
BRAK!!
PAH!! PAPAH!!!"
Galang memasuki ruangan Dirga dengan tergesa-gesa, membuat Dirga yang tengah diskusi dengan Asisten nya pun terlonjak kaget.
"GALANG!! buat jantungan aja!!" Seru Dirga sambil mengusap d4d4 nya.
Galang mendekati Dirga dengan wajah paniknya, hal itu membuat Dirga heran dengan putra satunya itu.
"Ada apa? kayak ketemu tukang nagih utang, kamu ngutang sama siapa?"
"Bukan pah! lebih dari itu!" Seru Galang.
"Ha? Lebih dari itu? di labrak orang?" Pertanyaan Dirga membuat Galang menjadi emosi, posisinya berhadapan dengan sang papah yang di halangi oleh meja kerja. Tangannya bertumpu pada meja dan menatap lekat Dirga.
"Aku bertemu dengan kembaranku!" Seru Galang.
Wajah Dirga berubah datar, dia menepuk pipi putranya sedikit kencang dengan menyeringai sinis.
"Kamu itu dari dulu suka bercanda. Kata orang, kita memang memiliki 7 kembaran di dunia. Saudara kembarmu salah satunya, jika kamu bertemu lagi itu yang kedua. Yang lainnya, kamu cari lah sana." Cuek Dirga dan membuka laptopnya.
Galang mengacak rambutnya kesal, salah dirinya sering bercanda sehingga Dirga mengiranya sedang membuat lelucon.
"Papah! kali ini percaya padaku, aku benar-benar bertemu pria yang mirip denganku selain Gilang!!" Seru Galang.
Jari Dirga yang sedang menarik di atas keyboard pun seketika terhenti, dia terdiam dengan tatapan tak terbaca.
"Dulu kamu juga sering bercanda seperti ini, kamu bilang jika papah mirip seseorang. Pas kita hampiri orang itu, ternyata tukang kebun berkumis tebal. Apa kamu pikir papah akan percaya huh?!" ujar Dirga sambil mengalihkan tatapannya pada Galang.
"Pah!! please, dengarkan aku! aku tidak berbohong, papah bisa bertanya pada Gilbert dan istrinya! papah ingatkan saat aku bertemu Revin di mall? Istri Gilbert memanggilku Agler, dan tadi aku melihat orangnya langsung! wajah kami sama!! bahkan gak ada yang beda!!" Gemas Galang.
Dirga menghela nafasnya pelan, dia menyadarkan tubuhnya dan saling menautkan jari-jarinya. Dia ragu untuk percaya, sebab dirinya takut kenyataan tak sesuai harapan.
"Agler siapa?" Tanya Dirga.
"Sepupu Gilbert! aku sudah mencari biodatanya di internet, tapi fotonya sama sekali tidak ada! sangat privasi sekali, dan tadi baru saja aku melihatnya dengan jelas!!" Seru Galang.
"Agler? apa dia adalah Gilang?" Gumam Dirga seperti mengingat sesuatu.
Berbeda hal nya dnegan Galang, dia baru sadar akan sesuatu. Hanya dia dan saudara kembarnya yang kembar identik, dan saat dia melihat Agler. Dia merasa seperti berhadapan dengan Gilang, saudara kembarnya.
"Apalah mungkin dia Gilang pah?" Dirga paham kecurigaan putranya, dia jiga sama mencurigai hal itu. Namun, ada satu hal yang membuatnya ragu.
"Mustahil Gilang masih hidup, dari banyaknya orang tak ada satu pun yang selamat. Kalau pun selamat, akan sangat kecil kemungkinan untuk bertahan," ujar Dirga.
"Apa cobanya kita selidiki dulu pah. Kita sama sekali tak mendapati jasad Gilang. Kita masih punya harapan pah! Saran Galang.
Ada benarnya yang putranya katakan, dirinya bisa selidiki terlebih dahulu informasi tentang Agler.
"Papah akan meminta Gilbert untuk mempertemukan kita." Putus Dirga.
Galang tersenyum, dia yakin itu Gilang. Adik kembarnya, dirinya sangat yakin. Walau Camelia belum juga di temukan, setidaknya ada harapan untuk kembali berkumpul bersama Gilang.
Dertt!!
Dertt!!!
Ponsel Dirga berbunyi, dia melirik sekilas ponselnya yang terletak di atas meja. Tertera nama Dr. Rendi, seketika Dirga mengangkatnya dnegan cepat.
"Tuan, kakak anda sudah sadar. Dan kini, doa terus saja memanggil nama Camelia. Siapa Camelia? jika istrinya, tolong bawa dia kemari."
Deghh!!!
Seketika jantung Dirga serasa melompat keluar, dengan tatapan bergetar dia menatap Galang dengan raut wajah yang tak terbaca.
Dirga mematikan ponselnya, dia beranjak dari duduknya dan menyambar jas nya yang tersampir rapih di kursi kebesarannya.
"Pah ada apa? kenapa wajah papah panik begitu?" Heran Galang.
"Papah ada urusan, kamu handle duku kerjaan papah!" Titah Dirga dan berlari keluar.
Galang tak mengerti kenapa raut wajah sang papah tampak sangat terkejut sekaligus .... takut.
***
"Mas, bisa mirip gitu yah Agler sama Galang?" Ujar Emily menatap suaminya yang tengah menyetir.
"Ya, makanya mas juga kaget. Sejak kapan kamu ketemu Ag eh maksudnya Galang,"
"Kapan nya sih lupa, tapi saat aku tinggal bareng sama tante Tania dan Agler." Jawab Emily.
