I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 63



"sial.lo bisa ninggalin aku sendiri,gak?jangan ganggu aku lagi!"teriaknya setelah mendorong gue menjauh.


dia berjalan sampe ke ujung lalu duduk diam menatap ke luar tanpa berbicara sedikitpun lagi.kali ini dia benar benar berbeda,tatapannya kosong dan terus menunjukkan mimik wajahnya yang terlihat dalam kesedihan mendalam.sedangkan gue terus melanjutkan pekerjaan gue tadi yang tertunda.


"ehemm,punya Lo."gue duduk di sebelahnya dan menyodorkannya segelas jus alpukat dingin untuk membuatnya sedikit santai.


"siapa pria tadi dan punya masalah apa Lo sama mereka."kata gue lagi.


"aku gak bersedia menjelaskannya ke Lo."balasnya tanpa melihat ke arah gue.


"gue ngasih perintah,bukan minta persetujuan lo dan Lo gak punya pilihan."hardik gue dalam satu tarikan nafas.


"mau Lo apaan sih?Lo bukan siapa siapa aku.lo juga gak punya hak untuk memerintah gue."


dia hendak berdiri tapi tangan gue langsung nahan dia."lo-duduk."ucap gue dengan menaikkan alis mata lalu mengarahkan pandangan ke tempat dia duduk tadi.


Nikita kembali ke tempat semulanya tadi tanpa bersuara juga cuma menatapi gue dengan pandangannya yang serem amat.


lalu gue berdiri dan sedikit membungkukkan badan lebih mendekat ke dia.


"gue bilang Lo harus."kata gue sekali lagi.


"gak."


"oh ya?"gue langsung menciumnya tanpa sedikitpun memberinya cela untuknya bernafas.


"Timon!Lo gila ya,apa mau Lo."


"gue tanya Lo sekarang.Lo nganggap hubungan kita apa?"tanya gue balik tapi masih terus memegangi dagu miliknya.


"hubungan?Lo jangan mimpi!aku gak suka sama Lo dan kita gak punya hubungan apa apa!"katanya balik ke gue dan gue balas hanya dengan tersenyum kecil.


"bukannya kita pasangan di atas ranjang."


kalimat gue disambut dengan tamparan panas.awalnya emang terasa tidak menyakitkan,kemudian lama kelamaan semakin perih.tamparannya betul betul sebagai bentuk dari emosinya.


"Timon!cukup!"teriaknya sekencang kencangnya ke gue.


gue terdiam sebentar,memastikan apakah tamparan ini benar benar nyata setelah sekian lama belum ada yang pernah memperingati gue.setelah wanita yang dulu gue sangat gue percaya tetapi menghilang di masa tersedih gue.


benar benar tidak tahu apa lagi yang harus gue lakuin.tamparan tadi seakan akan menghentikan dimensi waktu gue.


"kenapa?yang gue omongin salah?atau hanya omong kosong?"tanya gue sedari membenarkan posisi berdiri.


"ayolah,Lo yang memulainya duluan.lo yang membawa gue ke dalam situasi yang sulit ini.dan sekarang Lo ingin gue pergi menjauh dari dari kehidupan Lo?Lo datang lalu menghancurkan dan memaksa gue menjalani hidup di sisi orang asing seperti lo lalu menyingkirkannya?Lo kira gue ******?gue kasih tau Lo satu hal,gue gak semudah itu di permainkan oleh orang lain,terlebih lagi wanita!"kecam gue mengeluarkan semua apa yang ada di pikiran gue ke Nikita.


Nikita terdiam dengan apa yang gue katakan barusan tanpa membalasnya dan masih terus menatapi mata gue.gue berjalan ke meja bartender meneguk lagi air putih lalu kembali ke tempat Nikita.


