
Pesta minum teh pun di mulai, para tamu kali ini sangat banyak karena istana terbuka untuk umum. Rakyat biasa pun boleh ikut masuk hingga depan pintu istana, mereka semua berkumpul di halaman istana.
Sementara Kaisar dan keempat selirnya berdiri di balkon di lantai atas sambil melambai-lambaikan tangan pada sang rakyat.
"Panjang umur Yang Mulia, Kaisar!"
"Panjang umur Yang Mulia, Kaisar!"
"Panjang umur Yang Mulia, Kaisar!"
Semua rakyat mengalunkan nama sang Kaisar, tidak ada yang merasa aneh dengan langkah Kaisar Alessa mengambil selir pria selama tidak mempengaruhi perekonomian Aegis. Rakyat lebih melihat hasil kerja Kaisar dibandingkan kehidupan pribadinya. Sebuah kepercayaan yang Kaisar dapatkan dari rakyatnya. Bola mata dari para calon selir yang memiliki warna berbeda-beda itu melihat dan terkagum-kagum pada calon istrinya. Ternyata calon istri mereka merupakan Kaisar yang dicintai rakyatnya.
‘Sungguh, kau sangat luar biasa Kaisar Alessa. Hatiku benar-benar sudah terpaut dengan namamu,’ batin Lucas sembari mencetak senyum manis di bibirnya.
"Mengagumkan," gumam Jerome yang langsung
mendapatkan pukulan kecil di area perutnya dari Lucas.
"Bisakah kau menutup mulutmu itu Persian?" sarkas Pengeran Lucas. Pria itu risih dan tidak suka jika pria lain memuji calon istrinya.
Pangeran Jerome menatap aneh pada Pangeran Lucas. "Kenapa? Aku mengungkapkan apa yang aku pikirkan? Haruskah kita bergulat di sini?" sahutnya.
Semalam ia sudah membuat perhitungan dengan Evandor karena tingkah pelecehan yang dilakukannya. Kini lihat, pangeran dari negeri Romawi itu hanya bisa berdiam diri sembari menanggung rasa malu. Sekarang, seorang darah eropa barat yang merupakan musuh bebuyutannya memancing keributan. Sudah
semestinya Jerome meladeninya.
"Seperti biasa, kau pasti mengandalkan ototmu. Jika kau berani, aku tantang kau adu ketampanan!"
"Apa kau pikir, kau yang tertampan?" Jerome langsung menarik sudut bibirnya sebagai tanda mengejek.
"Apa kau tidak tahu, semua orang dari negeri Eropa Barat mengangumi ketampanan yang aku miliki?" ucap Lucas penuh dengan percaya diri.
"Tampan? Bahkan alis yang kau gunakan itu hanyalah alis buatan," cibir Jerome membuat Lucas geram.
Lucas sudah ingin melayangkan beberapa pukulan pada tubuh besar Jerome. Namun, karena ada Helios yang kini berada di tengah-tengah antara mereka, ia sangat kesusahan. Tidak seperti awal tadi dia begitu mudah melepaskan pukulan untuk Jerome.
“Kalau aku perhatikan, Tuan Helios lah yang paling tampan di sini. Aku lebih suka bertaruh akan kalian berdua. Karena sejatinya, aku tidak mengandalkan ketampanan,” ucapan Pangeran Jerome berhasil mematik amarah Pangeran Lucas yang dalam hatinya mengakui kenyataan tersebut.
“Kau!”
"Mohon tenang, ada banyak rakyat yang melihat kita. Apa kalian akan membuat opera sabun gratis di sini?" tegas Helios menghentikan perdebatan antara Pangeran Jerome dan Lucas. Tidak hanya itu kini Pangeran Lucas juga diam membisu.
Sementara Kaisar yang berada di antara para lelaki, sejak tadi menyimak dan mengamati perdebatan antara selir. Dia sedikit bangga pada Helios yang memperlihatkan jiwa pemimpinnya. Tidak salah memang menjadikannya selir. Kaisar mulai memikirkan mengangkat Helios sebagai selir utama. Pria yang akan mengatur peraturan di harem istana.
Kaisar kembali melambaikan tangannya untuk menyambut para rakyat yang akan ikut jamuan minum teh. Sang Kaisar terlihat begitu tulus tersenyum pada rakyatnya. Di sela-sela lambaian tangan itu, bunyi sebuah peringatan akan adanya pengumuman terdengar menggema. Membuat para rakyat yang tadi bersuka cita kini terdiam dalam sekejap, keadaan di istana itu menjadi hening.
"Rakyatku, mungkin kalian semua sudah mendengar tentang kebijakanku memiliki empat orang selir. Sebuah langkah untuk menjalin kerja sama serta persahabatan dengan beberapa negeri yang menjadi sekutu Aegis selama ini. Untuk itu, aku akan memperkenalkan calon selir yang sudah terpilih agar kalian mengenal dan menghormatinya di masa mendatang sebagai pendampingku."
