God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 8 : ANAK EMAS? JANGAN BERCANDA!



kedua petualang dengan santainya memegang senjata mereka.


DAIN juga sudah mengambil sabit terkutuk itu dari punggungnya, dan...


Childe : "jika kau tidak mau menyerang, kami yg akan menyerang duluan!"


ucapnya dengan berlari menuju ke arah DAIN.


DAIN berhasil menghindar, namun Champion yg berada dibelakang DAIN sudah menunggunya dan mulai menebas menggunakan pedangnya.


tapi sayangnya DAIN juga berhasil menghindar, DAIN yg melompat ke atas atap rumah penduduk, kemudian melompat untuk menyerang mereka dengan tangan kosong, mereka berhasil menghindar, dan jalan yg terkena pukulan DAIN sedikit retak dibuatnya.


Champion : "jangan bercanda, dia ternyata cukup kuat."


Childe : "kita menang jumlah, ayo kita serang dia."


Champion : "ayo!!"


mereka melompat ke arah DAIN lalu menebasnya, namun serangan tersebut juga bisa dihindari oleh DAIN, DAIN melompat ke gedung perumahan dan berlari gedung tersebut, kedua petualang itu mengejar DAIN yg berlari cukup kencang.


mereka melancarkan serangan udara ke arah DAIN dan merusak beberapa dagangan milik warga sekitar, serangan tersebut mengarah ke DAIN, namun juga berhasil dihindari.


DAIN : "(sepertinya mereka tidak peduli pada keadaan sekitar, aku harus menjauhkan mereka dari kerumunan orang)"


ucap dalam pikirannya.


DAIN melompat ke jalan lalu kembali berlari bersama kedua petualang yg mengejarnya.


salah satu petualang tersebut melompat dan menyerang DAIN, juga berhasil dihindari, DAIN semakin cepat berlari sambil mencari tempat yg cukup sepi untuk dijadikan nya tempat bertarung.


tanpa DAIN sadari, dia membawa kedua petualang itu ke tempat arena pertarungan makhluk panggilan. para penonton terkejut akan kehadiran DAIN, kedua petualang itu juga telah sampai ke tempat DAIN.


Childe : "kau membawa kami ke tempat yg bagus."


Champion : "haha, disini kami bisa lebih leluasa menyerang mu, pengecut."


DAIN melihat sekitar, namun terdapat lebih banyak orang daripada yg dia kira. tapi sepertinya itu adalah penonton yg sedang menyaksikan pertandingan makhluk panggilan.


DAIN : "(tempat yg bagus, namun juga tidak bagi penyamaran ku)"


kedua petualang itu kembali menyerang DAIN dengan berbagai serangan, DAIN dengan mudahnya menangkis serangan tersebut.


PENONTON : "apa yg mereka lakukan, mereka mengganggu pertandingan makhluk panggilan."


PENONTON LAIN : "sepertinya mereka bertarung, pergerakan mereka cukup bagus, ayo kita dukung mereka."


PENONTON LAIN : "kau benar, aku malas melihat pertandingan makhluk panggilan yg membosankan itu."


seseorang dari bangku juri, tersenyum melihat pertarungan mereka bertiga.


JURI 1 : "kita harus bagaimana, tuan? apa kita sebaiknya memanggil prajurit dan menghentikan mereka?"


JURI 2 : "dia benar, ayo kita panggil prajurit."


??? : "jangan! kita lihat mereka dulu."


JURI 1 : "tapi tuan?"


??? : "tidak apa-apa, aku yg akan mengurusnya nanti."


JURI 2 : "b-baiklah, jika itu kemauan tuan."


mereka bertiga masih bertarung yg membuat para penonton bersorak.


kedua petualang itu menggunakan serangan beruntun ke arah DAIN, tak ada satupun serangan yg mengenai DAIN, dengan cepat, DAIN meluncur ke arah Champion dan memukul perutnya cukup keras, hingga membuat Champion pingsan.


tersisa Childe dan DAIN.


Childe : "apa yg kau lakukan pada temanku, Kepa**t?"


