
Hot Duda Bagian 42
Oleh Sept
Akibat nyonya Claudia shock sampai pingsan, malam ini terpaksa Anggara menginap di rumah itu. Bersama dengan Lisa dan juga putrinya.
Saat Anggara sedang di kamar nyonya Claudia sambil menunggu dokter selesai memeriksa, Lisa ada di kamar Anggara. Ya, kamar di kala Anggara remaja dulu.
Lisa tengah membaringkan Tiara yang sekarang hobby tidur. Bayi yang mulai mengemuk itu sudah lelap dengan dikelilingi bantal dan guling.
"Em anuuu ... em."
Babysitter Tiara bingung mau bicara apa, ia ikut menginap, tapi juga takut. Jangan-jangan akan dipecat. Masalahnya selama ini ia mendukung Jessica untuk jadi istri Anggara. Mana pernah ia mengira gadis seperti Lisa akan sangat beruntung mendapa suami conglomerate seperti pak Anggara. Benar-benar durian runtuh.
Sang babysitter sampai berharap, semoga nasibnya seberuntung Lisa, dapat suami orang kaya. Tapi untuk saat ini, ia masih deg degan. Takut kalau Lisa bakal marah-marah padanya. Mengingat selama ini ia sering kasar pada Lisa.
"Kenapa, Mbak?" tanya Lisa biasa saja saat sang babysitter canggung sendiri di depannya.
"Em ... apa saya dipecat?" akhirnya kata itu lolos dari bibirnya. Ia sudah ketar-ketir, masa sudah dipecat, padahal bekerja belum lama ini.
"Dipecat? Memangnya kenapa dipecat?" pancing Lisa dengan senyum ramah, tapi dalam hati ia tersenyum kecut.
'Mau aku kerjain balik, tapi kasian,' batin Lisa.
"Sudah malam, Mbak gak tidur? Gak ada yang pecat Mbak kok."
"Syukurlah ... makasih, Lis ... eh Non."
Babysitter itu langsung menundukkan wajahnya dalam-dalam kemudian berbalik pergi ke kamar tamu. Lisa pun hanya tersenyum simpul, kemudian menatap Tiara. Lelap sekali bayi itu tidurnya, sesekali terlihat tersenyum meskipun matanya terpejam. Sungguh mengemaskan, sampai Lisa ikut tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya.
CUP
"Anak cantik," puji Lisa sambil mengecupp sayang pipi cubby Tiara.
Tangan Lisa menepuk lembut kaki Tiara, padahal masih muda, tapi tatapan Lisa dan cara dia memperlakukan bayi, makin lama terlihat natural. Seperti Tiara anaknya sendiri, hingga akhirnya ia terlelap di samping Tiara.
***
Di kamar yang lain, nyonya Claudia sudah sadar sesadarnya. Dia sangat marah, melempar gelas yang ada di atas nakas.
"Kamu mau mencoreng muka Mama di depan semua orang? Hem?"
"Ma! Kemarin Mama memaksa Angga nikah, lalu sekarang kenapa Mama marah?"
"Kamu sudah gilaaa Angga! Dia wanita tidak berpendidikan!"
Anggara menghela napas panjang, "Mama tidak usah khawatir, Lisa akan melanjutkan kuliah. Mama tenang saja."
"Kamu sudah tidak waras!" maki nyonya Claudia yang frustasi.
Anggara tersenyum penuh kemenangan dalam hati. Sepertinya ia sudah menang banyak dari sang mama.
"Pergi kamu!" usir nyonya Claudia yang merasa tidak bisa berkata-kata lagi.
Anggara berbalik dan berjalan tanpa beban, ia sudah merasa lega. Setidaknya sang mama tidak akan mendorongnya lagi untuk menikah dengan Jessica, gadis yang terlalu terobsesi pada dirinya.
"Apa aku suruh pindah ke kamar tamu?" gumamnya.
"Jangan! Nanti mama curiga. Percuma usahaku selama ini!"
Akhirnya, Anggara terpaksa tidur di sofa. Hingga alarm di posnelnya berbunyi, tidak terasa sudah pagi.
"Sudah bangun, Pak?"
Anggara langsung membetulkan posisi, ia secepat kilat langsung duduk dan mengusap wajahnya.
"Jam berapa ini?"
"Setengah enam."
Anggara lalu menatap Lisa yang sudah mandi, kemudian bibirnya tersenyum tipis.
"Ke mari!" seru Anggara. Bangun tidur ia sudah mendapat ide.
Anggara kemudian meraih gelas, kemudian membasahi rambut Lisa.
"Pakkkk!"
Lisa jelas kaget, salah apa sampai rambutnya disiram. Apa bosnya itu sedang menggigau?
"Diam!"
Anggara terus saja membuat rambut Lisa basah.
"Jangan dikeringkan, sekarang bawa Tiara keluar. Saya mau mandi. Dan satu lagi, di depan mama saya, jangan panggil Pak!"
Lisa menelan ludah, mungkin ia bingung terus disuruh memanggil apa.
"Mengerti?" tanya Anggara tegas.
Lisa menggeleng keras. Membuat pria itu menarik napas panjang.
"Kamu ini bodohhh apa memang bodohhh?"
Bangun tidur, Anggara sudah marah-marah. Membuat kening Lisa langsung mengkerut.
"Maaf, Pak ... eh ... Maaf Mas."
BERSAMBUNG
Fb Sept September
IG Sept_September2020
Hallo bestie, xixiixixxii
Bulan Agustusan masih selow up ya, soalnya minggu besok anak karnaval SD, minggu kemarin karnaval Desa. Ada lomba, dan minggu depan ada orkes panggung hiburan depan rumah pas. Paginya jalan sehat. Capek tapi seruuuu ... Semoga bulan September depan bisa crazy up yaaaa. Semangat 45 hihihih.