I'M Coming Daddy!

I'M Coming Daddy!
Tertekannya seorang penculik



Gilbert baru saja turun dari mobilnya, dia merasa heran karena melihat pintu garasi mobilnya terbuka. Apalagi, hanya ada dua bodyguard saja yang berjaga di depan pintu utama.


"Kemana semua bodyguard?" Tanya Gilbert pada salah satu yang berjaga.


Mereka menunduk takut, semua teman mereka belum kembali membawa majikan kecilnya.


"Maaf tuan, tadi saat tuan kecil pergi keluar untuk membeli es yang lewat. Ada sebuah mobil berwarna hitam, mobil itu berhenti dan menculik tuan kecil. Para teman kami sedang mengejarnya,"


"Apa?!" Kaget Gilbert saat mendengar penjelasan bodyguard tersebut.


"Kenapa kalian membiarkan putra saya keluar hah?! terus, dimana istri saya?" Bentak Gilbert.


Bodyguard tersebut hanya bisa menunduk, tak berani melihat Gilbert yang sedang menahan amarah.


Asisten Kai yang berada di belakang Gilbert segera mengambil ponselnya, dia meminta temannya yang ahli meretas untuk melihat CCTV jalanan.


Tak lama notifikasi muncul, Asisten Kai membukanya dan meneliti video tersebut.


"Ini penjahat bayaran, plat nomor mobil mereka bukan Plat nomor biasa. Plat itu juga tidak terdaftar, mereka akan melaksanakan tugas jika ada yang menjamin mereka selamat dari jerat kasus. Mereka hanya di sewa oleh orang yang memiliki kedudukan yang kuat. Mengapa bisa mereka menculik Revin?" Batin Asisten Kai.


Langkah kaki seseorang membuat Gilbert dan Asisten Kai menoleh ke belakang, mereka melihat Emily yang menatap mereka bingung. Di tangannya terdapat kresek besar sehabis belanja di kini market.


"Ada apa ini? mas, kenapa raut wajahmu terlihat jarah?" Bingung Emily.


Gilbert mengusap wajahnya kasar, dia menghampiri istrinya dengan raut wajah dingin.


"Pantas aku marah sekarang ini! karena putraku hilang di culik dan kau, entah kau habis dari mana sehingga ...,"


"Di culik? Revin di culik? jangan bercanda mas," ujar Emily dengan mata berkaca-kaca.


Perasaan Emily tak tenang saat mendengar kabar putranya di culik, tangan gemetar. Keringat dingin mengucur di pelipisnya, sampai-sampai kantung plastik yang ia bawa terjatuh begitu saja.


"Em, kau dengar aku! kau habis dari kana hah?putra kita di culik! apa kau tidak menjaga nya dengan baik?!" Sentak Gilbert.


Asisten Kai segera mendekat, melihat istri bos nya seperti terserang kepanikan membuat Asisten Kai khawatir.


"Tuan, ini bukan waktu yang tepat untuk menyalahkan. Saya sudah melacak keberadaan tuan kecil, penculiknya adalah seorang penjahat bayaran yang kebal akan hukum. Banyak kasus yang melibatkan mereka, salah satunya pembunuhan."


Emily dan Gilbert menatap Asisten Kai dengan tatapan terkejut, Emily semakin histeris. DIa memanggil-manggil nama Revin hingga Gilbert harus menahan tubuh istrinya yang kemas itu.


"REVIIINNN HIKS ... PUTRAKU! PUTRAKU MASS!!" Histeris Emily.


"Asisten Kai, hubungi ayah saya. Bilang padanya untuk meminta para bodyguard yang berada di mansion untuk membantu yang lain." Titah Gilbert.


Asisten Kai mengangguk, dia mulai berbicara dan memberi intruksi pada kepala bodyguard di sana.


Sementara itu, di posisi Revin kini bocah itu tengah di kunci di sebuah ruangan. Ruangan yang banyak tikus dan juga serangga lainnya.


"Tempatna jolok banget cih! pelcis kaya muka om na." Gumam Revin berusaha menghindar dari serangga itu.


Revin mrnaiki kursi usang, dia menatap sekeliling ruangan itu yang tak ada satu pun celah baginya untuk kabur.


"Buna pacti khawatil ini, Lev kelual lewat mana dong." Gumam Revin.


Revin melipat tangannya, dia mengetuk dagunya dengan jari telunjuknya.


"Kalau nda bica kekual, belalti Lev halus kelual. Tapi calana gimana?" Gumam Revin.


Cklek!


BRAK!


"Tuh! makan!" Seru seorang pria bertopeng setelah melemparkan sebuah bungkus makanan tepat di bawah kaki kursi.


"EH! NDA COPAN YAH! EMANG CITU KILA LEV GUGUK APA!!" Seru Revin sambil menunjuk pria itu.


"Nih bocil! berani banget kamu! gak ada takut-takutnya yah! gara-gara kamu, hidung teman saya harus di operasi karena tulang hidungnya patah!" Bentak penculik tersebut.


Revin mendengus sebal sambil melipat tangannya di depan dada.


"Kalma itu, lacakan! makan tuh kalma!" Seru Revin dengan kesal.


