God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
Chapter 5 : APA AKU MEMANG SEBODOH ITU?



DAIN & HERMES sama-sama menuju tempat yg mereka tuju.


tak lama, HERMES tiba di desa wardora, tempat ia tinggal.


anak² desa : "hei teman-teman! paman HERMES sudah kembali!"


warga desa beserta anak kecil menghampiri HERMES dengan gembiranya.


KEPALA DESA : "bagaimana? apa semuanya sayuran dan tanaman obat nya laku?"


HERMES : "tentu saja, di salah satu karung itu ada yg berisi uang, dan beberapa karung itu adalah oleh-oleh dan perlengkapan desa yg pak kepala inginkan."


WARGA DESA : "wah syukurlah, kita tidak sia-sia bekerja selama ini."


WARGA DESA : "benar sekali! akhirnya aku bisa tidur dengan lelap malam ini, terimakasih HERMES."


HERMES : "sama-sama paman jillgo, aku juga ikut senang jika warga desa senang."


ucapnya sambil tersenyum.


KEPALA DESA : "apa yg harus kami lakukan untuk berterima kasih padamu, HERMES?"


HERMES : "tidak perlu se-sungkan itu pak KADES, kalian semua juga telah merawatku semenjak orang tuaku meninggal, malah aku masih ingin berterimakasih pada semua yg ada disini."


WARGA DESA : "tidak usah seperti itu, kita semua yg didesa sudah seperti keluarga, jadi kau tidak perlu memikirkannya."


HERMES : "terimakasih semuanya, kalau begitu, aku pergi istirahat dulu, cukup melelahkan perjalanan kali ini."


WARGA DESA : "baiklah, pastikan tidur yg nyenyak, malam ini kita akan mengadakan pesta jika kau tidak jatuh sakit tentunya."


HERMES : "terimakasih atas perhatiannya, aku pergi dulu."


HERMES pergi kerumahnya untuk istirahat, sedangkan ditempat DAIN berada... haaah.


DAIN : "k-kok? KOK AKU KEMBALI LAGI KE JALAN INI, SIALAAANN!!!"


DAIN : "padahal aku sudah bertanya pada para pedagang yg lewat, tapi kenapa masih salah jalan, pak tua itu pasti mengerjai ku!!"


KILAS BALIK KETIKA DAIN BERTANYA JALAN PADA SEORANG PEDAGANG :


DAIN : "permisi."


PEDAGANG : "ada apa?"


DAIN : "apa bapak tau jalan menuju kota CELESTIAL?"


PEDAGANG : "oh, kau hanya perlu lewat jalan yg disebelah kiri itu, lalu jika ada persimpangan lagi, kau ke kanan, lalu lurus saja."


DAIN : "oh, terimakasih informasi pak."


ketika si bodoh ini mulai berjalan, dia malah ambil jalan yg sebelah kanan.


PEDAGANG : "hei anak muda! kau salah jalan!"


namun dain sudah cukup jauh, dan tidak mendengarnya.


KILAS BALIK BERAKHIR.


DAIN : "sialan orang itu, jika aku bertemu lagi, aku pasti akan membuat dia membayarnya."


pedagang yg bertemu DAIN sebelumnya, bertemu kembali dengan DAIN.


PEDAGANG : "eh? bukannya kamu orang yg tadi pagi bertanya padaku?"


DAIN : "hmm? hei pak tua! akhirnya kita bertemu lagi, apa kau mengerjai ku ketika aku bertanya jalan, haah?"


PEDAGANG : "HAAAH? KAU YG SALAH JALAN DASAR TAK TAU DIRI, YG KAU AMBIL JALAN KANAN, AKU BILANG JALAN KIRI, DAN AKU JUGA SUDAH MEMBERITAHUMU, TAPI KAU TIDAK MENDENGARKAN!!"


DAIN : "ah? AAAHHHH!!"


singkat cerita pedagang itu pergi meninggalkan DAIN.


PEDAGANG : "dasar orang aneh, padahal aku sudah jelas" memberitahu yg benar, dia malah marah-marah."


ucap pedagang itu sambil kembali berjalan membawa kereta barang yg ditarik oleh kudanya.


DAIN : "maaf pak, maaf pak!"


DAIN : "ahh kenapa pelupa ku kumat lagi?? lebih baik aku berjalan lagi, oke jadi kiri lalu... apa yah? nanti bertanya lagi pada orang deh."


ucapnya sambil berjalan kembali dijalan yg sama, haah...


sementara itu... keadaan para Dewa dan Dewi di VALHALA semakin mencekam, bukan karena senjata terkutuk yg turunkan tuhan ke dunia, namun mereka saling berencana untuk menjatuhkan satu sama lain demi meraih impian mereka menjadi dewa utama/menjadi salah satu malaikat yg menguasai mutlak salah satu alam semesta.


menjadi salah satu malaikat juga memiliki hak untuk memutuskan mana planet atau galaksi yg harus dihancurkan atau ditetapkan hingga kehancuran dunia tiba, dan juga menjadi salah satu malaikat, bisa dengan mudahnya keluar masuk ke dalam surga, mereka juga memiliki sebuah kekuatan baru yaitu mengambil/memberi kehidupan mutlak kepada manusia atau makhluk hidup lainnya yg akan lahir, namun menjadi malaikat tidak semudah itu, persyaratan nya adalah :


-jika dari sekumpulan Dewa dan Dewi hanya tersisa 1 orang Dewa/Dewi, orang itulah yg akan ditunjuk menjadi malaikat.


atau


-salah satu orang dari sekumpulan Dewa/Dewi, mendapat rekomendasi mutlak dari sekumpulan Dewa Dewi dan seluruh makhluk hidup di alam semesta yg mereka jaga itu untuk menjadi malaikat.


namun, tak ada yg tak mau menjadi menjadi malaikat, semua ingin menempati posisi tersebut dengan cara apapun.


kita lanjutkan cerita perjalanan DAIN menuju kota CELESTIAL.


setelah berkali-kali salah jalan, akhirnya kota CELESTIAL sudah terlihat dari kejauhan.


