I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 21



kira kira lima menit gua sudah menenangkan pikiran sambil berendam. suara pintu terbuka tiba tiba terdengar lalu gue membuka mata mendapati Nikita cengar-cengir pada gue tanpa satupun busana menutupi tubuh eloknya menutup pintu lagi.


"ehh,apa apaan Lo,mau ngapain!"pekik gua histeris seraya refleks memejamkan mata erat-erat.tidak mau lihat pemandangan begituan.


bukannya menjawab,dia malah langsung nyebur masuk bathtub menimpa gue sambil cengengesan.


"woiii,Lo ngapain.adu..h,malah nempel lagi.Lo cepat minggir!" gua mendorong dorong naik tubuhnya agar menjauh.


"ih..,tunggu dulu."dia memperkuat tenaganya menahan tangan gua yang sedang berusaha


mengeluarkan dia.


"mau ngapain sih?!" gua masih terus mendorong.


"ahhk,lo nyakitin aku tau."Nikita menahan dorongan. mendengar ucapannya yang katanya 'sakit' gua langsung berhenti mendorongnya danoa di sadari nya tenaganya masih mendorong balik dan terjatuh mengenai bagian bawah gue.


"sakit,bodoh!" pekik gua kesakitan.


"biarin,siapa suruh dorong dorong aku."balas Nikita.dia terlihat senang tanpa merasa tenaganya menang dari gue.


"aku mau bicara loh,bodoh. masa nggak boleh."


"iya sih...tapi kenapa harus dikamar mandi juga bego! lo kagak malu apa kayak gini!" hardik gue marah marah,pipinya tetap tersenyum sebelum memundurkan dan memutar kepalanya hingga mencium bibir gua.


"woii,malah ketawa nih bocah,lo bodoh atau apa sih,gua juga gini laki laki,nanti lo gua apa apain gimana? gua juga punya nafsu tau gak?!"ujar gue tapi dia tetap gak hiraukan peringatan itu. malahan ngelunjak sampai ngelus-ngelus dada sama perut gue segala.


"Lo sering nge-gym?"


"iya,terus kenapa....,awas tangan Lo."kata gue menepis tangannya dari perut gue.


"ihss.."Nikita menggeliatkan tubuhnya menghadap gue. untungnya permukaan airnya ditutupi busa,kalau tidak,seluruh tubuhnya pasti terlihat oleh gue. "tunggu,aku mau megang sebentar,pelit benget."Nikita memaksa tangannya lagi menyentuh perut gue.


gua membiarkannya memainkan tangannya diperut gua,hingga semakin lama tangannya semakin semena-mena pada gue.


"udah,pegang pegangnya?"tanya gua mengerutkan dahi,menahan mimik wajah gua yang sedang mengalami kegelian dari sentuhan lembut Nikita.


"mantap ya,keren banget. lo punya pacar?pasti enak banget cewek Lo itu."dia masih fokus mengelus.


"nggak."


"mantan."


"nggak."jawab gua mulai ketus.


"lo kok nggak ada nafsu sama cewek? kok Lo gak bereaksi seperti cowok biasanya. lo gay,ya?." tanya Nikita bertubi-tubi.


Nih anak pertanyaannya mulai ngelantur.tapi kalau gue tidak menjawabnya masih ada banyak hal lagi yang akan dia katakan dan jika gue menjawab bohongan,dia seharusnya percaya. dan setelah itu dia tidak lagi berbuat aneh aneh.


"iya." jawab gua menahan antusias. tanpa alasan yang pasti,rasanya gue seneng banget membohongi bocah usil seperti dia. saat dia percaya sensasi wajah polosnya beneran lucu.


dia mengerutkan dahi,tampak berpikir. tidak lama mendekatkan mukanya ke muka gua. gua gue meresponnya langsung menjauh. ternyata dia cuma ingin melihat mata gue,memastikan ucapan bohong gue.


"gak apa apa,aku bisa ko berusaha bantuin Lo supaya kembali seperti laki laki normal."ucapnya sebelum menyerang cium bibir gur dengan agresif sambil mengalungkan tangannya dileher gua. ciumannya berlangsung lama,namun hanya Nikita yang bergerak,sampai akhirnya titik puncak menahan nafsu gue yang lemah sudah tidak terkendali,gue juga ikut andil.


