Hareem of Queen Alessa

Hareem of Queen Alessa
Kamar Para Selir



Istana Aegis


Setelah perjalan panjang yang dilalui kini Pangeran Lucas sampai ke istana Aegis.


"Pangeran apa Anda lelah?" tanya Cain saat melihat Lucas menghela napas panjang.


"Aku sama sekali tidak lelah, aku hanya kagum dengan istana Aegis ini. Lihatlah betapa mewahnya bangunan di sini," ucap Lucas memuji tempat yang sudah dua kali didatanginya.


Pangeran Lucas ingat saat beberapa saat yang lalu, ketika menghadiri pesta di istana ini yang mengakibatkan tangannya terluka oleh pengawal pribadi Kaisar. Tapi, di balik itu semua dia bersyukur. Sebab, insiden


itulah yang membuatnya terpilih menjadi salah satu selir kaisar.


"Iya, Anda benar Pangeran," jawab Cain sependapat.


Pangeran Lucas menatap pelayannya yang tampak berbinar. Cain merupakan pelayan setianya di Kerajaan Frank, juga orang yang selalu mendukung pilihannya. Saat Pangeran Lucas berniat untuk menjadi selir Kaisar pun, Cain lah orang pertama yang memberikan semangat agar Pangeran Lucas tidak menyerah.


“Hamba tidak menyangka akhirnya Pangeran menjadi selir Kaisar," ucapnya bersemangat. Pangeran Lucas tersenyum penuh arti.


“Tentu saja karena aku tampan dan mempesona,” sahutnya percaya diri.


Cain mengangguk antusias. “Benar sekali!”


Tingkah Pangeran Lucas dan pelayan pribadinya tidak luput dari perhatian penasehat utama. Dari sini dia bisa membaca watak calon para selir. Pangeran Lucas termasuk orang yang sangat percaya diri dan ceria. ‘Semoga dia bisa mengimbangi watak Yang Mulia yang terkesan dingin pada setiap pria,’ do’a penasehat.


"Silahkan pangeran ikut dengan hamba. Saya akan menunjukkan tempat di mana ada akan beristirahat," ucap penasehat utama langsung menyita perhatian Lucas.


"Baik, terima kasih." Lucas kini mengikuti langkah penasehat utama masuk ke sebuah lorong yang sama sekali tidak pernah ia ketahui tempat apa itu. Namun, Lucas tetap berjalan diiringi pelayannya mengikuti


penasehat utama.


"Pangeran kenapa perasaan hamba menjadi tidak enak. Apa kita akan dibawa ke penjara?" tanya Cain yang langsung menghentikan langkah Pangeran Lucas.


"Pikiranmu sangat konyol, sebentar lagi aku akan menjadi selir Kaisar kenapa kau berpikir kita dibawa ke penjara?" sahut


Lucas sedikit heran dengan pemikiran pelayannya itu.


Cain langsung diam saat suara pangeran Lucas begitu terdengar nyaring. Dia bisa menebak jika penasehat kaisar mendengar ucapan sang pangeran. Cain langsung memegang lehernya berharap dia tidak mendapatkan hukuman pancung karena sudah berbicara sembarang.


***


Derap langkah kaki ketiga orang itu kini telah berhenti setelah melewati lorong-lorong yang hanya ada penerang obor. Bisa ditebak itu adalah jalan rahasia untuk bisa sampai ke dalam istana.


"Silahkan Pangeran Lucas, Anda bisa beristirahat di sana," ucap penasehat utama menunjuk salah satu kamar yang dipersiapkan untuk Lucas.


Lucas mengedarkan pandangannya, di tempat itu ada beberapa kamar yang membuatnya penasaran. Untuk siapa saja kamar itu dan kenapa dia bisa ditempatkan di kamar yang ditunjuk oleh penasehat kaisar?


"Kalau boleh tahu, kamar-kamar ini untuk siapa saja?" tanya Lucas.


"Semua ini sudah disiapkan oleh kaisar. Di sini ada empat kamar selir yang terpisah. Di ujung lorong itu adalah kamar utama kaisar," jelas penasehat utama.


"Kenapa kamarku bukan yang di sebelah sana?" tanya Pangeran Lucas menunjuk ke arah kamar yang bersebelahan dengan kamar Kaisar. Dia sedikit kesal kenapa kamarnya berada di urutan nomor dua. Lalu kamar yang nomor satu itu milik siapa? Kenapa bukan dirinya yang mendapatkan kamar itu?


"Hamba memohon maaf pada Anda Pangeran, hamba hanya melaksanakan apa yang telah Kaisar perintahkan.” Sungguh bukan jawaban yang ingin Pangeran Lucas dengar.


Pangeran Lucas berusaha menahan diri. Cain pun merasa heran dengan hal itu hingga melontarkan pertanyaan. “Lalu, kamar itu untuk siapa?”


“Anda akan tahu nanti.”


Pangeran Lucas yang barusan berbinar kini menatap penasehat dengan datar bahkan mengepalkan tangan menunjukkan ketidak puasannya.