DAIN : "akhirnya...aku akan...sampai...haaaah."


ucapnya sambil ngos-ngosan.


jarak desa wardora itu 80km, sedangkan jarak kota FARTRA ke kota CELESTIAL hanya 60km, dan orang ini malah memilih jalan memutar, haah.


DAIN : "aku istirahat dulu, aku capek, haah.."


DAIN duduk beristirahat di sebuah pohon dekat hutan yg dilaluinya tadi, tak lama kemudian, ketika DAIN sedang beristirahat, terdengar suara seorang gadis dari dalam hutan.


??? : "toloooooonnnggggg!!! aaaaahhhhhh......"


DAIN : "heh? ada suara cewek, apa jangan-jangan hantu penunggu hutan? tidak-tidak, itu tidak mungkin, disampul novel tidak ada genre horror, pasti ada seseorang yg butuh bantuan."


*sejak kapan sibodoh ini tau genre novel ini? ehem- DAIN langsung bangun dan mencari sumber teriakan itu, dan...


DAIN : "wooooy!! dimana kau? aku disini untuk membantu mu."


ucapnya sambil berlari kencang.


??? : "AKUU DISINIII!"


mereka bertabrakan...


DAIN & ??? : "aaAAAAduh!!"


DAIN : "hei bodoh! apa yg kau lakukan? eh?"


DAIN melihat ke arah gadis yg sedang terjatuh itu sambil...


??? : "adu-adu-aduh, aku minta maaf, aku tadi sedang berlari dari kejaran babi hutan, aku benar-benar minta maaf."


DAIN : "(aku berterimakasih pada Tuhan karena sudah dilahirkan)."


ucap dalam pikirannya sambil terpesona melihat sem- *ehem maaf.* melihat pakaian dalam yg sedikit terlihat. *(semoga saja aman dari konten 81+).*


DAIN : "ah-aku tidak apa-apa, bagaimana denganmu?"


??? : "aku tidak apa-apa."


tiba-tiba babi hutan yg mengejar gadis itu melompat dari semak-semak dan ingin menyerang gadis itu.


??? : "aaaahhhhh, tolong aku!"


ucapnya sambil memeluk tangan DAIN.


DAIN : "(hehehe, walaupun Cuexcomate, aku rasa inilah kedamaian dunia)"


ucap dalam pikiran DAIN sambil tersenyum mencurigakan.


ATTENTION!!


-CUEXCOMATE adalah nama sebuah gunung di Meksiko yg memiliki ketinggian 13m dengan garis tengah 23m.


DAIN : "GRRRR!! orrraaaaa!!!!"


DAIN memukul babi hutan itu hingga terbang jauh menggunakan bagian belakang sabitnya.


DAIN : "makan itu babi jelek! hehe."


setelah dia berhasil mengalahkan babi hutan itu, DAIN seketika melihat gadis itu dan...


DAIN : "permisi... aku sudah mengalahkan babi itu, bisa tolong lepaskan aku? nanti aku serang loh."


??? : "eh? ah maaf."


ucap gadis itu sambil melepas pelukannya dari DAIN.


DAIN : "kau sedang apa di hutan seperti ini?"


??? : "ah, aku sedang mencari beberapa tanaman langka untuk aku jual, ketika sedang mencari, aku malah bertemu babi hutan itu."


??? : "oh Iyah, namaku FINA, maaf karena telat memperkenalkan diri."


DAIN : "aku- (bisa gawat jika aku mengatakan nama asliku)*


ucap dalam pikirannya.


DAIN : "aku GENZO, seorang petualang."


FINA : "tuan GENZO yah, terimakasih pertolongan nya, apa ada yg bisa aku bantu untuk membalas pertolongan mu tuan?"


DAIN : "(aku bisa saja meminta bayaran, tapi sepertinya dia lebih butuh uang daripada aku, dan juga, bukannya dia itu terlalu muda untuk berkeliaran di hutan?)"


ucap dalam pikirannya sambil melihat ke gadis itu.


DAIN : "apa kau bisa mengantarku ke kota CELESTIAL? aku sedang dalam perjalanan menuju kota itu."


FINA : "eh? tapi kan hutan ini dekat dengan kota CELESTIAL, apa anda tersesat?"


DAIN : "(AKU BENCI MENGATAKAN INI, TAPI ITU KENYATAAN NYA)"


ucap dalam pikirannya.


DAIN : "yaaah sepertinya begitu, aha-ahahaha."


FINA : "kalau begitu, ayo kita jalan bersama, lagi pula aku sudah mau pulang."


DAIN : "ah baiklah, ayo!"


mereka berjalan keluar dari hutan untuk kembali ke jalan yg mengarah ke kota.


TOO BE CONTINUED.