Hot Duda

Hot Duda
TAMAT



Hot Duda Bagian 73


Oleh Sept


TAMAT


Skip ya. Setor KTP dulu. Selamat menikmati, semoga terhibur.


"Eh ... Sa ... gerak! Mereka nendang!"


Nyonya Claudia kaget, saat Lisa menarik tangannya lembut kemudian meletakkan di atas perutnya.


"Kerasa ya, Ma."


Seperti terhipnotis, kepala nyonya Claudia malah mengangguk, ia masih kaget dengan apa yang ia rasakan tadi. Telapak tangannya seperti menyentuh sesuatu yang keras kemudian seperti menendang.


"Sehat sekali mereka?" gumam nyonya Claudia.


"Karena Mama sering kirim vitamin, buah, makanan yang berizi ke rumah."


Nyonya Claudia tersadar, kemudian kembali mlengos. Ia langsung mengalihkan perhatian dengan mencari Tiara, membuat Lisa tersenyum. Ibunya mas Anggara sepertinya baik, ia yakin semua akan bisa menerima dirinya seiring berjalannya waktu.


***


Trimester ketiga awal.


Perut Lisa terlihat sangat besar, Anggara sampai ngeri. Takut karena tidak seperti orang kebanyakan. Ini karena bayi di dalam perut Lisa terhitung besar juga. Sampai Lisa disuruh diet sama dokternya.


Padahal malam ini Lisa sangat lapar, tapi ia harus menahan itu semuanya. Demi kesehatan mereka bertiga, Lisa dan bayi kembarnya.


Kamar utama, Lisa rebahan, miring kiri dan kanan, perutnya yang besar membuatnya kurang nyaman saat akan tidur.


"Kenapa sayang?" tanya Anggara yang baru menemani Tiara sampai tidur di kamar sebelah.


"Laper."


"Kan tadi sudah makan?" tanya Anggara heran. Kenapa istri kesayangannya kelaparan, padahal baru beberapa saat lalu makan. Bukannya pelit, dengan memperhatikan asupan yang Lisa makan, hanya saja Lisa harus diet. Ya, bayi mereka sepertinya sedikit besar. Kalau makan tidak kontrol, takutnya kurang ruang.


"Gak tahu ini, Mas ... Lisa kok jadi laper terus tiap jam."


"Ya sudah, sini ngemil Mas!" ucap Anggara dengan bercanda, sambil tersenyum jahil pria itu melepasnya kancing piyama yang dikenakan. Membuat Lisa langsung melepaskan bantal ke badan Anggara.


"Kemarin malam sudah! Lisa capek, Mas." Lisa merajuk, hamil tua suaminya malah minta terus. Kata Anggara sih tambah seksiiii tambah gimana gitu, jadi bawaanya mau terus.


"Ish ... katanya tadi laper?"


"Kan pengen makan yang lainnnn!" kata Lisa setengah mendelik, ia melotot melihat suaminya.


"Sama aja!"


Bukkkk


Anggara langsung meluncur ke ranjang, saatnya menengok bocil-bocil kesayangan ayah.


"Ya ampun, Massss!"


Anggara yang terlanjur bucin, tidak peduli komentar Lisa. Baginya Lisa kalau hamil sungguh menggoda. Terbaring anteng saja dia langsung terpengaruh. Apalagi ini? Lisa pakai baju tipis-tipis. Aduh, antena TVRI langsung bening.


"MAS!"


Dengan usil Anggara mempermainkan bukit barisan. Bola-bola api sudah menggembang sempurna seperti adonan donat yang telah menggembang. Membuat Anggara makin suka bermain dengan benda yang bukan untuk mainan tersebut.


"Sakit gak?"


Lisa menggeleng, matanya setengah terpejam. Belut sawah mulai mengeliat.


"Kok jadi gede banget!" gumam Anggara kemudian menatap lekat-lekat.


"Lihat apa, Mas?" tanya Lisa yang melihat suaminya menarik diri dan hanya menatapnya dari samping.


"Gak, lucu aja. Semuanya mebesar!"


Lisa langsung mencubit lengan suaminya, keduanya malah bercanda.


"Masih laper nggak?" sela Anggara kemudian di balik canda mereka.


Lisa dengan polos mengangguk.


"Mau sosis pakai mayonnaise?"