DAIN : "jika kau tidak terima, kenapa tidak maju kesini dan serang aku?"


ucapnya sambil tersenyum.


Childe yg mendengar itu, maju ke arah DAIN dengan cepat, dan mengeluarkan api dari pedangnya yg dia pegang, Childe mencoba menyerangnya dengan pedang api tersebut, namun ditangkis oleh DAIN menggunakan bagian belakang sabit terkutuk itu untuk menangkis nya.


??? : "hooh! kau berhasil yah, aku jadi tidak sabar mendengar ceritamu nanti."


ucap pria itu sambil melihat kearah DAIN.


kembali ke arena, Childe yg melihat serangannya berhasil ditahan oleh DAIN, sangat kaget karena DAIN berhasil berhasil menahan serangannya.


Childe : "mustahil, kalau begitu bagaimana dengan ini."


Childe menghindari DAIN dan mengeluarkan serangan tebasan api yg dia terbangkan ke arah DAIN.


Childe : "tebasan naga api!!!!"


api yg terbang tersebut membentuk seekor naga yg cukup panjang.


DAIN tidak menghindar, ia malah menahan serangan tersebut menggunakan sabitnya itu, dengan sangat cepat, DAIN berlari ke arah Childe lalu menyerang Childe menggunakan bagian belakang atau bagian gagang sabitnya dan memukul kepala Childe hingga membuatnya pingsan juga.


penonton yg melihat itu, bersorak atas kemenangan DAIN.


DAIN : "(AAAAHHHHH! INI ALASANKU TIDAK MAU BERTARUNG DITEMPAT RAMAI!!!)"


DAIN yg menahan malunya, berlari ke luar arena, namun dia dihentikan oleh beberapa prajurit.


PRAJURIT : "KAU YG DISANA! BERHENTI!"


DAIN : "haaah?! apa masalah kalian? apa kalian mau aku hajar?"


ucapnya sambil kesal.


PRAJURIT : "kami harus menangkap mu karena membuat kekacauan di arena yg sedang dalam acara besar, kami akan membawamu secara paksa jika kamu menolaknya!"


DAIN : "kuberi tau kau satu hal, minggirlah dan biarkan aku pergi, prajurit bodoh!"


seseorang datang dari arah arena, menghampiri DAIN dengan menyembunyikan keberadaan nya.


DAIN : "lepaskan aku dasar bodoh, mereka berdua itu yg memulai duluan, jadi tangkap mereka, bukan aku."


??? : "seperti nya kau sudah merubah kepribadian mu yah, tuan petualang."


DAIN : "haaah? bicara apa kau, suruh praa..ju..rit ini...."


ucapnya sambil melihat ke pemuda yg menghampirinya.


??? : "apa jangan-jangan kau sudah lupa padaku?"


DAIN : "ah- ROOGEEEERRRRRRR!!!!!!"


dia berhasil lepas dari para prajurit, dan berlari ke arah pemuda itu.


DAIN yg berlari dengan gembira, melompat ke arah pemuda itu dan memeluk kepala pemuda itu seperti anak kecil.


ucapnya sambil menangis.


ROGER : "aku yakin itu kau DAIN! karena tidak ada yg berani memanggilku seperti itu kecuali kau."


DAIN turun dari kepala ROGER dan...


DAIN : "oke kita sudahi acara reuni nya, ayo pergi makan, aku sangat lapar, otak udang."


ROGER : "reaksimu seketika berubah, aku tidak jadi meragukan identitas mu."


PRAJURIT : "tuan Roger, apa anda mengenal pemuda ini?"


ROGER : "bukankah kau seharusnya tau ketika aku memanggil namanya tadi?"


PRAJURIT : "eh? DAIN? SANG PAHLAWAN TERNYATAAAA!!!!!"


ROGER : "nilai 100 dariku."


para prajurit kaget mengetahui hal tersebut.


PRAJURIT : "apa kita perlu-..."


ROGER : "serahkan saja padaku, kalian bisa pergi."


ucapnya sambil tersenyum.


PRAJURIT : "BAIK PAK!!"