"Gak ada sopan santunnya yah kamu sama yang lebih tua!"


"Om na nda cekolah yah? cama cih Levin juga nda cekolah. Tapi Lev bica mikil, maca kalau di culik haluc copan? om na culik Lev nda ijin cama daddy, itu namana gak copan! Kalau mau culik olang itu, ijin dulu!"


"gimana Lev mau copan cama om, kalau om na aja nda copan cama Lev huh?!"


Pria tersebut menjatuhkan rahangnya, dia menganga saat mendengar perkataan anak kecil tersebut.


Baru kali ini, saat menangani misi di di hadapkan dengan bocah seperti Revin. Pasalnya, bocah yang lain saat dia culik selalu menangis dan minta untuk di keluarkan. Sementara Revin, baru datang saja sudah membuat ulah.


"Awac itu ncesnya, makin jolok nanti," ujar Revin.


"Bener-bener bocah ini, awas aja ya kamu! Untung besok kamu udah kami lempar ke laut! habis itu, kami akan dapat uang hahahaha!!!"


"Citu di bayal belapa buat lempal Lev ke laut?" Tanya Revin.


"Lima ratus juta, gede kan! itu baru awal, belum bonusnya nanti," ujarnya dengan bangga.


"Lima latus juta itu belapa?" Batin Revin sambil menghitung dalam hati.


Revin mengingat sesuatu, dia pernah di beri tahu tentang nominal uang oleh Emily.


"Kata buna, habic libu, latus. Abis latus, juta habis juta, juta latus. Abis juta latus, telum M ... haaa Lev ada ide!" Seru Revin dalam hatinya dengan senang.


Saat pria itu akan keluar, Revin segera memanggilnya.


"Om!" Seru Revin.


Pria itu berbalik, dia menatap Revin dengan tatapan jengah.


"Apa lagi? udah di kasih makan, jangan ngelunjak! setidaknya lo hidup ampe besok!"


"Lev mau ajak kelja cama, mau nda?"


Pria itu tampak mengerutkan keningnya, setelah beberapa saat dia terkekeh.


"Li mau nipu gue kan?" ujarnya tak percaya.


"Nda, maca Lev mau nipu. Tadi om katana dapet lima latus juta, kalau Lev kacih om lebih dali itu. Mau nda? daddy Lev kaya loh," ujar Revin merayu penculik itu.


"Ck, mau nipu gue kan lu?!" Serunya.


"Di bilangin Lev nda mau nipu! Om bica dapet uang dali daddy Lev banak, mau nda? telpon daddy Lev, bial Lev minta uangna banak! om cebutin mau belapa?"


Sepertinya pria itu tertarik, secara Revin menawarkan bayaran yang tinggi untuknya. Dia tahu sangat siapa Revin dan apa yang Gilbert miliki.


"Gue bisa minta satu M ini." Batinnya.


"Yaudah, lo tunggu sini!" Titah pria itu.


Revin melompat senang, dia akan segera terbebas dari sini. Tak lama, pria itu kembali dengan ke empat temannya.


"Jadi gimana? Nyonya akan memberi kita uang setelah anak ini mati, tapi itu tidak menjamin. Bisa saja kita masuk penjara,"


"Kita ngikutin anak ini tambah bod0h lah! masa anak sekecil ini di ikutin!"


"Jadi mau gimana? kita ambil dua-duanya aja, gimana?"


Revin capek melihat mereka berdiskusi begitu lama, dia mendudukkan drinya sambil menguap lebar.


"lama banget cih, nanti Lev belubah pikilan loh!" Ancam Revin.


"Yasudah, kami akan menelfon daddymu." Seru ketua dari mereka.


Entah dari mana, pria itu memiliki nomor Gilbert. Dia segera menelponnya dan mendekatkan ponselnya pada Revin.


"Bilang kami minta dua M! mengerti!"


Revin mengangguk, tak lama terdengar suara berisik dari sana.


"Halo? Siapa ini?"


"Daddy! ini Lev!" Seru Revin dengan senang.


"Revin? boy! kamu dimana nak!" Seru Gilbert dengan perasaan tak karuan.


"Daddy, Lev lagi di culik. Om na minta bayalan,"


"Minta berapa? daddy akan kasih asalkan mereka mengembalikan kamu," ujar Gilbert dengan panik.


Revin menatap mereka semua, dia berbisik lada salah satunya.


"Tadi belapa?" Tanya Revin.


"Dua M!" Bisik pria itu.


"Ooo meleka minta uang dua ... dua M?" Revin kembali memikirkan sesuatu, hingga ....


"Maca cuma dua M?! minta tuh cekalian banak! maca nyulik Lev minta dua M! memangna halga dili Lev cuma dua M apa! mahal tau nda! MINTA CEPULUH M DADDY!" Seru Revin dengan kata melotot membuat mereka melongo seketika.


_____


Terima kasih atas doa kalian🥰🥰🥰, keadaan Authornya sudah jauh lebih baik. Walau tadi pagi sempet demam, tapi udah mulai banyak tingkah lagi🤭🤭


Besok mungkin bisa kita double up yah🥰🥰🥰