
senyumannya gue balas dengan tatapan intimidasi 'awas lo mendekat, gue cemplungi lo ke kolam sebelah.' namun hasilnya dia malah mendadah gue dengan tangannya.
apes dah, pantesan dari tadi perasaan gue gak enak. ternyata tuh cewek SMA juga ada di sini. apa sesempit itu dunia yak.
"Lex gua masuk Luan ya, ketemu di dalam aja kita."kata gue terburu buru,jangan sampai tahu si Alex kalau wanita yang gue bicarakan semalam ada di pesta ini juga.
"ohhh....oke, oke,ketemu di dalam."balas Alex balik melanjutkan perbincangannya.
gue sendirian masuk kedalam,tepatnya diruang tengah, duduk sambil meminum jus yang gue dimeja tidak jauh dari sofa tempat gue dan melanjutkan melihat lihat sekitar. acara pernikahan yang dekorasinya sangat mewah,vila yang besar dan tepat dari ruang tengah saja sudah terlihat kolam renang yang gak kecil dan gak besar juga.akuarium besar yang diisi berbagai jenis ikan warna warni sudah menandakan kekayaan sang pemilik dari adanya ikan-ikan mahal.
"sudah gue katakan,kita akan berjumpa lagi,om"suara seorang wanita menyapa gue tiba-tiba dan langsung membuat gue menyipratkan air yang di mulut gue mengarahkan padanya.
"gua harus gimana biar nggak ketemu Lo lagi,sih?"tatap gue dengan penuh kekesalan
seperti ingin saja menelan hidup hidup orang yang di hadapan gue ini.
"Lo harus tanggung jawab atas gua,dan...Lo gak bisa kabur dari ini semua." ucapnya tanpa mempedulikan pakaian basahnya.
di tempat ini yang bisa gue lakuin hanya menahan emosi dan memilih tidak banyak bicara dengan wanita bodoh yang satu ini lalu pergi meninggalkannya. "oh.." sahut gue singkat lalu beranjak pergi ketempat lain.
"om...,hati hati kalau ada perlu cari aku aja,ke kamar atas." bisiknya yang secara bersamaan berdiri dengan gue.
dasar!cewek gila.ketemu dia cuma bikin gue emosi aja sama ke goblokan-nya.
"tuan,mohon ikut kami sebentar ke suatu tempat."kata salah satu dari tiga bodyguard yang tadi sempat gue lihat mendampingi cewek itu.
"kemana?gue tau kalian di suruh oleh cewek yang tadi bersama gua kan..?"gue berhenti sejenak lalu berjalan ke arah lain tapi di hadang mereka lagi.
"ikut saja tuan,nona Nikita ingin menyampaikan sesuatu tapi tidak disini."ajaknya sambil memberi kode pada rekan rekannya yang lain.
tanpa basa basi lagi gue langsung diseret paksa oleh mereka.
"loh...loh kok langsung main paksa?lepasin bangsat."maki gue,untung saja tamu belum banyak kalo sudah banyak pasti bakal kedengaran banyak orang.
gue yang dibawa paksa,terpaksa pasrah dihadapan dua pria coklat berbadan lebih gede dari gue karena sudah dipiting duluan.
sesampai di lantai atas,didepan pintu sebuah kamar.gue dipaksa masuk ke dalam kamar yang terlihat gelap lalu di depak dan pintu dari luar sengaja dikunci.
kalang kabut gue di buat kebingungn mengapa gue di kurung didalam kamar yang gelap? dan yang lebih bingungnya apa yang di mau dari cewek sialan tadi sebenarnya? bukankah dia harus berterima kasih karena sudah gue tolong,kenapa begini jadinya? kejadian ini terus gue pertanyakan walaupun tidak ada artinya.
segera gue langsung mencari saklar agar menyalakan lampunya.
ruangannya benar benar tertutup tanpa ada sedikitpun cahaya yang masuk. entah karena memang di sengaja atau ini adalah ruang penyiksaan.
diantara dinding terdapat benda kenyal tak sengaja tersentuh kembali gue raba kemudian mendapati saklar lampu tidak jauh dari benda tersebut.
lampu menyala, ruangan kosong bewarna putih dengan furnitur ranjang mewah dan sesosok makhluk bertelanjang bulat di depan gue bermimik kesal berhadapan dengan wajah polos gue.
"lo bilang gak ngelakuin apa apa sama gue ternyata bohong?" ujarnya sambil mendekat.
tampang polos gue seketika menjadi gelagapan karena baru saja menyadari apa benda kenya yang tadi gue raba berjalan mundur menjauh darinya.
"eh...maaf.gak sengaja tadi.... lagian lo....,"
"diam Lo!!" bentaknya.
ia langsung menyerang gue lalu mendorong ke ranjang. dan gue gak bisa bermain kasar dengan wanita terutama dia. satu satunya yang tak ingin lagi gue langgar dari semuanya yang tersisa.
"oke gua tanggung jawab,sekarang Lo maunya apa?" kata gue sambil menatapnya yang ada di atas gue.
"gue? gue mau om temani gue sekarang." ujarnya lalu kembali agresif.
"oke, oke. tapi setelah ini jangan ngincar gue lagi atau nyuruh anjingmu membawa paksa gue lagi." ucap gue menekankan padanya dengan rasa kesal karena terjebak oleh hal aneh ini.
"nggak,setelah 5 September lo datang lagi menemui gue,baru permasalahan selesai....deal?"
B*ngke nih bocah pakai tawar menawar segala. gue diam sejenak dan berpikir orang bodoh mana yang tidak melakukan kesalahan apapun bakal setuju memenuhi permintaannya. itu gue.