Mendadak wajah kesal Gilbert terlihat, dia tak suka Emily membahas tentang tinggal bersama itu. Dirinya kesal, kenapa dia tak berpikir jika Emily bersama dengan tantenya?
"Ngapain sih daddy nyuruh kamu tinggal sama dia? bisa kan daddy kontrakin kamu rumah atau sewa gitu. Gak harus tinggal sama duda karatan itu!" Kesal Gilbert.
Emily terkekeh, dia mengelus pipi suaminya yang tampak kesal itu. Dia tahu, jika cemburunya Gilbert sangatlah parah. Dan dia suka, cemburu sang suami tanda cinta bukan?
Kening Gilbert mengerut bingung, dia melirik sekilas istrinya dengan tatapan bertanya.
"Kamu sakit?"
"Enggak, cuman aku mau suntik KB." Ujar Emily sambil menggelengkan kepalanya.
CKIITTT!!!
Gilbert mengerem mendadak, kepala Emily bahkan hampir terhantuk dashboard. Revin yang sedang bermain tablet pun seketika menabrak kursi sang bunda karena ia duduk tepat di belakang kursi Emily.
"AWWW!!!" DADDY BICA NYETIL NDA CIH! KEMPEC PIPI NA LEVIN INI!!" Sewot Revin sambil mengusap pipi gembulnya.
Mobil mereka banyak di kelakson oleh mobil lain karena nge rem mendadak. Emily menepuk bahu suaminya agar cepat jalan, dia merasa tak enak dengan pengendara lain.
"Mas! jalanin mobil nya! kita ada di tengah jalan!!" Kesal Emily dengan raut wajah panik.
"Mas gak bakal jalanin mobil kalau tujuannya ke rumah sakit!"
"Apa salahnya sih! aku mau pasang KB kenapa kamu yang sewot! Lagian tetep dapet jatah juga kan!" Kesal Emily, entah mengapa dia jadi bad mood terhadap suaminya.
Kedua pasangan suami istri itu sibuk berdebat, klakson dari motor dan mobil pun di anggap angin lalu oleh mereka.
"Kok kamu jadi ambil keputusan seenaknya sih! apa salahnya kalau hamil lagi? kamu punya suami!"
"Justru aku punya suami makanya aku mau suntik KB! kalau gadis ngapain KB." Ketus Emily.
Gil mengacak kasar rambutnya, dia sangat berharap istrinya kembali hamil. Dia ingin menikmati momen dimana menyaksikan proses kehamilan istrinya hingga melahirkan nanti.
"Tapi mas mau punya anak lagi!"
"Aku enggak!"
"Mas mau!!"
"Tapi aku Enggak!!"
"Tapi mas mau! mau! mau!!"
Revin menatap keduanya dengan raut wajah bingung, dia menggaruk pipi gembulnya yang tak gatal sembari melihat percekcokan tersebut.
Tok!
Tok!
Tok!
Mereka mengalihkan tatapannya, seorang polisi mengetuk jendela mobil Gilbert. Gilbert pun membukanya dan menatap polisi itu dengan kesal.
"Selamat sore, bisa anda tepikan mobilnya? anda telah menghalangi jalan kendaraan orang lain," ujar polisi itu.
"Saya akan tepikan mobil saya kalau istri saya membatalkan pergi ke rumah sakit untuk suntik KB! pokoknya saya mau punya anak lagi!!" Seru Gilbert.
Emily menjatuhkan rahangnya, mengapa suaminya sangat kenak-kanakan sekali. Hal yang di ribut kan oleh mereka tadi di bicarakan oleh polisi yang tak memiliki hubungan apapun dengan masalah mereka.
"Ya itu masalah kalian, tapi tolong jangan ganggu pengendara lain," ujar polisi itu dengan kesabaran yang mulai menipis.
"Yang bilang kesalahan bapak siapa?"
Gilbert benar-benar menguji kesabaran, Emily pun mengambil alih. Dia menutup mulut suaminya dan meminta maaf pada polisi tersebut.
"Maaf yah pak, kami akan segera menepikan mobil," ujar Emily dengan sopan.
Polisi iyu pun mengangguk, dengan enggan Gilbert menepikan mobilnya terlebih dahulu.
"Kamu itu mas jangan seenaknya! ini jalan umum, bukan jalan kamu!"
"Tapi aku bayar pajak!" Seru Gilbert tak mau kalah.
"Memangnya kamu doang? mereka juga pada bayar pajak!" Kesal Emily.
Sedangkan Revin, dirinya lebih asik mendengarkan pertengkaran orang tuanya dari pada chanel yang dia tonton.
"Delamana kayak di ikan telbang, yang celing di tonton cama om Danjel." Gumam Revin dengan tatapan berbinar.
_________
Satu dulu yah, baru sempet buat😭😭😭. Sibuk banget hari ini, bari santai jam sepuluh tadi😭😭.
Besok author sedikit longgar, pada mau crazy up gak nih🤭🤭🤭. CRAZY UP nya gak nanggung-nanggung loh bisa 4-5, siapa yang mau?
Komen yah, kalau LIKE DAN KOMENNYA rame besok author up banyak untuk kalian semua😘😘😘
TERIMA KASIH atas dukungan kalian, jika tanpa kalian karya author bukanlah apa apa🥰🥰🥰. Love untuk kalian😍😍😍.
Sorry belum bisa bales komen, author sempetin yah kalau ada waktu luang☺