Nikita semakin memancing gue lebih ganas. jujur,siapa yang bisa menahan godaan ini,walaupun gue bersikeras menolaknya,tapi bibirnya terasa nikmat,wajahnya juga manis tanpa riasan,ditambah tubuh yang dilapisi kulit lembutnya sedang menempel ditubuh gua tanpa halangan sehelai pakaian.


"Nikita,Lo tahu apa yang lo lakuin ini kan."


"aku tahu."dia mencium gue lagi,tapi kali ini pinggulnya bergerak menggesekkan bagian bawah gue. tanpa basa basi gue langsung menerkamnya dengan rakus. kami sama sama menikmati satu sama lain dalam setiap gerakan.sesekali gue mencium bibirnya lahap sampai meninggalkan bekas memerah di lehernya.


sudah lama gue tidak pernah merasakan kenikmatan seperti semalam sejak terakhir dimana Nikita memaksa gue di pesta pernikahan kemarin. bedanya semalam gue ikut mengambil andil melakukan hubungan yang gak seharusnya dilakukan sampai berlanjut ke kasur.


dia mendudukkan badan dan memutarnya lalu mencium gue. "morning." ucapnya sekali lagi.gue masih tidak memiliki mood untuk menjawab.


"ihhh,balas atuh.pelit banget sama suara."


"mhh..,"tanggap gua malas.


"dasar,pemalas! udah ah,aku mau sekolah,nanti kalau perlu apa apa,bilang sama bibi aja."


"bibi?"


"iya,bibi yang baru dipekerjakan ayah."


"oh."


"kalau gak ada lagi,aku pergi mandi dulu. mau mandi bareng?"


"nggak! terima kasih! nanti sama bibi aja."


"maksud Lo?!" ekspresi Nikita langsung berubah menggalak. "nggak boleh! lo kalo mau mandi gak boleh dibantuin sama orang lain selain aku!"


"bodoh! maksud gue,biar bibi aja yang bantuin memapah ke kamar mandi,kalo mandi ya gue sendiri lah.lagian bukan urusan lo juga."


"awas aja! nanti aku pulang,lo...,aku habisin."ancam Nikita ke gua.dikiranya gua takut apa,apalagi bocah songong beginian.


Nikita menuju kamar mandi, tangannya membawa handuk dan tanpa sehelai kain menutup tubuhnya berjalan santai.


"orang tua lo emang gak tinggal sama Lo?"tanya gua tiba tiba.


"gak."jawabnya berjalan mundur menghadap gue.


gua menatap langit langit kamar dengan hiasan indah yang bisa dibilang dengan kesimpulan gue sendiri bertema petualangan. terlihat jelas lukisan pemandangan bukit dengan dua orang pasangan lengkap dengan tas besar camping dan satu tenda seolah bercahaya kuning saling berpelukan menghadap sang Surya menjelang terbit.


seperti kata Nikita, tepat pada pukul enam sore bibi yang di sebutnya tadi datang memasuki kamar. usianya terbilang antara tiga puluhan. ini pertama kalinya gue melihat orang lain selain dua rekan Rey lainnya.


"sore tuan,saya bawakan obat buat anda." sapa wanita itu ke gue sambil menampilkan senyuman.


gue mengambil obat dan gelas terisi air dari sodoran tangannya."makasih." kata gue namun dia tidak langsung pergi.


"anda siapa?." tanya gue sopan.


"saya? saya sekarang adalah asisten rumah tangga nona Nikita yang dipekerjakan oleh tuan besar"


"oh." ucap gue pura pura paham. sebenarnya gue hanya basa basi karena dia masih nungguin gue minum obat,gue tidak terlalu memperdulikan ucapannya.


"kalau tidak ada lagi saya keluar dulu." dia pergi keluar kamar setelah permisi. dari balik pintu dia terdengar sedang berbicara dengan orang lain,suaranya samar tidak terdengar dengan jelas siapa apa yang mereka bicarakan


"Timon."teriak Nikita semangat setelah berhasil mendobrak pintu. antusias banget macem anak kecil kangen sama emaknya.


"berisik!"


"biarin.ayo cepat berdiri. lo belum mandikan."


"belum."jawab gue bego.


"sama."dia menampakkan deretan gigi putihnya menunjukkan senyuman manis.


"sam...sama apanya?"kata gua terbata bata.kurang greget apa lagi coba? membayangkan dengan santainya bocah ini berbicara begituan yang pasti m sudah gue tahu apa maksudnya sambil memeluk lengan gua. tangan gue menempel di dadanya. otot otot tangan gue beradu dengan gumpalan lemak lembutnya.


FAK....FAK.....******!