
Tok-tok-tok
ketukan pintu terus menerus mengganggu tidur gue.padahal sudah tidak gue hiraukan tapi tetap aja ketukannya semakin keras. terpaksa gue dengan malas harus bangun untuk mengecek.
"iya iya... sebentar."satu per satu pintu gue bukain.begitu terbuka, pelukan seorang wanita langsung mendarat di tubuh kue dan melingkarkan tangannya di leher gue.
"kak...kakak kemana aja selama ini Chelsea sudah lama nyariin kakak selamanya ini."ucap gadis itu yang masih terus melekatkan pelukannya di gue.
"lu ngapain ke sini." gue melepaskan satu persatu tangannya yang semakin erat.
"nyariin kakak." ucapnya kekeh memeluk lagi tubuh gue.
"ngapain nyari gue?"tanya gue dingin.
"Ishh.. galak banget, kangenlah."
"lepasin dulu badan gue."gue mendorong perlahan tubuh kecilnya.
"nggak,biarin Chelsea mau meluk. kakak sendiri,kok."dia semakin mengeratkan pelukannya. hidungnya menghirup dalam dalam tubuh gue.
"yaudah lo masuk. tapi lepasin dulu."ajak gue gak mau kalau sampai terlihat orang lain.
"nggak. gini aja masuknya."
"terserah Lo dah." malas gue ngeladenin nih anak.
alhasil gue berjalan pelan pelan ke ruang tamu karena Chelsea masih terus meluk gue. Chelsea itu adik gue.lebih tepatnya adik tiri beda ibu juga beda ayah,dia masuk ke rumah gue sama ibunya sewaktu dia masih umur lima tahun dan gue saat itu masih umur tujuh tahun.dia memang terus begini sewaktu gue masih di rumah.terus lengket sama gue,gak jarang juga asal gue bangun pagi sudah mendapatinya lari lari ke kamar gue cuma mau cium pipi gue lalu berangkat ke kampus.
"udah...,Lo bisa lepas sekarang."gue dudukkan dia di sofa sedangkan gue duduk di seberangnya. "sekarang Lo udah bisa ngomong,apa tujuan Lo nyariin gue."
"gak ada,cuman kangen."
"Chelsea,gue serius.apa maksud lo kesini."
"nawarin bantuan. asal kakak mau, Chelsea bakal bantu,tapi ada syaratnya. syaratnya...kakak harus mau..."
"gak,gue nggak butuh bantuan siapa pun.termasuk lo.''sela gue dengan nada dingin."sekarang Lo udah bisa pergi."
''kakak!'' teriaknya. gue terkejut.baru,pertama kali nih bocah ngebentak gue,padahal dulu dulu ngomongnya selalu lembut.
"kak Alex dimana?"
''pergi,ada urusan."
"oh."Chelsea berjalan mendekati dan langsung duduk dipangkuan sambil melingkarkan tangannya dileher gue.
"kak,aku sebenarnya suka sama kakak.kakak suka juga,kan sama Chelsea."bisik Chelsea lembut sebelum mencium pipi gue.
"gak.'" balas gue lagi.
"serius? tapi kakak tenang aja, Chelsea bisa bikin Kakak suka sama Chelsea kok." dia langsung mendekap erat gue.
"Chelsea,Lo bisa lepasin gue nggak."
"nggak.chelsea mau buat kakak suka sama aku.''
"gue bilang lepas,lepas! lo ngerti nggak.''emosi gue semakin naik dengan semakin susahnya mengatur nih bocah.
"Lo lepas sendiri,atau gue paksa.''
"coba aja."
" Lo mempermainkan gue,ya."
"nggak."
"terus.'' ucap gue dengan nada tinggi tapi dia tetap gak menghiraukannya. emosi terus meningkat.tapi karena dia perempuan gue masih mencoba menahannya dan melepasnya sendiri setelah berdiri.
"kak,Kakak jangan galak ah,sama chelsea.chelsea suka sama kakak."tiba tiba dia mencium bibir gue dengan lahap seperti sedang menelan hidangan manis didepannya.
"Lo gila,apa?!suka suka Lo aja sama gue."teriak gue keras setelah mendorong tubuhnya kesamping dan langsung menjauh.
"nggak kok kak,coba kakak cek sendiri dahi aku."
