I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 38



"selamat datang,tuan.apa ada yang bisa saya bantu."ucap seorang wanita berpakaian hitam putih yang cukup indah dipandang dengan ramah.


"saya mau bertemu dengan pemimpin anda,maksud saya boss perusahaan anda."balas gue.


"maksud anda?apa anda beritahu namanya?"


"ehm...,"gue berpikir sejenak.siapa yak,namanya.kayaknya dia gak ada kasih tau siapa namanya."mbak,tau... Nikita,orang tua dari Nikita."jawab gue canggung.gak tau nama lagi.


"maksud anda,bapak Wandra? direktur utama?"tanya lagi resepsionis itu.


"ya,si tua sialan itu maksud saya."balas gue spontan.gara gara gue ngomong begituan si resepsionis matanya membelalak.hampir mau keluar tuh,mbak.matanya.


"apa sebelumnya anda sudah ada janji."


bukannya menjawab,gue langsung mengeluarkan kartu nama lalu memberikan ke mba resepsionis.


"sebentar."katanya katanya dan langsung menghubungi memberitahukan lewat telepon.


mulutnya komat Kamit sambil fokus terhadap pembicaraan sebelum akhirnya menanyakan nama gue sambil menatap dengan tatapan bertanya"tuan..."


"Timon."hardik gue.


"baik,terima kasih."ucap mbak resepsionis lalu meletakan telepon."mari,saya antar."


"Muh...oke."


akhirnya gue pergi juga ketemu bapak tua sialan itu.udah pada menumpuk ini pertanyaan yang mau gue tanyakan.walaupun gak semua pertanyaannya bisa gue tanyakan.


"sudah sampai,tuan.saya permisi."katanya lalu pergi.


tok-tok-tok


gue mengetuk pintu biar terlihat sopan.ya,hanya terlihat saja.tapi sebenarnya gue paling gak pengen sopan sama si sialan ini.


"masuk."


gue,pun masuk dan mendapati dia sedang sibuk mengurus dokumen dokumen yang tertumpuk di mejanya.


"duduk sa...."ucapannya berhenti setelah melihat gue yang udah duduk sambil ngangkat kaki kayak nganggap ini rumah gue sendiri tanpa dipersilahkan.


"ada apa kamu nyari saya?"


"ini."gue melempar amplop coklat tadi ke atass meja di depan gue.


"oh."dia menanggapi santai."terus,apa yang mau kamu katakan?"


"saya hanya mau nanya,apa masuk bapak memberikan saya ini?"tanya gue.


dia melirik kearah gue sambil masih sibuk dengan tangannya yang bergerak gerak lalu kembali mengalihkannya dan berhenti dengan kesibukannya."kamu sudah mendatangi alamatnya?"


"barusan."


"bagus,berarti kamu juga tau apa maksud saya.jadi dimana letak kesalahannya?"tanyanya lagi yang malah membuat gue semakin kesal.


"dimana letak kesalahannya?Anda menanyakan di mana letak kesalahannya?anda menganggap remeh saya?"hardik gue dengan suara yang sedikit meninggi.


"ya,kalau memang saya mengganggap remeh kamu.kenapa?marah?gak suka?terus..."


"terus? terus...,saya cuman minta anda jangan mencoba meremehkan saya.saya gak butuh rasa kasihan anda "ucapan gue setenang mungkin.gue gak mau lagi bertindak dengan emosi.


"ya,itu terserah kamu.tapi,apa setelah itu,apa yang akan kamu perbuat?kamu kira dengan kamu yang sekarang ini bisa apa?apa bisa kamu memenuhi apa janji kamu?"


"bisa,tapi....."


"mau nunggu berapa tahun?10?15?berapa?"tanyanya lagi menyela perkataan gue.


gue terdiam sesaat.ya,memulai usaha begituan memang gak cukup hanya dengan kemauan aja.tapi juga perlu modal.sedangkan gue kuliah aja kagak,teman sedikit.bisa apa?


kayaknya ini percakapan udah gak bisa dilanjutkan lagi.pikiran gue saat ini belum bisa berpikiran jernih."udah,itu aja yang mau saya katakan.saya pamit."kata gue lalu pergi.


"eits...siapa bilang kamu bisa pergi.pengecut!"seketika langkah gue terhenti dengan ucapannya.dan gue kembali berbalik.


"kamu kira kamu siapa?kamu kira kalau bukan karna Nikita kamu bakal saya ampuni?tidak!pukulan yang kamu rasakan tadi itu kamu kira cukup bagi saya?supaya kamu tau,kalau bukan karena dia,kamu pikir sekarang kamu bisa datang kesini?"ucapnya mendekat ke gue lalu memukul gue.tepat bagian perut.


"..."gue diam merasa kesakitan.suer,nih orang apa kagak ya? betulan kuat banget pukulannya.udah tua juga.


"kalau tidak saya berikan itu ke kamu,kamu bisa menghasilkan apa?"sekali lagi gue dipukul.


"ini yang saya tunggu-tunggu.kamu berani menemui saya.sekali lagi,supaya kamu belajar,disini gak ada Nikita."ucapanya sambil memberikan gue pukulan tepat diperut gue lagi.


"kamu ingat itu!saya tidak menawarkan.tapi itu perintah."katanya lalu kembali ke kursinya setelah mendepak gue dari kantornya.