“Hamba akan memberitahu pada Anda, selain pelayan utama yang Anda bawa, di sini kaisar juga sudah menyediakan beberapa pelayan untuk bisa melayani Anda," ucap penasehat utama mengalihkan pembicaraan.


Pangeran Lucas tidak bisa memaksa orang yang tak ingin berbagi informasi padanya. Dalam benak sang pangeran, jika penasehat kaisar tidak ingin memberitahunya, dia akan mencari tahu sendiri tentang selir yang


"Tidak masalah jika kau tidak ingin memberitahu."


"Apa Anda memerlukan hal lain, Pangeran?" tanya penasehat kaisar tanpa memperdulikan perubahan sikap Pangeran Lucas.


"Tidak ada," jawab Pangeran Lucas dengan ketus sebagai tanda jika dirinya sudah kecewa pada penasehat utama.


"Hamba mohon untuk undur diri." Penasehat utama langsung membungkukkan badannya sebagai tanda hormatnya pada pangeran Lucas.


Setelah kepergian penasehat kaisar, Pangeran Lucas langsung melambaikan tangannya guna memanggil Cain agar sang pelayan mendekat ke arahnya.


"Apa yang harus hamba lakukan pangeran?" tanya Cain.


"Kau tanya pada beberapa pelayan di sana, siapa yang menepati kamar nomor satu itu?" perintah Pangeran Lucas dengan nada


berbisik.


Cain yang paham langsung mendekati beberapa pelayan yang berdiri tidak jauh dari keduanya. Setelah mendapatkan informasi Cain langsung mendekat ke arah pangeran Lucas.


"Pangeran, penghuni kamar satu adalah perwakilan dari Aegis, orang dalam," ucap Cain.


Wajah Pangeran Lucas kini menjadi merah padam, kamar pertama diisi oleh calon selir yang belum dikenalnya dan menurut desas-desus hanya orang itu yang bukan berasal dari negeri lain. Pangeran Lucas kini berjalan masuk ke kamarnya dia tidak mengerti dengan isi hatinya, dia merasa Kaisar pilih kasih. Seharusnya dia yang berada di kamar yang berdampingan dengan kaisar. Apa ini yang dimaksud cemburu?


"Jika orang itu adalah orang Aegis, tentu saja Kaisar akan lebih menyayangi orang itu," gumamnya sembari melempar tubuhnya ke ranjang.


Dengan posisi tengkurap dan kakinya memukul alas ranjang, pria itu memikirkan niat awalnya yang hanya ingin dekat dengan kaisar. Tidak peduli dengan hati yang mulia. Ternyata dia termakan oleh omongannya sendiri. Sekarang Pangeran Lucas merasakan cemburu dan ingin memiliki kaisar.


"Pangeran apa yang Anda lakukan? Ini akan menyakiti diri Anda sendiri." Cain berusaha mencegah Tuannya agar tidak memukul alas kasur itu lagi.


"Cain, bagaimana jika kaisar lebih memilih selir pertama itu. Aku merasa hatiku memanas," ungkap Pangeran Lucas yang sudah tidak ada rasa malu.


Cain bingung tapi dia harus berusaha mencegah pangerannya agar tidak melukai dirinya sendiri. Lalu Cain berkata, "Anda tenang saja pangeran. Belum tentu selir nomor satu itu bisa mengalahkan ketampanan yang Anda miliki. Dan tentunya ketampanan yang Anda miliki sekarang bisa membuat kaisar menyayangi Anda."


Pangeran Lucas langsung bangkit dan mendudukkan pantatnya di sisi ranjang. Di hadapannya juga terdapat cermin yang memantulkan bayangannya.


"Kau benar, Cain. Aku pangeran tertampan di negeri Eropa Barat. Tentu kaisar lebih menyayangiku," ucap Pangeran Lucas dengan percaya diri dan memegang dagunya.


"Benar, Pangeran. Jadi Anda tidak perlu takut lagi."


"Jika begitu aku bisa beristirahat dengan tenang. Dan besok kita bisa mencari tahu siapa lelaki itu," sahutnya yang langsung


mendapatkan anggukan dari Cain.


Hari berlalu dengan cepat Pangeran Lucas pun mulai menyelidiki siapa penghuni sebelah dengan bertanya pada setiap pelayan dan pengawal.


"Apa kau tahu seperti apa penghuni kamar nomor satu itu?"


"Apa dia Pangeran tampan?"


"Apa keistimewaannya?"


"Apa dia lebih baik dariku?"


Pangeran Lucas memberikan pertanyaan itu pada semua pelayan dan pengawal. Namun, nyatanya tidak ada yang menjawab dan membuat ia ingin memberikan hukuman pada pengawal dan pelayanan itu.


Saat emosi Lucas memuncak kini gerombolan 3 selir yang sudah dipilih oleh kaisar datang. Bola mata Lucas melebar sempurna saat melihat lelaki tampan kini tengah masuk ke kamar nomor 1.


"Apa dia orangnya?" tanya Lucas, dia kini merasa terintimidasi karena orang itu yang di matanya lebih tampan dari dirinya.


Iya, dia adalah Helios Attala dengan manik hitam dengan surai senada. Terlihat dingin dan misterius.


Tbc.