God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 37 : RAGNAROK (1.0)



...Padang rumput yg bersebelahan dengan area bersalju juga bersebelahan dengan Padang pasir terluas di benua. Semua lokasi tadi berkumpul pada satu Benua, yaitu Benua Nihaya....


...Benua Nihaya adalah tempat dimana lokasi perang dilaksanakan antara manusia dan para dewa....


...Lebih dari ratusan ribu atau bahkan jutaan pasukan dari pihak manusia telah berada dibenua tersebut, pihak manusia terbagi menjadi 3 pasukan, pasukan pertama berada di Padang pasir, pasukan kedua berada Padang rumput dan pasukan ketiga berada di area bersalju....


...Beberapa lama kemudian... Pagi menjelang siang dengan langit biru cerah... Menjadi mendung, awan tebal menutupi hampir seluruh benua, awan-awan tebal membentuk spiral yg ditengah-tengahnya terdapat sebuah celah, dan tak lama kemudian... Para dewa terbang turun dengan perlahan melewati celah pada spiral yg terbentuk dari awan-awan tebal....


..."Tak ada keraguan sedikitpun dihatiku untuk melakukan hal ini, jika itu demi engkau dan seluruh ciptaanmu kembali bersujud padamu, maka dengan senang hati kan kubunuh dewa yg mereka sembah agar mereka kembali bersujud padamu, wahai Tuhan yg hidup sebagai cahaya dihati dan pikiranku."...


...Ucap Bartholomew dalam pikirannya....


...Hanya ada 7 dewa saja yg hadir dalam perang tersebut, ketiga Dewi tak hadir dalam perang yg akan segera dimulai ini. Saat ke-7 dewa mendarat di tanah, Bartholomew dan Vin memacu kudanya untuk pergi ke tempat Para dewa....


...Sesampainya disana, Bartholomew pun bertanya mengapa hanya para dewa yg turun, kenapa tidak juga dengan para Dewi, Zath pun berkata bahwa jika para Dewi ikut dalam perang, maka tatanan alam semesta akan berantakan, Zath juga berkata bahwa para Dewi merupakan simbol mengapa manusia bisa memiliki perasaan, pemikiran, dan nafsu terhadap segala hal, Zath juga berkata bahwa para Dewi tidak terikat perjanjian perang....


...Bartholomew pun hanya bisa menuruti omongan Zath tersebut, Bartholomew dan Vin pun kembali ke pasukannya untuk memberi aba-aba dimulainya perang yg akan segera berlangsung. Saat Bartholomew dan Vin memacu kudanya untuk kembali ke pasukannya, mereka berdua sempat berbicara yg dimana Bartholomew berkata bahwa sepertinya, benua yg akan dijadikan Medan perang ini tidak akan bertahan, Bartholomew juga menyuruh Vin agar memerintahkan seluruh pasukan untuk bersiap menggunakan sihir ITU jika dalam keadaan terdesak....


...Vin pun mengiyakannya, mereka berdua pun memacu kudanya dengan semakin cepat kearah tempat pasukan yg mereka pimpin berada....


...Dan terlihat dari kejauhan... QWOR menciptakan sebuah dinding api yg mengelilingi seluruh benua tempat yg akan digunakan sebagai Medan perang antara manusia dan dewa. dengan maksud agar siapapun tidak bisa kabur dari benua tersebut. Tak hanya QWOR saja... VOUSH dan DYROTH juga menciptakan dinding sihir yg jika dilewati, waktu pada manusia tersebut akan berhenti dan seketika mati....


..."Dengan ini... Tak ada satupun manusia yg bisa keluar, mereka semua akan binasa di tempat ini"...


...Ucap Zath dengan tersenyum....


...Seluruh pasukan yg berada di masing-masing tempat, juga bisa terdiam dan panik, salah satu pasukan juga berkata bahwa sepertinya semua rencana yg telah dibuat, hanya buang-buang waktu saja, melihat kondisi yg sudah mustahil bisa dimenangkan oleh para manusia....


...Tanpa ragu-ragu... Bartholomew pun dengan lantang memulai pertemuan antara manusia dan dewa. Seluruh pasukan yg terbagi diberbagai tempat, semuanya maju karena sudah tidak ada pilihan lain, Disusul para komandan pasukan dibelakang, seluruh umat manusia di bumi kini bergantung pada seluruh pasukan yg berada di Medan pertempuran....


...Saat seluruh pasukan hampir dekat dengan tempat para dewa berada... seketika......


..."*Time Stop!!"...


..."True Death!!"...


..."Greed eater*!!"...


...Ucap Voush, Dyroth dan Reoth dengan bergiliran....


...Setengah pasukan manusia terhenti, terkapar mati dan dilanjutkan dengan tiba-tiba hilang dari tempat, Waktu kembali berjalan tanpa sepengetahuan seluruh pasukan manusia yg tersisa. Senjata yg semulanya dipegang oleh setengah pasukan yg menghilang, terjatuh ditanah....


...pasukan yg tersisa seketika terhenti berlari menuju para dewa, Bartholomew, Vin dan komandan pasukan lain kaget dan panik melihat melihat apa yg telah terjadi....


..."A-apa yg baru saja terjadi? ke-kemana para pasukan kita?"...


...Ucap Vin yg kaget melihat setengah pasukannya yg tiba-tiba hilang dan menyisakan senjata yg tergeletak ditanah....


...TOO BE CONTINUED....