......


"Mon,udah siap Lo?.ayo."Alex keluar dengan setelan rapi dan gak lupa seperti biasa.rambutnya selalu diolesi sama Pomade.


gue hari ini,hari pertama gue mau mulai ngambil alih kafe yang diberikan bokapnya Nikita dan akan dibantuin sama makhluk hidung blasteran yang udah siap nungguin gue di depan pintu.walaupun gue terpaksa,ya mau gak mau gue juga harus terima.karna selain itu gue gak punya pilihan lain.


"oke.gimana gaya gue,keren gak?."balas gue sambil berdiri memperhatikan pantulan diri gue dari cermin.


tapi kalo dilihat lihat badan gue bagus juga,muka gue,lumayanlah kalo dibandingin sama maskot gantengan gue.walaupun kalo bisa dibilang modal gue saat ini cuma badan sama muka doang,gitu kata Alex.gue gak terima dong.bisa apa kalo cuma punya modal gitu doang?******.muke gileee!


"mantap,udah mirip kayak kangkung Krispy."Alex langsung pergi menuju halaman,diikuti dengan gue.


°


°


"Lo gak lupa bawa kuncinya'kan Mon?"


"gak,ini gue bawa."


satu persatu pintu gue bukain.mulai dari pintu double yang ada depan dan pintu belakang yang pas dibuka ternyata belakangnya gang sempit yang buntu.lalu semua jendela gue bukain biar pas nanti gue sama Alex bersihin nih tokoh abunya gak tetap di ruangan.


"Mon,kapan Lo mulai bukanya?nanti sore?"tanya Alex sembari mengelap semua meja yang udah gue bersihin tadi pake kemoceng dengan lap basah.


gue mengerutkan dari,berpikir sebentar dan mengurung waktu."besok,les.sore jam 5 atau 6 tapi.lo udah dapat barang barang yang kita omongin,kan?"


"baguslah, kalo gak salah barangnya besok siang datang.katanya kira kira jam 2 gitu.pas waktunya kalo Lo pake lagi buat ngitungin telor cicak."Alex masih sama,tetap mengelap meja meja yang hampir bersih mengkilap semua.


"kalo WiFi?udah Lo hubungi belom, Mon?"


"udah.dibilang bang putra dia bisanya jam 1.sekalian makan sini katanya.terus,gue bilang gue bukanya jam 6.lo tau gak apa reaksinya?"senyum di pipi gue merekah karna pembicaraan ini.


"apa?"


"oala,kirain.atau aku datangnya jam 6 aja,ya.katanya.ya gue tolak,lah.gak mungkin,lah gue buka nih kafe tanpa ada koneksi WiFi-nya."


Trrrt....trrrt....


"bentar, Mon.ada yang nelpon."tiba tiba bunyin dering ponsel Alex berbunyi dan dia keluar mengangkatnya.


"huuh.... akhirnya, selesai juga nih kerjaan.tinggal ngecek apa aja yang belum lengkap." gumam gue setelahnya mengelap keringat yang bercucuran di dahi gue.


untungnya gue udah persiapin matang matang tentang ini kafe.jadi, sekarang hanya tinggal dekorasi sama mengganti bola lampu yang gak bisa dipake lagi.oh,ya.satu lagi.tinggal soundsystem buat nyetel lagi.


lagi sibuk gue memperhatikan setiap sudut dengan teliti dan membayangkan tata letak perabotan.tiba tiba Alex masuk dengan tampang lesu menatap gue.


"Mon....."


"hmm...?"balas gue tanpa bicara.


"Nikita gak balik kerumahnya!"


"terus?"


"ye...*****.masalahnya dia gak pulang sejak dua hari lalu.bokapnya udah nyuruh orang buat nyari dia.tapi belum ketemu sampai sekarang."dia menyalakan rokok lalu duduk santai menikmatinya lalu melanjutkan perkataanya."dan yang harus lebih Lo perhatikan itu sejak dia pergi dari rumah."


seketika pikiran gue amblas lalu menabok jidat gue sendiri.


"terus?"tanya gue sambil berpura pura tetap tenang.semoga aja kelanjutannya adalah bukan yang ada dipikiran gue.


"bokapnya besok balik kesini.setelah itu Lo tau apa yang terjadi,kan?"


adududu....dosa apa gue sampe ketiban masalah beginian.lagian tuh anak ada ada aja dah.emang dia gak mikirin bokapnya kalo panik sama khawatir apa?paling nggak pikirin nasib gue juga kali yang udah dipukulin berkali kali.apa harus gue dipukuli sekali lagi untuk memastikan gue kagak mimpi soal kemarin?


tapi kayaknya kali ini gue keterlaluan juga.bicara sama bocah dengan dengan perkataan yang terdengar dingin walupun itu dia yang lebih dulu mengatai gue.


gak seharusnya....oh gak seharusnya....habis sudah.ludes sudah muka gue besok.


°


°


°


HAI... semuanya,terima kasih untuk kalian semua yang telah membaca novel:


I'AM YOUR MAN


jangan lupa terus berikan dukungan untuk author ya dengan:👍,⭐⭐⭐⭐⭐ dan VOTEnya,kalau boleh juga bisa berikan tip.dan juga berikan kritik dan saran untuk ceritanya.


jangan bosan untuk terus menantikan update cerita lanjutannya ya......,