Hot Duda

Hot Duda
Hasut



Hot Duda Bagian 24


Oleh Sept


Di sebuah Rumah sakit Ibu Dan Anak.


"Mau apa kamu ke sini? Hem? Siapa yang menyuruhmu ke mari? Siapa yang mengijinkanmu?"


Suara khas, berat, pedas, sinis, tidak enak didengar itu membuat Lisa merasa tersudut dan tetpana hingga tercenggang tidak bisa menjawab dengan lancar.


"Em ... itu ... em." Gadis itu mendadak jadi gagap.


"Apa kau sudah sangat butuh uang? Kau mau cari simpati saya? Datang saat tahu saya ada di sini?" tuduh Anggara dengan nada sinis.


Bukannya terharu ada yang peduli dengan kesehatan bayinya, Anggara justru menaruh curiga pada Lisa, babysitter sang putri.


"Bu ... Bukan, Pak. Itu bukan maksud saya."


"Lalu kenapa kamu datang ke rumah sakit ini? Kenapa kamu mau melihat anak saya? Kamu hanya orang luar. Jangan bermimpi akan menjadi bagian dari kami."


Lisa semakin tercenggang, tuduhan apalagi yang diarahkan padanya? Ia tidak habis pikir. Kenapa bosnya itu selalu suudzon padanya? Apakah menjadi miskin, jadi sangat pantas untuk dicurigai dalam segala hal?


"Pak Angga salah paham, saya hanya ingin melihat Tiara."


"Kamu bisa melihat dia kapan saja, lalu kenapa tepat saya sedang berada di sini?" potong Anggara yang masih berpikir negative pada Lisa.


"Mana saya tahu, kalau Bapak sedang ada di sini?" jawab Lisa cepat dengan spontan.


'Bagus! Sekarang dia sudah pandai menjawab!' batin Anggara kesal.


"Kamu boleh pergi sekarang, datang hanya saat saya hubungi!" ketus Anggara yang mengusir Lisa meskipun belum melihat anaknya.


Lisa yang tidak punya kuasa, ia pun mematuhi aturan bosnya itu. Mungkin ia salah, karena menjenguk tanpa ijin. Dan selepas kepergian Lisa, Anggara pun duduk. Ia kembali teringat dengan obrolannya semalam dengan sang mama.


Flashback


Kediaman Anggara.


"Mama sudah selidiki babuu itu. Awas sampai kamu macam-macam, menjadikan wanita itu sebagai pengganti Dinda. Mama pastikan, Mama akan bekukan semuanya. Mama bisa kejam hingga mencoret namamu dari ahli waris. Mama juga akan tega, menghancurkan babuu itu."


"Ma!"


"Apa Jessi yang mengadu pada Mama? Anggara pastikan, tidak akan menikahi siapapun! Jadi jangan banyak berharap, jika Angga akan menerima Jessi."


"Angga! Apa yang kamu cari? Apa lagi? Mama heran dengan jalan pikirmu. Mama benar-benar tidak habis pikir, sampai sulit mengerti!"


"Mama tidak udah susah payah mengerti Angga, cukup biarkan Angga hidup tenang. Tidak udah memaksa Angga menerima Jessica. Anggara bukan anak kecil lagi!"


Nyonya Claudia semakin emotional. Ia kemudian menunjuk wajah Anggara ujung jarinya.


"Kamu jangan egois! Tiara masih bayi! Dia butuh sosok ibu. Dan Jessica cocok untuk jadi pendampingmu, bukan babuu itu. Mama kecewa, selera kamu rendahan. Kalau kamu kesepian, butuh wanita, kamu boleh beli di luar sana. Tapi jangan pernah bermain dengan pembantu itu!"


"Mama! Cukup! Mama sudah sangat Keterlaluan!" Anggara juga semakin marah.


"Banyak di luar sana! Gadis yang jauh lebih cantik! Kamu bisa bermain-main di luar sana. Tapi tidak dengan babysitter anakmu!"


Sepertinya Jessica sudah mengadu yang bukan-bukan, hingga nyonya Claudia memikirkan yang macan-macam pada Anggara dan juga pada Lisa.


Anggara sampai speechless, kehabisan kata-kata. Karena ucapan nyonya Claudia tidak masuk akal. Kecewa, Anggara memutuskan ke kamarnya. Menghindar dari nyonya Claudia yang terus mencecar pria tersebut.


Flashback END


Rumah sakit, di salah satu ruangan dokter.


"Selamat, Pak. Senin depan Tiara sepertinya sudah bisa pulang."


Anggara mengangguk, tanpa ekspresi. Harusnya ia senang, tapi malah gundah. Artinya ia harus menghubungi Lisa kembali. Sedangkan sang mama, sudah sangat salah paham pada babysitter putrinya tersebut. Gara-gara aduan Jessica, semuanya tambah runyam.


***


Minggu sore.


Lisa melamun di kediaman orang tuannya. Rumahnya terlihat sepi, karena Marwa sedang les. Sedangkan adiknya yang lain sedang belajar di TPQ. Di kala dia melamun, pikiran kosong, hati gunda gulana, ponselnya berdering. Tanpa sadar, wajahnya berseri saat melihat nama yang tertera di layar posnelnya.


BERSAMBUNG


IG Sept_September2020


Fb Sept September


Jangan lupa, like, vote, komen, ramaikan bestiiii. Hehehe ... Terima kasih.