"Lelaki yang berdiri di sudut paling ujung adalah Pangeran Evandor Daryan, putera dari Raja Negeri Mesopotamia. Kemudian di sebelahnya ada Pangeran Lucas Geovanni yang berasa dari Eropa Barat. Selanjutnya ada Tuan Helios, Putera Menteri Pertahanan Aegis. Lalu, Jerome Istvan yang merupakan putera Raja Persia.
“Sambut mereka, rakyat-rakyatku!” seru Kaisar Alessa membuat para selir merasa begitu dihargai. Pangeran Evandor terus menunduk sejak tadi.
"Panjang umur selir-selir Kaisar!" Rakyat berseru
Kini rakyat kembali bersuka cita menyambut pesta yang diadakan oleh kaisar. Tanpa ada yang menyadari ada satu pria yang tidak
menampakkan kebahagiaan. Iya, dia adalah Evandor, pangeran dari negeri Romawi.nPria itu merasa bersalah akan kejadian memalukan yang sempat dilakukannya.
Setelah diperkenalkan kepada rakyat negeri Aegis, Evandor berulang-ulang mencuri pandang pada Kaisar yang tampak berbeda dengan gaun putih tulang membungkus tubuhnya, hanya sebuah hiasan di rambut yang menambah kesan manis. Menampakkan sosok suci seorang Kaisar.
Evandor kini mengedarkan pandangannya karena merasa malu. Namun, naasnya ia justru melihat Darius. Evandor pun merasa teritimidasi dengan Darius yang terus menerus menatapnya tajam. Seolah mengejek dan memperingatkan dirinya untuk segera pergi dari sana.
"Aku tidak boleh seperti ini terus menerus. Aku akan berusaha jujur dengan Kaisar semoga saja apa yang sudah aku lakukan ini tidak mengecewakan dirinya," batin Evandor membulatkan tekadnya untuk bisa mengakui kesalahannya pada sang Kaisar.
Beruntung saja beberapa saat berlalu, kini Kaisar
mengintruksikan untuk turun dari balkon dan membiarkan rakyatnya menikmati pesta tanpa harus ada rasa canggung lagi.
Evandor yang melihat Kaisar berjalan meninggalkan balkon kini ia langsung mengejar Kaisar.
Darius yang melihat tingkah Evandor ia langsung mencegah Evandor untuk tidak mendekati Kaisar.
"Yang mulia Kaisar. Hamba mohon berikan hamba sedikit waktu untuk berbicara dengan Yang Mulia," pinta Evandor dengan tubuh membungkuk guna memohon pada sang Kaisar agar memberikan waktunya.
"Tenanglah Darius, dia selirku. Biarkan dia berbicara denganku," ucap Kaisar yang langsung membuat Darius menyingkir dari tempat itu. Darius pergi menjauh. Namun, hal itu tidak serta merta membuat Pangeran Evandor lebih nyaman. Rasa bersalah kian menusuk kala ia akan mengungkapkan semuanya.
"Terima kasih Yang Mulia untuk kemurahan hati
Anda," ucap Evandor saat Darius sudah tidak berada di sisi Kaisar.
"Katakan," perintah sang Kaisar langsung pada inti permasalahan. Wanita itu melipat kedua tangannya di bawah dada.
Seketika itu Evandor langsung menegang, dengan kaku langsung bersujud di bawah kaki calon istrinya itu.
Kaisar mundur satu langkah, ia tidak mengerti dengan apayang dilakukan oleh pangeran dari negeri Romawi ini. Dengan sedikit rasa penasarannya ia lalu bertanya, "Apa yang membuat kau bersikap seperti ini?"
"Yang mulia, hamba mohon maafkan hamba yang sudah melakukan kesalahan yang tidak bisa termaafkan," ungkapnya terus terang.
Kaisar mengerutkan kening, merasa aneh dengan sikap salah satu selirnya. Kaisar pun menunggu pangeran itu berbicara lagi.
"Hamba sudah membuat dosa besar, hamba tidak setia dengan Yang Mulia. Hamba melakukan kesalahan fatal, namun hamba mohon pada Yang Mulia untuk memberikan anugrah pengampunan."
"Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Kaisar guna
memperjelas titik permasalahan.
Masih dengan bersimpuh Evandor langsung menceritakan semua kejadian yang sudah ia lakukan bersama dengan pelayan istana tanpa ada kebohongan.
"Untuk itu hamba mohon pengampunan dari Yang Mulia dan tidak mengusir hamba dari istana," ucap Evandor mengakhiri ceritanya.
Evandor sangat yakin dengan apa yang ia lakukan saat ini, pasti akan membuat sang Kaisar memaafkan dirinya. Tapi, di luar dugaan. Kaisar tidak bergeming. Hanya memandang datar Evandor yang sudah mengecewakannya.
Tbc.