"Lo sakit,sakit Lo ini,sakit.sekarang Lo keluar.keluar Lo dari sini cepat!" gue membentaknya keras akibat emosi yang semakin gak ketulungan.
"kak."
"gak ada kakak-kakak,gue bukan kakak Lo,sekarang Lo keluar sebelum gue kasar."
"emang berani.maju sini kalo kakak berani."
"woi bego!,Lo jangan keterlaluan ya."ucap gue lagi lalu mendekatinya bermaksud mau angkat dia sampai keluar pintu rumah.
"sekarang kakak bebas mau ngapain chelsea. terserah Kakak."tiba tiba semua bajunya langsung dilepas satu per-satu.
betul betul gawat ini anak,sakit jiwa.telanjang di depan gue segala lagi. gini gini gue juga'kan laki laki,bangsat! belum lagi bodinya menggugah hasrat,wajahnya juga cantik. tahan Timon begok, dia adik lo walau gak ada hubungan darah sama sekali!!!
"Lo gue kasih kesempatan satu menit, kenakan lagi pakaian Lo,siap itu Lo keluar,atau...."
"apa?atau apa kak."
segera gue ngeluarin ponsel dari kantong celana dan langsung membuka kamera yang sudah siap sedia memotret."ini."
"setelah itu?mau kakak apakan?"ucapnya dengan nada santainya padahal dia sedang telanjang didepan gue.
"post."kata gue percaya diri.
seketika dia tertawa."kak,kalau kakak post yang ada kakak juga yang malu."dia menatapi gue dari atas hingga bawah."lagian kak,kakak ini polos banget,udah besar pula."
"oh...,tinggal kirim ke ibu Lo tercinta aja."
Chelsea langsung terdiam."kak,kakak kenapa gak mau sama Chelsea,sih.padahal aku udah dari kecil sama kakak,tapi kakak gak pernah natap Chelsea.emang lebih bagusan dia dari pada aku."
"Chelsea!" seketika gue membentaknya lebih kencang saat mendengar Chelsea menyebut seseorang yang tidak seharusnya pantas dia sebut dihadapan gue.
"iya-iya,maaf kak.tapi kak,Chelsea betulan sayang sama kakak.Chelsea rela ngelakuin apa aja untuk kakak."
"oh....begitu.bunuh ibu Lo!."ucap gue yang udah dipenuhi amarah,emosi,kebencian.semuanya bercampur aduk.
"kenapa?kenapa harus membunuh kak.aku gak mau."
"banyak omong Lo."gue maju ke arahnya lalu memungut satu per-satu pakaiannya dan gue paksa pakai.
"Lo jangan keterlaluan,cukup ini ke terakhir kali." hardik gue selagi membalikan badannya biar bisa mengancingkan bajunya dari belakang."ayo."gue menarik tangannya keluar dari rumah.
"Lo jangan pernah kesini lagi,jangan cariin gue lagi, jangan melakukan apapun yang ada hubungannya dengan gue."gue menatap matanya dengan penuh emosi,karena saat melihat matanya sama saja seperti menatap ibunya.
"kak..."
"gak ada yang namanya kakak lo disini.gue bukan kakak lo.ngerti?! sekarang Lo udah bisa pergi."
"aku tau kakak benci sama mama.tapi aku kan gak ada sangkut pautnya,kenapa mesti aku yang kena imbas kemarahan kak.kak...aku suka sama kakak,aku juga sayang sama kakak,aku rela kakak perlakukan seperti apapun.tapi jangan benci aku kak.paling nggak buka dulu pintunya,setelah itu aku janji,aku pergi."ujarnya panjang lebar,tapi masih tidak bisa membuat emosi gue terkontrol.
"kak,jawab kak."Chelsea mengetuk lagi berulang kali pintu. "aku janji,setelah ini aku gak bakalan ganggu kakak lagi."
"apa?"tanya gue setelah membuka pintu.
"gak apa apa,aku cuman mau cium kakak."tiba tiba bibirnya mendarat di bibir gue.ciuman penuh kehangatan sebelum akhirnya gue melepasnya.
"yaudah kak,aku pergi ya."seketika wajah sedihnya berubah menjadi senyum ceria sembari berlari kearah mobil warna hitam.