Lisa langsung membuang muka, suami dinginnya sekarang berubah jadi super duper jahil.


"Ya sudah, kalau gak mau. Mas aja yang makan!" kata Anggara penuh arti. Lisa langsung mencengkram rambut suaminya karena merasa geli. Pria itu mendesak Lisa sampai wanita itu menahan kegelian.


...


Puas memberikan stempel di leher jenjang Lisa, serta stempel kepemilikan di mana-mana. Anggara kini menatap Lisa yang sudah ada di bawah kuasanya.


"Sayang, kamu hamil begini kok akunya jadi pengen terus?"


Lisa menggantupkan bibir, kemudian mengigit bibir bawahnya. Hal itu seperti kode bagi suaminya, karena detik berikutnya bibir itu yang di absen oleh Anggara.


Settt ...


Ia tangkup wajah itu, ia sesap seakan mengambil semua sari-sarinya. Semakin lama semakin dalam, Lisa dan Anggara malam ini kembali terbawa arus yang deras, membawa mereka dalam gelora asmara yang seakan membakar keduanya.


Aura ibu hamil sukses membuat Anggara tidak bisa jauh-jauh dari sang istri. Hampir tiap malam tidak mau absen untuk menengok bocil-bocil kesayangannya itu.


Sebelumnya Anggara takut akan berdampak pada kehamilan Lisa, tapi setelah konsul pada dokter kandungan Lisa, seperti mendapat oase, Anggara begitu senang mendengar penjelasan dokter.


Bukannya berdampak buruk, berhubungan ketika hamil, tapi justru dianjurkan, agar nanti mendekati persalinan akan lebih mudah. Namun, tetap harus hati-hati. Karena ada janin di dalam sana. Mainnya pelan-pelan saja.


Seperti sekarang, Anggara mulai main jungkat jungkit seperti anak TK. Pria itu naik turun, tidak berani cepat karena khawatir pada anak-anaknya.


"Mas ... pelan banget. Agak cepet," bisik Lisa.


"Gak kerasa, Mas!"


Anggara terpengaruh dengan ucapan Lisa. Pria itu pun menambah kecepan. Hingga Lisa harus kuwalahan.


"Kerasa nggak?" bisik Anggara setelah menanamkan misilllnya semakin dalam.


Tidak mampu menjawab, Lisa hanya mencengkram punggung suaminya. Dan tiba-tiba terasa hangat di bawah sana.


***


Karena terlalu rajin disirami, Lisa yang kini kehamilan masuk bulan ke delapan lebih 2 minggu, merasakan kontraksi. Ia sudah dibawah di rumah sakit, sekarang. Air ketuban juga sudah mrembes.


Anggara jelas panik, tapi kata dokter tidak usah khawatir, semuanya baik-baik saja, mungkin kelahiran akan maju dari perkiraan dokter.


Anggara lantas menghubungi sang mama dan keluarga Lisa. Tidak lama berselang, mereka datang bergantian.


Nyonya Claudia yang biasanya jaim, gengsi menjulang langit, terlihat ikut cemas. Apalagi ini bayi kembar, mungkin resikonya lebih besar.


Anggara sendiri mondar-mandir di depan ruang persalinan, ia tidak ikut masuk karena tidak sanggup melihat darah yang banyak, bisa-bisa ia merepotkan para dokter. Akhirnya ia bagai setrikaan yang membuat pusing orang menatapnya.


"Jangan mondar-mandir begitu, Mama ikut pusing lihatnya!" ujar nyonya Claudia.


Anggara duduk sebentar, lalu mondar-mandir lagi. Nyonya Claudia pun tidak banyak berkomentar lagi.


OEK ... OEK ...


Semuanya saling menatap, ada aura kelegaan dari wajah mereka semuanya. Terutama Anggara, ayah sang bayi.


"Ma," kata Anggara.


Nyonya Claudia menatap putrinya, dan memberikan sebuah senyum. Terlihat tulus, bagaimana pun juga Lisa pilihan putranya. Kini sudah melahirkan cucunya juga. Mungkin kini saatnya, ia harus berdamai. Bahwa apa yang mungkin ia pikir baik, belum tentu baik untuk putranya. Apalagi sekarang, Anggara jauh terlihat hidup bahagia.


OEK ... OEK ...


Suara tangis bayi kedua, membuat Anggara ingin segera masuk ke dalam. Tapi pintu masih tertutup. Ia tidak sabar masuk hingga mondar-mandir saja.