DAIN : "woy otak udang, katakan pada prajurit itu kalau aku menyembunyikan identitas yg sebenarnya, aku tidak mau jadi mencolok, itu menyusahkan."


ROGER : "akan aku katakan pada mereka nanti, ngomong-ngomong apa yg terjadi padamu sampai bertarung dengan dua petualang itu?"


DAIN : "ah soal itu, itu karena mereka menghina kenalanku, jadi aku hina kembali mereka."


ROGER : "dan mereka menantangmu hingga seperti ini akhirnya, benar begitu kan?"


DAIN : "yah kau benar, kau memang cerdas seperti biasanya."


ROGER : "terimakasih, ngomong-ngomong dimana kenalanmu itu?."


DAIN : "ah dia? dia ada di...eh? aku tidak tau dia dimana!!"


ROGER : "hahahaha! kau memang seperti, lalu dimana kau meninggalkannya?"


ucapnya sambil tertawa dan mengusap air mata karena tertawa.


DAIN : "aku makan bersamanya disebuah restoran tadi, lalu karena mereka berdua itu menghinanya, dia lari keluar entah kemana."


ROGER : "hehe, kalau begitu, ayo kita cari dia."


ucap ROGER sambil menahan tawa.


DAIN : "ayo!!"


DAIN dan ROGER berlari menuju kota mencari FINA.


setelah beberapa lama mereka mencari sambil berlari, mereka...


DAIN : "[ngos-ngosan] haah, dimana dia."


ucapnya sambil berlari.


ROGER : "[ngos-ngosan] apa kau sudah mencarinya menggunakan sihir pendeteksi?"


ucapnya sambil berlari.


DAIN : "AAAHHHHH!! kenapa aku selalu lupa akan hal penting!!


ROGER : "HAHAHAHAHA!! aku sudah lelah berlarian kesana kemari, dan sekarang kau membuatku tertawa lepas, aku sangat kelelahan, aku serahkan padamu saat ini."


DAIN : "baiklah, akan aku cari gadis nakal itu sampai dapat!!"


ucap sibodoh itu sambil kembali berlari mencari FINA.


ROGER : "AKU AKAN MENUNGGU DISINI! eh? gadis?"


ucap ROGER yg berteriak pada DAIN yg berlari cukup kencang.


DAIN : "baiklah, akan aku gunakan skill pendeteksi super milikku!."


DAIN berlari sambil menggunakan skill pendeteksi.


DAIN : "emmmm cepatlah muncul, lama sekali prosesnya."


tak lama kemudian, DAIN dan FINA bertabrakan.


DAIN : "arrgghh."


FINA : "aduh!!"


DAIN terpental mengeluarkan darah dari hidungnya karena menabrak kepala FINA, sedangkan FINA jatuh terduduk.


DAIN : "apa yg kau lakukan, dasar bodoh?"


FINA : "maafkan aku tuan, aku tidak sengaja, tadi aku tidak melihat sekitar, maafkan aku!"


ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


DAIN : "ah? FINA!! akhirnya aku menemukanmu, dari mana saja kau?"


FINA : "eh? tuan GENZO? tuan sedang apa disini?"


DAIN : "harusnya aku yg bertanya seperti itu."


FINA : "ah, aku baru saja mau kembali ke tempat tuan tadi, sepertinya tidak usah, karena kita bertemu disini."


DAIN melihat sebuah gang yg baru saja dilewati FINA.


FINA : "ah disana tidak ada apa-apa tuan, hanya sebuah gang kecil."


DAIN : "memangnya aku tadi bertanya tentang gang ini?"


ucapnya sambil berdiri.


DAIN berjalan masuk ke dalam gang kecil tersebut, nun FINA menghalanginya.


FINA : "ah tuan, ayo kita pergi dari sini, disini tempatnya kotor sekali, ayo tuan."


DAIN tidak mendengarnya dan tetap berjalan masuk kedalam gang, FINA yg melihatnya, hanya bisa terdiam.


tak lama, jalan keluar dari gang tersebut terlihat, dan...


TOO BE CONTINUED.