
Hot Duda Bagian 71
Oleh Sept
Kondisi Lisa cepat membaik, setelah Anggara berusaha mengatakan hal-hal baik, tentang masa depan mereka, tentang Tiara yang membutuhkan cinta Lisa. Seperti obat mujarab, Tiara yang bisa tersenyum, lambat laun menularkan senyumnya untuk Lisa, sang ibu sambung.
Sedangkan untuk para pelaku perundungan, Anggara tetap tidak melepaskan mereka. Pihak kampus juga mulai kerja sama, semua rekaman CCTV yang selama ini memperlihatkan aksi para geng sampah itu, akhirnya diusut oleh pihak yang berwajiib.
Ada yang terpaksa di DO. Ada beberapa yang tidak terlalu parah melakukan perundungan, tetap kuliah tapi pindah kampus. Sama seperti Lisa. Anggara langsung memilih kampus lain, karena Lisa ternyata masih ingin melakukan kuliahnya.
Pria itu tidak menolak, malah mendukung. Ia hanya ingin terbaik bagi Lisa, asal Lisa happy, senang, bahagian, Anggara akan mendukung istrinya itu.
***
Waktu terus berjalan, tidak terasa Tiara, bayi kecil itu kini bisa berlari dengan kencang. Tiga tahun berlalu, Tiara sudah tumbuh dengan lincah.
"Ara ... Ara ... Tiaraaa!"
Panggil Lisa yang mengejar Tiara. Lisa memegang bando dan jepit manis, tapi gadis kecil itu menggeleng, tidak mau.
Tiara malah berlari menuju sofa, di mana ayahnya sedang telephone.
"Sini, ayah telpon dulu!" Lisa langsung memangku putri sambungnya, putri yang ia rawat penuh cinta.
"Nggak mau ibuuuuu ... Ara gak mau dikuncir!" protes Tiara dengan bibir manyun seperti bebek.
Rambut Tiara yang bergelombang dan panjang, membuat Lisa harus mengikat rambut gadis tersebut, kalau tidak, sebentar bari disisir maka akan seperti singa jantan. Menggenang karena tumbuh subur dan lebat.
"Nanti ibu kasih coklat, duduk manis dulu ya."
"Gak mau!" Tiara merengek, kemudian merangsek, turun dari pangkuan Lisa, langsung merajuk pada ayahnya.
Anggara melirik, kemudian melanjutkan telponnya.
"Nanti kita bicara lagi," kata Anggara kemudian meletakkan ponselnya di atas meja.
"Kenapa ini anak Ayah?" Anggara langsung menjunjung tinggi buah hatinya yang menggemaskan itu.
"Biasa, merajuk!" sela Lisa sembari mencubit gemas pipi merah Tiara.
"Sakit IBUUUU!" protes anak kecil itu. Membuat mereka berdua terkekeh.
Keluarga mereka terlihat begitu harmonies dan bahagia, sampai datang tamu yang membuat tawa mereka menghilang.
"Araaa!" panggil nyonya Claudia saat masuk kediaman pribadi Anggara.
Lisa dan Anggara langsung diam, Tiara minta turun, ia merosot lalu lari ke arah nyonya Claudia, neneknya.
Nyonya Claudia terlihat penuh kasih ketika bersama Tiara, tapi saat menghadapi Anggara dan Lisa, wajahnya seperti ibu ratu yang jutek.
Saat Lisa pergi, Tiara sedang main-main dengan mainan baru yang dibawa oleh omahnya. Wanita paruh baya itu kemudian berbicara dengan Anggara.
"Sudah tiga tahun lebih menikah, kenapa kalian belum punya anak juga? Pasti dia mandulll. Harusnya kamu nikah sama Jessi. Tuh, dia sudah punya anak!" celetuk nyonya Claudia.
Wanita yang selalu terlihat wah, glamour, berpakaian mahal, tas mahal, dan bermerek itu, memang tidak pernah tahu kejadian beberapa tahun silam, tentang Lisa yang keguguran. Selain Anggara belum sempat memberi tahu, memang awal kehamilan pertama itu sengaja disembunyikan. Karena baru awal-awal bulan.
"Sudah, Ma. Kalau hanya bahas itu, lebih baik kita ganti topik."
Nyonya Claudia langsung mencebik.
"Mama heran, apa bagusnya Lisa sampai kamu bertahan, udah gak bisa kasih anak, orang biasa ... apa sih yang kamu lihat dari wanita itu? Mama sampai sekarang tidak bisa menemukan jawabannya!" keluh nyonya Claudia.
Anggara sampai pusing, mamanya tidak berubah sedikit pun. Masih memandang istrinya sebelah mata, padahal Lisa juga sudah mau lulus S1 beberapa bulan lagi. Meskipun begitu, istrinya itu tetap tidak ada bagus-bagusnya di mata sang mama.
"Mama tenang saja, tuduhan Mama salah. Lisa sempat keguguran dulu."
Nyonya Claudia mendongak.
"Kamu mau tipu Mama agar Mama gak bilang istrimu mandul?" cetus nyonya Claudia kejam.
Lisa yang sejak tadi ingin keluar membawa nampan, terhenti di balik tirai. Matanya perih, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Membuat orang lain menyukai Kita, itu bukan pekerjaan yang mudah.
Tap tap tap
Lisa melangkah, karena sudah lama ia menguping.
"Silahkan, Ma."
Nyonya Claudia melirik sinis, kemudian nyeletuk. "Itu Tiara sudah besar, kamu gak mau punya anak sendiri? Atau jangan-jangan kamu gak bisa punya anak?"
Mata Anggara melotot, ia hampir saja berdiri. Namun, Lisa langsung menekan pundaknya.
"Doakan, Ma ... Lisa sudah telat 5 hari."
Mata Anggara seketika berubah takjub menatap istrinya.
"Kamu hamil, Sayang?" tanya Anggara dengan tatapan penuh cinta.
Nyonya kaya raya, sombong dan angkuh itu langsung membeku.
BERSAMBUNG
FB Sept September
IG Sept_September2020