KLEK


Pintu baru terbuka sedikit, Anggara langsung bergegas masuk.


Dilihatnya kedua suster sedang menggendong putra dan putrinya. Ya, mereka mendapat bayi kembar laki-laki dan perempuan.


Mata Anggara kemudian beralih pada sosok wanita yang juga menatapnya, Lisa terlihat lemas, wajahnya basah penuh keringat, dengan perhatian, Anggara mendekat dan mengusap dahi istrinya itu. Sembari tangannya kemudian menggenggam tangan Elisa, istrinya.


Ia angkat tangan Lisa berkali-kali, ia kecupp berulang, sembari mengatakan terima kasih, karena sudah melahirkan anak-anak untuknya. Dan ketika bayi kembar itu menangis bersamaan dengan kencang, Anggara dan Lisa saling melempar pandangan, kemudian sama-sama tersenyum tipis.


'Terima kasih Tuhan ... Terima kasih karena sudah mengirim Lisa dalam kehidupanku,' batin Anggara, pria itu kemudian menatap bayinya yang masih dibersihkan oleh suster.


'Terima kasih, karena sudah menghadirkan hadiah yang luar biasa."


CUP


Sebuah kecupann lembut kembali mendarat, Kali ini di pipi Lisa.


"Mereka lucu sekali," bisik Anggara.


Lisa mengangguk, sambil berbisik dengan suara lirih. "Tadi Lisa lihat, dua-duanya mirip seperti Mas."


"Harus, mereka kan hasil keringatku," ucap Anggara dengan bercanda.


Lisa yang masih merasa lemas, terpaksa tidak bisa menahan tersenyum.


'Makasih Lisa, terima kasih sudah jadi ibu dari anak-anakku. Terima kasih, karena sudah menjadi bidadari dalam hidupku,' gumam Anggara dalam hati, kemudian memeluk istrinya yang masih terbaring.


***


TAMAT


Thor, udah gitu aja tamatnya? Iya. Hehehe ... Paling ga bisa manjang-manjangin cerita. Jatuhnya bikin bosen. Hehehe


Trus bagaimana dengan Jessica? Kok belum dapat hukuman atau karma? Ada kalahnya orang jahat akan terus berjaya, tapi ... Kita tidak tahu, bahwa karma datang saat ia sudah tua, atau setelah ia meninggal. Jadi, jangan heran, kok orang jahat hidup lama. Hehheheh


Lah, Nyonya Claudia bagaimana?


Aman, saat ia datang untuk melihat persalinan menantunya, itu sudah menjadi tanda, bahwa egonya sudah turun sedikit demi sedikit. Kadang butuh waktu untuk merubah hati manusia. Dan ini banyak, dulu paling dibenci mertua, begitu beberapa tahun kemudian, jadi menantu kesayangan. Banyak ini. Jadi kalau punya mertua jahat, jangan dibalas. Balas aja dengan baik-baik, sapa tahu kebaikan akan balik ke Kita. Kalau masih belum, meskipun nunggu bertahun-tahun, barangkali dibalas pas di akherat. Hehheh


Eh, Rio bagaimana? Rio tetep jomblo, dan masih jomblo. Hihihi. Otor pelit, gak mau kasih pasangan. Ehmm. Kadang memang banyak pria keren-keren yang jomblo, bukan karena gak cocok, atau tukang milih, memang karena hatinya masih tertutup rapat. Jodoh itu rahasia langit. Hehehe... klo di nopelll rahasia otor ya. wkwkwkwk


Oke gaesss. Terima kasih sudah ikut sampai di sini. Terima kasih sudah baca dari awal sampai tamat. Semoga yang buruk jangan dicontoh. Buang jauh, dan yang baik bisa diambil buat pelajaran, eh ... emang ada baiknya??? xixixiix


Bye bye ...


See you di cerita Sept selanjutnya...


Jangan lupa tinggalkan Komen ya setelah baca Bab sampai tamat. Aku pilih pembaca yang beruntung secara acak, buat komentar paling TER TER TER ....


TERIMA KASIH sayangkuuu.... hihihih


Fb Sept September


IG Sept_September2020


Cuss ganti acara ke judul lain ya ditunggu



My Hot Uncle


Pacarku Buaya



Sampai jumpaaaaa ....