God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 45 : Kebenaran yg hampir terungkap.



...Lanjutan Chapter sebelumnya......


...Nollu....


...Sosok mata yg besarnya melebihi sekumpulan galaksi di langit gelap, sosok raksasa yg sering kali muncul untuk melihat pusat semesta yg dijaganya....


...Kembali ke posisi Ana......


...Malam hari sudah tiba... Ana dengan mudahnya melepas tali yg mengikat kedua tangannya dan tali yg mengikat pintu penjara kayu. Setelah berhasil keluar, Ana kemudian menghubungi sang iblis untuk segera menemuinya....


...Tak ada satupun warga suku chuzo yg mengetahui bahwa Aja berhasil keluar dari penjara kayu yg mengurungnya, saat Ana hendak pergi... seketika muncul sebuah tekanan kuat yg mengintimidasi nya hingga membuat dirinya (Ana) merinding dan sedikit panik....


...Ana berbalik dan terlihatlah... Pohon raksasa atau Pohon Darah Abyss tersebut mengeluarkan aura hitam berkilau, tak hanya pada Ana... seluruh warga suku chuzo yg tertidur menjadi pingsan akibat merasakan aura intimidasi dari Pohon Darah Abyss tersebut....


...Begitu pekat hingga membuat Ana hampir berlutut, namun Aja berhasil menahannya dan tetap berdiri, Ana tersenyum dan berkata bahwa dirinya tidak takut meski mati sekalipun akibat pancaran aura milik Pohon Darah Abyss....


...Memegang sabit terkutuk dan melakukan pose dimana sabit terkutuk membelakangi Ana... Tak berselang lama, Sesuatu berwarna hitam pekat muncul dari bilah sabit yg Ana pegang, menguap ke udara dan membentuk suatu hal yg besar....


...Perlahan membentuk 2 tangan hingga terlihat seperti bayangan monster di belakang Ana yg juga sangat besar....


..."Kau ingin melawanku dengan wujud seperti itu?"...


...Ucap bayangan monster yg muncul dari sabit terkutuk....


...Dan ternyata... Bayangan monster itu adalah aura atau wujud palsu yg diciptakan oleh iblis yg bersemayam di dalam sabit terkutuk....


...Aura dari bayangan monster tersebut mampu meng-Knock Back aura intimidasi yg dikeluarkan oleh Pohon Darah Abyss, Aura yg sebelumnya begitu pekat hingga mampu mengintimidasi Ana, seketika mengecil dan akhirnya menghilang....


...Ana tersenyum dan berkata......


..."entah mengapa aku malas untuk memperpanjang alur cerita, hei iblis!! Kita kalahkan dia."...


...Ucap Ana....


...Ana pun bertanya pada sang iblis, siapakah lawan yg iblis itu maksud. Iblis menjawab bahwa Ana harus pergi ke benua yg berbeda untuk menemukan lawannya itu....


...Ana terlihat ragu-ragu ketika mendengar ucapan sang iblis, namun dia menuruti perkataan sang iblis untuk pergi ke benua lain atau ke tempat lawannya berada....


...Didalam penjara dimensi yg berada di dalam sabit terkutuk... Sosok hitam kembali tersenyum ketika melihat reaksi Ana yg menuruti perkataan dari iblis....


...*ATTENTION!! TERDAPAT DUA MAKHLUK YG BERADA DIDALAM SABIT TERKUTUK.*...


...Ana bergegas keluar dari desa chuzo dengan menggunakan sebuah sihir yg membuatnya dapat melompat tinggi dan jauh melewati tebing kawah yg menjadi pelindung desa chuzo....


...Saat Ana mendarat di tanah, Ana bertanya tentang kemanakah arah yg harus ia tuju, Iblis pun menjawab bahwa Ana harus pergi ke barat, disana terdapat sebuah benua raksasa atau super lebar dan sang iblis juga berkata bahwa lawan yg menanti Ana berada di tempat yg iblis tersebut katakan....


...Ana pun pergi dengan berjalan dibawah langit malam yg dipenuhi bintang-bintang....


...Pagi hari nya di desa chuzo... para warga kaget melihat penjara kayu yg telah kosong, salah satu tetua suku menyuruh salah satu anak buahnya untuk mendeteksi keberadaan Ana yg mungkin masih berada di dalam kawah atau area desa chuzo....


...Namun bawahan tetua suku tersebut tidak bisa mendeteksi keberadaan Ana melalui energi sihir yg dimiliki oleh Ana, bawahan tersebut pun juga berkata sepertinya Ana telah berhasil keluar dari desa chuzo....


...Tetua suku tersebut pun berkata......


..."Kepergiannya maupun kedatangannya selalu membawa kabar buruk bagi suku ini. Wahai dewa pelindung kami sang Pohon suci Darah Abyss... lindungilah kami"...


...tak berselang lama......


...Terjadi gempa di desa chuzo hingga membuat rumah-rumah warga suku lainnya roboh, para warga suku lainnya panik dan berhamburan kemana-mana. Beberapa saat kemudian... Gempa tersebut pun hilang....


...Para tetua suku bergegas menuju Pohon Darah Abyss, sesampainya disana... betapa kagetnya mereka melihat salah satu akar dari Pohon Darah Abyss yg terkoyak seperti ada seseorang yg telah menebas akar dari Pohon Darah Abyss tersebut....


...Dari bekas koyakan itu... keluarlah sebuah cairan yg berwarna merah dan berbau amis, para tetua suku dahulu mengira bahwa itu adalah getah dari Pohon Darah Abyss, namun ternyata... mereka memang benar bahwa itu adalah getah dari Pohon Darah Abyss, namun getahnya... adalah darah yg sangat mirip dengan milik manusia....


...TOO BE CONTINUED....