I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 31



waktu sudah mendekati jam satu pagi,udara juga semakin terasa dingin.perlahan hembusan demi hembusan angin membuat bulu kuduk gue jadi berdiri.


gue menatap langit yang semakin lama kumpulan bintang di atas semakin hilang.dengan ditemani lagu. sebuah lagu yang membuat pikiran gue semakin tenang.


sepintas wajah Chelsea kembali lagi terbayang.kejadian tadi masih saja mengganggu gue.bayangan bayangan masih teringat jelas,ucapannya satupun gak gue lupa.walaupun Chelsea bilangnya suka sama gue dan kami berdua berbeda ibu atau ayah,tetap aja gue gak bakal terima.


teringat tentang sikap ibunya yang terlalu sok berkuasa,sikap angkuhnya dan yang paling membuat gue paling gak terima yaitu perlakuannya terhadap ibu gue.


"Mon,sebatang."tiba tiba Alex udah duduk aja di samping gue menawari rokok.gue melirik ke dia.


"nggak Lex."jawab gue kembali mengarahkan pandangan ke langit.


"siapa?dia lagi?"tanya Alex sedikit khawatir.gue hanya terus menatap langit sambil menggeleng.


"jadi?


"Chelsea.dia tadi ke sini."


"hah...kesini?.ngapain?nyariin Lo?terus..."sembraut Alex .


"dia tadi datang kesini.terus katanya dia suka sama gue."


"nah....kan.gue bilang apa sama lo dulu.itu anak emang suka sama lo.gue udah perhatiin dia tuh sama lo kayak mana. lo nya yang gak percaya sama gue,sih."ujar Alex sedari menghembuskan asap hitam ke atas.


"iya.sekarang gue baru tau."


"terus apa lagi katanya."Alex mulai penasaran.jiwa jiwa keponya udah muncul,gue mana bisa lagi sembunyi-in apa apa lagi kalo gini.


"telanjang.cium gue."kata gue santai.


"KHAHAHAHAH.....,gue bilang apa.dia betul betul suka sama kakak tersayangnya.cucucu...kakak,aku suka sama kakak.kakak suka sama aku juga'kan."ledek Alex puas terbatuk batuk.


"****** lo Lex."umpat gue setelah menatap sahabat gue yang satu ini selalu ada aja buat jadi pelepas keluh kesah gue.


"Lex...."


"hmm..."


"alasan lo mau sahabatan sama gue apa?"gue menggeser pandangan ke arah Alex.


"...."Alex melirik gue sebentar membakar lagu rokoknya."huhf......,sebelum gue jawab gue juga mau nanya sama Lo,kalo Lo,apa alasan Lo?"


"gue?gue gak tau.gue taunya lo temen gue yang paling berharga.udah gitu aja.kagak ada alasan lainnya."kata gue sebelum kembali meneguk kopi di sebelah gue.


"kalo alasan gue.....karna lo itu unik,dan lo juga sahabat gue."kata Alex lalu menghisap lagi rokoknya yang udah tinggal setengah.


"hampir mirip jugalah berarti."


"iya,gue juga kagak tau kenapa sama,mungkin lo niru alasan gue kali, badak."


"emang Lo kira gue bisa baca pikiran lo apa,botol cuka." kata gue membalas ledekannya.


"Mon." panggil Alex tiba tiba saat melihat gue menatapnya sambil senyum.


"hah...?"


"normal Lo?"


"ye,masih normal kali.lo kali tuh."kata gue membalas ejekannya yang secara gak langsung bilang "gay lo"


malam yang tenang kami habiskan berdua di atas atap,dua sahabat yang sebenarnya masih ada satu lagi yang belum bisa kumpul bareng kami.


setelah panjang lebar gue sama Alex saling berbagi cerita. gue mengajaknya pergi berkeliling dari pada harus di rumah terus.


"Lex,gue kagak tau mau ngapain aja.lo enak....punyak teman.lha,gue?"kata gue sedikit keras saat suara pelan gue diterpa angin tak terdengar.


"nah....maka dari itu gue ngajak Lo kesini biar bisa bergaul juga sama teman teman gue."balas Alex santai


"yaudah."


akhirnya gue setuju dengan saran Alex,kami berdua masuk ke dalam diskotik. sebuah gedung luas yang gelap dengan pencahayaan yang bikin sakit mata.berbagai tipe orang ada disini.gadis gadis muda berdansa bersama pria lainnya,sedangkan dipojok sebelah kiri gue ada laki laki paruh baya dengan beberapa temannya dikelilingi para wania cantik sambil menikmati sebotol alkohol.


begitu kami menghampiri suatu meja Alex langsung disambut akrab beberapa temannya.beberapa dari mereka juga menanyakan siapa gue,gue hanya menjawab sekenanya.


berbagai canda tawa menghiasi meja kami.ternyata teman teman Alex asik. mudah akrabnya.sesekali pandangan gue menuju dari tempat lain. tiba tiba tampak sosok yang tidak asing lagi bagi gue.chelsea.


di depan meja bartender Chelsea tampak frustasi sambil meminum minuman berwarna kuning dan dihampiri dua orang pria.dua orang itu tampak terus menggoda Chelsea,sesekali juga melekatkan pinggangnya. tapi Chelsea tetap menolak.


gue gak tahan melihatnya,gak mungkin gue diam aja. gue pergi kearahnya,gak lupa juga ngajak alex biar gak muncul kerusuhan.walaupun tadi sore dia udah keterlaluan sama gue.tapi dia juga termasuk adik gue walau sebenarnya gak ada hubungan darah sama sekali. bahkan jika gue punya dendam sama ibunya,tapi tidak seharusnya gue mengabaikan dia dipermainkan sama orang lain dan takutnya akan berakhir di ranjang.


"Chelsea,ayo kita pergi."kata gue sambil berjalan mendekat kearahnya bersamaan dengan Alex tanpa memperdulikan mereka berdua.


"kak Timon?."gumam Chelsea yang udah mabok dan mulutnya bau alkohol.


"iya-iya.ini gue,timon.sekarang kita pergi dari sini."ajak gue berusaha menggendong Chelsea.


sedangkan dua cowok tersebut cuma diam menatapi gue bergantian juga menatapi Alex yang ada disebelah gue. gak seperti perkiraan gue,kayak di film film gitu.gue datang,membawa pergi cewek yang sedang di godain sama laki laki,lalu mereka gak terima dan akhirnya muncul perkelahian.tapi ini mereka justru hanya diam dan pergi tanpa berkutik setelah gue berhasil membopong Chelsea.


"Lex,Lo sadar gak.ada yang aneh kayaknya."tanya gue yang sedang berjalan sambil membopong Chelsea.


"ha?aneh?nggak ah.emang aneh apaan."jawab Alex sambil menahan senyum ke gue.


"itu,masa dua orang tadi diam aja kita datang bawa pergi nih anak.gak sesuai perkiraan gue."


"emang perkiraan Lo kayak mana."


"ya paling tidak mereka ngamuk gitu Karena santapannya kita bawa pergi."


"takut mungkin sama lo. liat badan Lo ini besar banget kayak kuda nil.mana berani."kata alex.


gue diam tanpa mempedulikannya lagi.sekarang gue lebih memikirkan nih anak yang lagi gue gotong. lagian ngapain sih dia ketempat beginian.sendiri lagi.sekarang yang paling utama mau di letak dimana ini anak,gak mungkin gue bawa pulang ke rumah.itu adalah tempat yang udah gue pantangi.jadi satu satunya adalah meninggalkannya hotel.