
...Singkat cerita......
...Ana telah sampai di kota pelabuhan, selama perjalanan... tak ada satupun yg menganggu nya ketika perjalanan menuju kota pelabuhan....
...Masuk ke dalam kota melewati sebuah jembatan batu yg sedikit melengkung dan cukup panjang. Disana tak ada prajurit atau penjaga yg bertugas untuk menagih biaya masuk ke dalam kota....
...Rumah-rumah penduduk tersusun rapi di tanah yg sedikit miring, meski cukup banyak bangunan bertingkat... maksimalnya hanya 3 lantai saja terkecuali gedung guild petualang yg terlihat lebih dari 5 lantai. Meski terlihat cukup tinggi dan besar, gedung Guild petualang hanya terdiri dari 4 lantai saja....
...Berjalan melewati rumah dengan banyak corak hewan dan tumbuhan yg berwarna biru muda dan putih, membuat kota pelabuhan banyak diminati bahkan banyak pengunjung dari kota lain yg singgah di kota tersebut....
...Anak-anak kecil berlarian kesana-kemari dengan riangnya tanpa ada yg harus mereka khawatirkan....
..."Benar-benar damai sekali kota ini, jadi ingin menetap atau bahkan tinggal disini semalanya."...
...Ucap Ana yg sedang berjalan menuju pelabuhan dengan wajah gembira....
...Mendengar hal tersebut, sang iblis pun berkata bahwa Ana bebas melakukan apapun yg dia mau, dengan syarat yaitu kemana pun Ana pergi baik itu dekat maupun jauh, Ana harus selalu membawa sabit terkutuk....
...Wajah Ana seketika terlihat lesu dan datar, dia juga berkata jika persyaratan yg dikatakan oleh sang iblis terlalu merepotkan, sang iblis pun kembali berkata jikalau Ana menolak, jalan satu-satunya untuk bebas dari sabit terkutuk adalah dengan memunculkan kunci terakhir atau wujud terakhir dari sabit terkutuk yg dimana media/wadah dari penggunaan wujud tersebut adalah tubuh dari si pengguna sabit terkutuk....
...Ana pun mengiyakan apa yg dikatakan oleh sang iblis meski terlihat lesu. Beberapa lama kemudian.... Ana sampai di pelabuhan, di sana terdapat cukup banyak kapal yg terparkir di area pelabuhan, mulai dari kapal nelayan hingga kapal galleon....
...Disana... Ana menemui seorang kapten kapal yg sedang menyuruh anak buahnya untuk mengangkat barang milik penumpang di kapalnya. Ana pun bertanya pada sang kapten kapal tentang tujuan kapal tersebut akan berlayar....
..."Ya. disana tempatnya, cepat bayar dan masuk ke dalam kapal milik manusia itu."...
...Mendengar ucapan sang iblis... Ana dengan raut wajah datar berkata pada sang kapten kapal bahwa dirinya akan menumpang di kapalnya. Sang kapten menjawab bahwa biayanya cukup mahal jika ditambah dengan barang bawaan. Ana pun kembali berkata bahwa dirinya tidak membawa barang apapun terkecuali senjata yg ada di punggungnya....
...Sang kapten mengiyakannya dan meminta biaya untuk tumpangan di kapalnya yaitu sebesar 150 koin perak. Ana memberikan 2 koin emas dan kembali berkata......
..."lebihnya anda bisa gunakan untuk makanan saya selama perjalanan, jika masih ada kembalian... ambilah."...
...Ujar Ana pada sang kapten kapal....
...Sang kapten kapal kembali mengiyakan perkataan Ana dan mempersilahkan Ana untuk masuk ke dalam kapal Galleon milik sang kapten....
...di dalam kapal... banyak sekali ruangan yg dipakai untuk para penumpang beristirahat, Ana mengambil sebuah ruangan kecil di dekat kabin kapal....
...Beberapa lama kemudian... Kapal pun berangkat dan perjalanan di laut menuju benua Atlandia pun dimulai....
...Sosok hitam yg berada di dalam sabit terkutuk tersenyum dan berkata......
..."Sebentar lagi dan sedikit lagi, hahahaha..."...
...TOO BE CONTINUED....