I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 03



capek capek bawak nih anak SMA sampai juga ke hotel yang dimaksud alex.di depan loby terlihat bang Deny masih setia berjaga di tempatnya.


begitu gue sampai ke lobby dia langsung menyerahkan member card alex lalu ikut masuk ke dalam berbicara pada resepsionis hotel.kami sedikit berbincang kemudahan gue langsung ke kamar.


bang Deny adalah kenalan lama alex, dulunya dia security di bank cabang, sekarang sudah pindah.katanya kalo di hotel bisa dapat uang tambahan dari tip.


ketika sampai di kamar, gue langsung rebahan sebentar di kasur setelah meletakkan anak SMA tadi di sofa yang menghadap luar jendela.


hampir saja kelupaan,gue harus segera ngurusi nih cewek. dalam keadaan baju wanita itu yang masih basah sewaktu gue menggendongnya sekarang membuat jaket yang gue pakai Sedikit basah.


"ANJING LAH".maki gue kesal sendiri dengan suara pelan tapi berat.


mungkin bagi orang orang yang suka mencibir tanpa berpikir akan mengira kami berdua akan melakukan hal yang tidak senonoh.wajar saja orang akan berpikir seperti itu melihat bagaimana gue membawanya dalam keadaan pingsan dan berseragam sekolahan.gue sempat di tatapi orang orang dengan mata mereka seolah berkata 'pria brengsek'.itu berbeda bila dengan gue.bagi gue sendiri,gue gak bakal dan tidak akan pernah mau melakukan apapun terhadap wanita yang sedang tidak berdaya,dan bila itu terjadi,apa perbedaannya dengan laki laki yang tadi gue dianggap bajingan?sama saja.


gue berjalan mendekati ranjang,lalu meletakkan wanita itu terlentang diatasnya.


"bocah ini?"...BODOH!!!"umpat gue sambil menatap kearah wanita yang terlelap dengan pakaiannya yang basah dan membuat tubuhnya ikut basah membuat semua lekuk tubuh terlihat jelas.


perlahan gue menelan ludah agar tidak tergoda oleh tubuhnya kemudian mengalihkan pandangan agar menjernihkan kembali pikiran gue yang sempat kotor.


tadinya gue udah merasa kelelahan juga gerah dan berencana langsung mandi.tapi melihat bocah SMA yang terlelap di atas ranjang dengan pakaiannya yang masih basah langsung mengurungkan niat.terpaksa gue mau tidak mau juga harus mengurus nih satu bocah yang gue bawa tadi.sial banget nasib gue, ngurusin cewek pingsan.


perlahan gue melangkah mendekati ranjang lalu naik ke atasnya,gue duduk sambil membuka satu persatu kancing seragam sekolahnya sambil menyipitkan mata kemudian beralih ke tempat selanjutnya di bagian rok abu abunya.


gue segera turun dari ranjang dan berdiri setelah semua pakaian yang dikenakan itu bocah terbuka langsung menggendong tubuh kecilnya ke kamar mandi lalu membasahi tubuhnya atau lebih tepatnya cuma merendamnya dengan air hangat sambil menyirami kayak tanaman.


pintu kamar mandi dibuka lalu ditutup setelah selesai dari kamar mandi.gue yang baru keluar kamar mandi sambil menggendong dia yang dibaluti handuk berjalan menuju ranjang dan menelentangkan kembali tubuhnya.


"GILA....,gila banget gua ya.baru kali ini gua liat cewek yang bodinya sebagus ini".gumam gue dalam kepala yang masih mengamati cewek yang di depan gue. bertubuh kurus ideal,berkulit cerah.


gue berbalik berjalan menuju arah kamar mandi mengambil handuk lagi lalu mengelap tubuh basahnya.


"sabar,sabar...tahan bego".gue dengan sabar dan menahan cobaan dari nafsu agar tidak melakukan hal diluar kendali selain mengelap tubuhnya.memakaikan pakaian baru yang tadi sudah gue pesan kepada pelayan kamar hotel.cocok dah,gue jadi baby sister kayaknya.


selesai ngurusin properti indah bocah ini sekarang giliran gue. begitu gue masuk kamar mandi baru tersadar kalau kamar mandi sudah amburadul.


ini bukan pertama kalinya untuk gue ngurusin orang beginian,tapi dia yang terparah dibandingin adik cewek gue,umur kami terpaut tidak terlalu jauh.habis pulang mabuk-mabukan tepar sampai di halaman rumah.gue tahu karena ada yang pencet bel, begitu gue keluar teman teman ceweknya yang ngantar dia sudah langsung kabur. badannya di penuhi bau alkoholnya plus muntahan dia. kagak tahu dah gue temannya bakal terasa jijik atau tidak. gue terpaksa bukain bajunya terus main campak dia tidur di kasurnya.


gue yang tidak tidur karena terus mencari nomor orang tua si bocah dan terus terusan melihat jam bolak balik tiba tiba dari belakang gue di teriakin "WHAT THE ****?!!"


tubuh yang lebih kecil dibandingkan tubuh gue di smack down oleh bocah SMA, dan sakit.


"Lo gila ya?" kata gue sambil merintih kesakitan.


dia terkejut? ya.tentu saja pikiran negatifnya berpikir begitu. tapi mana ada di dunia ini cewek yang merasa sudah dilecehkan malah melompat ke pelaku yang di duganya. nggak ada!!! dia satu satunya cewek peak!!


segara dia turun dari badan gue dan berlari sedikit menjauh dari gue. lalu mengambil ancang-ancang untuk berteriak menunjukkan mimik wajah marahnya. tapi yang pasti dia tidak terima.


"BANGUN LO,BANGUN BA*GSAT,BANGUN SEKARANG"teriaknya sambil menarik narik kasar gue.


"ya?" kata gue dengan tampang cipit karena nggak tidur semalaman.


"ada apa Lo bilang? Lo ngapain Gua semalam?hah...? Lo dah perkosa gua,kan?padahal gue udah percaya sama Lo,tapi memang semua laki-laki itu brengsek.cuma mikirin ************ doang.dasar bajingan!!" umpat dia nggak sabaran menunggu jawaban gue sambil terus menarik narik kerah gue.


"oh..." balas gue malas sedikit ngantuk.


"oh? Lo bilang apa? sekarang bangun Lo cepat bangun! sekarang juga Lo harus tanggung jawab. gue gak akan biarin ini!!" teriaknya lagi.kali ini dia benar benar frustasi mungkin dengan anggapan liarnya.


entah bingung atau karena gue masih tidak menghiraukannya,dia akhirnya pergi ke kamar mandi lalu mulai berteriak-teriak.


"ini lo mau berapa kali bodoh sih..,mudah percaya percaya aja sama orang."umpatannya yang sampai ke keluar.


"dasar otak udang, bodoh,goblok."lanjutnya lagi menyalahkan dirinya sendiri.umpatan demi umpat terus terlontar sampai ke pendengaran gue.


sementara dia lagi sibuk berdebat sama dirinya sendiri,gue mencoba tidur tanpa mempedulikan suaranya.lagian ini kamar alex,bukan sewaan.


inilah yang paling gue benci dari membantu orang terlalu jauh,apalagi orang asing. ketika pikiran negatif mereka lebih mendominasi dari pada akal sehat gue lah yang salah.


bahkan adik gue sendiri ketika tahu dia telanjang langsung masuk ke kamar gue kemudian memaki gue tapi mukanya menunjukkan senyuman lalu pergi dengan bagian tubuhnya tanpa ditutupi busana satupun. dasar adik peak aneh.