I'M Coming Daddy!

I'M Coming Daddy!
Tamat



Karena rasa bahagia, Gilbert mengadakan makan besar kepada seluruh keluarganya. Keluarga Evans juga berada di rumah Gilbert, mereka sedang makan bersama di meja makan keluarga.


Hanya dentingan sendok yang terdengar, hingga suara ribut kedua bocah membuat mereka semua menghentikan makan mereka.


"Lev mau cayap ayam pokokna!"


"Ley juga mau!!"


"Ini tindal catu, ngalah dong!!"


Kedua bocah sibuk bertengkar karena sayap ayam, Emily pun dengan lembut menyuruh Revin mengalah. Namun, putranya itu tetap saja tak mau kalah. Begitu pun dengan Reynan, walau sudah di bujuk sang papah. Dia tetap kekeuh dengan keinginannya.


"DIAM!!"


Mendadak suasana hening ketika mendengar perkataan tegas dari Marcel. Pria paruh baya itu mendorong kursinya dan beranjak dari duduknya. Dengan tatapan dingin dan menusuk Marcel menghampiri kedua bocah itu yang masih tarik menarik dengan sayap ayam.


SRETT!!


Marcel menarik sayap ayam itu, dia menariknya hingga menjadi dua bagian. Setelahnya dia kembali memberikannya pada kedua bocah gembul tersebut.


"Dapet dua-duanya kan, ayo kembali makan!" Titah Marcel.


Revin dan Reynan pun mengangguk, mereka kembali fokus dengan makanan mereka. Yang lain pun begitu, tak ada yang berani bersuara.


"Makan yang banyak." Ujar Marcel sambil menepuk pelan kepala putrinya.


Emily hanya mengangguk, dia melirik putranya yang kini fokus menghabiskan makan siang mereka. Marcel pun kembali ke tempatnya, dia melanjutkan acara makannya yang tertunda.


Singkatnya, Selesai makan. Terlihat Agler ingin mengakatakan sesuatu, dia meminum airnya dan berdehem sebentar.


"Maaf semuanya, aku ingin mengatakan sesuatu," ujar Agler.


Atensi mereka semua pun mengarah pada Agler, terlebih Reynan yang serius menatap sang papah.


"Mah, pah, Agler ... Agler ingin menikah lagi," ujar Agler dengan menundukkan kepalanya.


"Bagus dong, kapan kita akan melamar wanita itu?" Seru Tania dengan antusias.


Agler ingin mengatakannya, tetapi suara Revin membuat atensi mereka beralih pada kedua bocah gembul tersebut.


"Haa ha haa ha punya emak tili, nanti kayak bawang putih bawang melah. Macuk cinetlon." Sery Revin sambil meledek Reynan.


"Revin." Tegus Gilbert.


Revin pun hanya tersenyum, dia melipat tangannya dan kembali menatap Agler. Reynan pun sama, dia masih diam dan akan mendengarkan papah nya berbicara.


"Rey, papah tahu kamu menginginkan sosok ibu seperti aunty Emily. Tapi, gak semua sifat orang sama. Papah gak maksa kamu buat suka dengan calon ibu tirimu, tapi papah bisa jamin jika dia baik padamu. Apa kamu mengizinkan papah menikah lagi?" Tanya Agler pada putra satu satunya.


"Ley punya ibu balu?" Tanya Reynan.


Agker mengangguk, impian putranya adalah merasakan kasih sayang sosok ibu. Agler tau, tapi dia belum menentukan wanita yang cocok untuknya.


"Eum Ley mau papah," ujar Reynan dengan memaksakan senyumnya.


Agler tersenyum, dia menatap semua anggota keluarga dengan jantung yang berdebar-debar.


"Jadi, kapan kita akan melamarnya?" Tanya Tania yang sudah tidak sabar.


"EH BEBEK! LO ITU GIMANA SIH! kalau gak ngelamar terus maunya gimana?! dimana mana tuh ngelamar dulu! bukan langsung tancap gas aja!" Seru Galang yang merasa kesal.


Galang benar-benar tak habis pikir dengan kembarannya, kalau Dirga tak menahannya Galang pasti akan mengeluarkan seribu bahasa andalannya.


"Aku akan langsung menikahinya," ujar Agler.


"Kapan?" Tanya Dirga.


"Besok."


"APA?!!"


Semua orang pun terkaget dengan jawaban Agler yang terkesan mendadak. Mau bagaimana lagi, Agler pasti akan menikah dengan wanita yang ia temu 6 hari lalu. Dirinya sudah berjanji akan menikah dengan wanita itu untuk menggantikan mempelai yang gagal.


Sedangkan di tempat lain, seorang pria berpakaian serba hitam memasuki lorong. Langkahnya terhenti dan menatap seorang wanita tua yang tengah duduk dengan tatapan kosong.


"Ada yang ingin bertemu denganmu," ujar seorang polisi yang membawa pria itu.


Polisi itu pun pergi, tetapi tatapan wanita tua itu tak juga mengarah ke arah pria tersebut.


"Samantha, bagaimana kabarmu?"


Wanita tua itu adalah Samantha, kondisinya sangat jauh berubah. Tubuhnya sedikit kurus, dengan wajah yang pucat. Dia mengadahkan kepalanya saat pria itu memanggil namanya. Wajah Samantha terlihat tegang, netranya membulat dengan wajah ketakutan.


"Ya-yama-mura ...,"


"Kau takut Samantha? aku disini, akan membantumu."


...-Tamat-...


Emily sudah bahagia, asal usulnya juga sudah. Revin sudah bertemu dengan daddy nya, nenek jahat juga sudah menjalani masa tahanannya.


Mau ada season dua tidak? Aku bingung nih, season duanya mau tentang apa?


Jadi aku punya rencana, kalian pilih yah. Yang paling banyak komenannya, bakal aku buat.


**1. Duo R bocah hasil didikan Galang Evans.


Bercerita tentang Revin dan Reynan yang sudah memasuki usia 10 tahun, dimana Galang sudah mengajarkan kepada mereka tentang peretasan. Keduanya sangat pintar, bahkan bisa menjarah ratusan milyar rekening pejabat korup. Dia berhasil memenjarakan pelaku pembobolan data rahasia negara. Dan banyak melumpuhkan aksi kejahatan jalanan. Reynan Evans dan Filbert Revin Greyson, dua bocah yang selalu menutup identitasnya sebagai heacker dari dunia.


Empat kembar, yaitu


Tingkah mereka sangat unik, kalian akan di buat geleng-geleng oleh Keempat bocah itu. Kevan, Kevin, Kezia. Shaquille. Anak bonton dari Gilbert itu memiliki nama berbeda, katena ada alasannya. Penasaran?


Yamamura kembali, dia berusaha untuk mengecoh duo R. Namun, bukan Duo R namanya jika mereka tak bisa memyerang kembali rencana Yamamura.



Nikah settingan.


Tentang pernikahan kedua Agler, konflik yang mereka lalui dengan hambatan orang ketiga**.



HAYOO ... PILIH YANG MANA NIH🤭🤭🤭