
...Keesokan harinya......
...Api unggun telah padam, Matahari telah terbit dari timur, Keempat pahlawan baru telah selesai berkemas bahkan sudah menyiapkan semua senjata dan juga potion yg akan mereka gunakan untuk melawan seekor monster kuat, yaitu Chimera....
...Namun terlihat... Ana yg masih tertidur sambil memeluk sabitnya hingga liurnya keluar dari mulutnya. Ketiga pahlawan baru menatapnya dengan wajah aneh....
...Andi kembali memukul kepala Ana untuk membangunkannya....
...Ana pun terbangun dalam kondisi kebingungan, Tio memberitahukannya untuk segera bangun agar bisa pergi ke tempat Chimera lebih cepat. Ana pun menuruti perkataan Tio....
...Memakai semua armor miliknya (Ana) lalu kemudian meletakkan kembali sabitnya di punggungnya, Ana dan rekannya yg lain pun berangkat melanjutkan perjalanan menuju ke tempat Chimera berada....
...Beberapa jam telah berlalu, tak ada keanehan apapun yg terjadi pada mereka berempat, tak jauh dari penglihatan mereka... Terlihat Padang rumput yg sangat luas dengan beberapa bukit kecil....
...Kejanggalan pun terjadi....
...Sebuah tangan keluar dari dalam tanah, perlahan sebuah kepala beserta tubuhnya pun mulai terlihat. Seekor goblin muncul dihadapan mereka, tak hanya satu goblin saja... Goblin lainnya pun mulai bermunculan dari dalam tanah....
...belasan hingga puluhan goblin bermunculan dari dalam tanah. Ana tanpa ragu mulai berlari kearah gerombolan goblin yg ada di hadapannya. Andi seketika memanggil dan bertanya apa yg dilakukan Ana. Ana menjawab bahwa ini adalah hal yg cocok untuk dirinya membuktikan diri tentang kekuatannya....
...Menggunakan telepati untuk menghubungi sang iblis, Ana pun berkata......
..."Mohon bantuannya, Iblis." Ucapnya dalam telepati....
...Sang iblis pun menjawab "Baiklah." dan segera membantu Ana mengendalikan sabit terkutuk....
...Satu persatu goblin yg berada dihadapannya ditebas dengan mudahnya menggunakan sabit terkutuk ditangannya. Namun, keanehan masih belum berhenti. Mayat para goblin yg dikalahkan oleh Ana berubah dan hancur menjadi tanah....
...Dan ternyata, apa yg dikatakan oleh Fiero benar. Para goblin itu sudah tak bermunculan lagi bahkan tidak mengejar mereka berempat....
...Mereka berempat telah masuk ke area tempat Chimera berada. Tak ada apapun ditempat mereka berpijak selain hamparan Padang rumput yg luas dan beberapa bukit kecil disekitar....
...Pergerakan mereka berempat terhenti karena tak melihat....
...Tiba-tiba... Tanah bergetar, celah ditanah terbuka.... Sebuah kaki depan seekor singa yg berukuran sangat besar muncul didepan mereka dari dalam tanah. Dan seketika......
...Tanah tempat mereka berpijak hancur layaknya meledak dari dalam dan terpental keatas. Mereka berempat pun dengan spontan melompat setinggi mungkin agar tidak terkena dampak dari hancurnya tanah tempat mereka berpijak....
...Dari balik kepulan debu yg berada di bawah mereka, terlihat kepala singa raksasa sedang menatap kearah mereka berempat. Tanah kembali hancur namun sedikit lebih besar dari yg sebelumnya....
...Mereka berempat kembali mendarat ke tanah dan sedikit menjauh dari lokasi singa raksasa muncul. Tiupan angin kencang seketika datang dari balik kepulan debu, dan terlihatlah sosok monster yaitu Chimera....
...Bagian tubuh depannya milik Singa beserta kepala bagian depannya yg juga singa, muncul sedikit... di tengkuknya terdapat sebuah kepala milik seekor kambing bertanduk yg cukup besar, tubuh bagian belakangnya dan juga kaki belakangnya juga milik dari kambing tersebut. Namun... Berbeda dengan ekornya. Ekornya ternyata adalah seekor ular yg panjang, diujung ekornya terdapat kepala ular yg cukup besar pula....
...CHIMERA!!...
...Terlihat Ana yg terkagum-kagum melihat sosok Chimera tersebut, lalu dirinya bertanya pada Andi apakah dirinya boleh memelihara monster tersebut. Andi pun menjawab dengan tegas bahwa hal itu tidak akan mungkin terjadi mengingat bahwa Chimera adalah monster buas milik raja iblis masa lalu....
...TOO BE CONTINUED....
Selanjutnya... "Bala bantuan yg tak terduga."