"setelah Lo memulainya lalu merasa gue tidak lagi berguna lalu pergi tanpa ada penjelasan apa apa?itu yang gue inginkan,penjelasan...oke?sekarang Lo bisa jelaskan ke gue apa motif Lo selama ini mencampuradukkan gue dengan kehidupan Lo."gue kembali duduk di depannya menunggu Nikita berbicara.


gue memutar badan tanpa berdiri menghadap ke arah pintu masuk lalu melirik kiri kanan.


"shiit!lupa gue."gue langsung beranjak untuk membalikkan papan kecil yang menggantung di pintu begitu sadar tulisan OPEN belum gue balik sebelum akhirnya gue urungkan niat gue itu sebelum gue gue mendengar penjelasan dari Nikita.


berbalik lalu duduk lagi di tempat gue semula tadi.meminum habis air yang tersisa di gelas gue lalu menatapi dia lagi.tatapan gue di balas lagi tanpa ekspresi.


"Lo yakin gak mau bicara tentang hutang menjelaskan Lo ke gue."


gue mencoba bertanya sekali lagi.tapi dianya tetap mengabaikan ucapan gue.lagi lagi emosi gue hair tidak terkontrol.


gue angkat tangan gue,menarik tali agar bisamenutup jendela kaca dengan window blind,lalu berdiri mendekatkan muka ke muka Nikita.gue memajukannya perlahan lalu menciuminya lalu berpindah ke lehernya bersamaan dia berdiri mencoba mendorong gue tapi tubuhnya yang begitu kecil gue angkat ke ke meja.


"bagus,ini yang gue tunggu-tunggu.tepat seperti yang gue perhitungkan."ujar gue di sela sela ciuman itu.


gue pura pura sudah menebak agar dia secepatnya bicara.lalu berpindah lagi ke bibirnya.tangan gue meraba tubuhnya mencoba lebih memaksanya.


"*******!aku tetap gak mau ngomong!"pekik dia setelah mengigit bibir gue sampe berdarah juga mendorong gue jatuh.


untungnya kafe ini udah diatur agar kedap suara oleh gue sama Alex.jadinya suara teriakan Nikita yang kencangnya gila banget kalo dibandingin sama toak lebih bikin puyeng suara dia lagi sama suara kebisingan dari meja dan kursi yang jatuh tidak kedengaran sampe keluar kafe.


belum menyerah.gue mengusap bibir lalu maju lagi dan kembali melakukannya lagi yang ternyata sekali lagi perut gue kena tendang lagi sama dia.


"Lo yang maksa gue."hardik gue.


gue menahan kakinya yang lagi mencoba menghalangi tubuh gue lalu secara paksa menjelajahi tubuhnya.


"Timon!biarin aku.aku mau pulang."


ucapan Nikita membuat gue membantu.yang pertama kali terbesit adalah bokapnya.orang tua sialan itu.tapi gue pura pura gak peduli,melanjutkannya.


"ternyata memang ini yang Lo mau,kan?jangan berpura pura melawan."gue mundur dua langkah,menghentikan semua yang gue lakukan tadi.menatapnya.mencari sisi mana wajahnya yang bisa gue pahami.ternyata memang benar,terlalu sulit untuk membacanya Nikita.tidak seperti biasanya.entah gue yang lupa cara membaca mimik wajah orang,atau memang pikiran dia yang tidak di sini.


gak mau berlama lama bertatapan dengan dia.gue meninggalkannya sendiri masih tetap terpaku di atas meja.sebelum benar benar ke belakang gue melihat lagi ke arahnya.air matanya perlahan terlihat menetes.


°


°


°


HAI... semuanya,terima kasih untuk kalian semua yang telah membaca novel:


I'AM YOUR MAN


jangan lupa terus berikan dukungan untuk author ya dengan:👍,⭐⭐⭐⭐⭐ dan VOTEnya,kalau boleh juga bisa berikan tip.dan juga berikan kritik dan saran untuk ceritanya.


jangan bosan untuk terus menantikan update cerita lanjutannya ya.....,