I'M YOUR MAN

I'M YOUR MAN
I'AM YOUR MAN 54



sialan bapak tua itu.ternyata maksud dari hadiah yang dia katakan tadi rupanya sebuah penyiksaan,******* emang.


gue dihajar berkali kali tanpa henti,semua bagian tubuh disasar bergiliran.hak ada satupun yang tidak kena pukulan,kecuali bagian vital.dan,setelah habis babak belur semuanya badan gue,gue digotong kasar dan diantar sampai depan rumah Alex.


"semoga kamu mengerti apa yang dikatakan bos dan tau tindakan apa yang harus kamu lakukan."kata salah satu pria yang membawa gue setelah mencampakkan gue didepan teras lalu pergi.


ya,gue tau jelas semua dari perkataan bapak tua itu.semua perkataan yang tidak langsung itu hanya bertujuan untuk mengetes kemampuan IQ gue.setelah dia rasa gue cukup mengerti dengan perkataannya,dia melepas gue.


"sakit,Mon?"tiba tiba Alex muncul di depan pintu entah dari kapan dia disitu.gak sadar gue.


"..."


"sini,gue bantu gotong Lo."Alex membatu gue berdiri lalu menuju keruang tamu dan gue langsung dicampakkan gitu aja sama Alex ke sofa.


"aww...,Lex,sakit Lex."ringis gue kesakitan.


"udah tahan,bentar,gue ngambil obat."kata Alex lalu pergi mencari obat.


tak butuh waktu lama tuh anak datang lagi sambil membawa kotak obat ditangan kanan dan juga membawa amplop coklat di tangan kirinya.


"nih,Lo obatin sendiri.setelah itu Lo periksa apa yang ada didalam.gue juga mau lihat."kotak obat diserahin ke gue dan amplop di lempar Alex ke atas meja.


"eh...dari siapa Lex."tanya gue melihat amplop coklat yang lumayan besar dan lumayan tebal juga.


"Lo obatin aja dulu.lo liat Lo udah babak belur gitu,masih aja merhatiin yang lain."


"...."gue diam.


kayaknya ada yang aneh sama Alex.gak seperti biaanya.berawal dari datangnya bapaknya si Nikita yang tadinya kami gue gak tau siapa itu,biasanya Alex yang membukakan pintu, bukan gue walaupun gue lagi dirumahnya.dan lagi gak mungkin bagi gue,Alex gak denger keributan apa yang terjadi dibawah rumahnya tadi siang.dan dia gak datang memastikan apa yang terjadi dibawah.lagi,melihat gue yang babak belur gini dan terkapar di teras rumahnya dia tidak terlihat terkejut kayak biasanya saat kami SMA bareng dan gue habis berantam.


sambil mengobati lengann gue yang berdarah dengan Betadine,gue menatapi Alex dalam dalam.dia membalas tatapan gue.dan ekspresi malah ekspresi menahan ketawa.


"Lex,? panggil gue.


"hmm..."balasnya tanpa kata.


"Lo...ngejual gue ya,*******."tebak gue yang udah pasti didalam otak.


"huh..,.heheh....hahahaha.....hahah."seketika tawa dia pecah yang sejak tadi dia tahan."hahaha, sorry Mon,sory."sambung Alex lagi.


"******* Lo Lex."botol Betadine yang ada ditangan gue,gue lempar ke mukanya.untungnya lubang botolnya kecil,kalo nggak pasti menumpahi cairan dimuka Alex.


"tujuan Lo ngejual gue apa?gawat Lo Lex, *******.ngejual gue,ah."


"bukan gitu Mon.lo dengerin gue dulu.sory.bukan maksud gue gitu,tapi ada baiknya Lo tanggung jawab."


"urusan sama apa coba?"


"ya...karna gue sahabat Lo."


"sahabat sahabat,mana ada sahabat ngebiarin gue dipukuli .sakit tau botol cuka."


"heheh,sorry,lah mon.gue punya alasan sendiri.nanti kalo waktunya udah pas Lo gue kasih tau.yang pasti gak bakalan rugi Lo.untung malah."balas Alex lagi lalu berdiri."udah ah.lo rasain aja kenikmatannya Mon.gue cabut dulu,yak."


Alex langsung main pergi aja ninggalin gue.bukannya bantuin,malah ketawa ketiwi.