God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 56 : Sekarang atau tidak sama sekali.



...Keesokan harinya......


...Terlihat Ana sedang menunggu di depan gerbang kadetral....


...Tak lama... ketiga rekannya yaitu Fiero, Andi dan Tio tiba di tempatnya, merasa kebingungan... Ana bertanya pada rekannya dimana Silviana....


...Andi pun menjawab "Tentu saja dia tidak ikut, dia kan pendeta." ucapnya. Kemudian Fiero mengingat suatu hal dan berkata bahwa dirinya lupa jika ini adalah pertama kalinya Ana ikut berpetualang dengan anggota pahlawan baru....


...Tio pun juga ikut menjelaskan jika Silviana tidak ikut karen Silviana adalah pengguna sihir jarak jauh sekaligus mata bagi anggota pahlawan baru yg lain, Ana lagi-lagi kebingungan karena tidak mengerti apa rekan lainnya katakan....


...Tio tersenyum dan kembali berkata maksud dari Mata bagi anggota pahlawan baru adalah, Silviana memiliki kemampuan khusus untuk melihat segala gerakan dari musuh atau monster saat bertarung ataupun tidak, Silviana juga bisa melakukan hal tersebut dari jarak yg yg mancakup benua ini karena karunia yg didapatkan setelah menjadi pendeta suci dan dilantik langsung oleh Dewi Eris....


...Tio juga menjelaskan jika Silviana menggunakan kemampuan tersebut, dirinya (Silviana) juga memiliki kelemahan yg sangat besar, yaitu tubuhnya tak akan bisa bergerak selama proses penggunaan dari kemampuannya itu. Dan maka dari itu, Silviana selalu tidak ikut dalam perjalanan petualangan....


...Ana tersenyum dan mengangguk seolah dirinya paham....


...Kemudian, Andi pun mengajak Rekannya yg lain dan juga Ana untuk segera pergi menuju tempat Chimera berada, yaitu di sebuah Padang rumput di barat daya dekat perbatasan antara kerajaan Zephyara dan Negara Uruq...


...Dan perjalanan pun dimulai....


...Jarak antara kota FONTAINE dan tempat yg mereka akan datangi cukup dekat, yaitu 17 km saja....


...Setelah cukup jauh dari kota FONTAINE......


...Terlihat Ana yg kelelahan berjalan bahkan menggunakan sabit terkutuk nya sebagai tongkat untuk membantunya berjalan, dia bahkan terlihat seperti orang dewasa yg sudah cukup berumur....


...Ana kembali bersemangat dan meletakkan kembali sabitnya di punggungnya sembari berkata......


..."Begitu ya? Yosh, Ayo semangat!!"...


...Andi semakin dibuat kesal olehnya hingga berkata "Gadis sialan!!" ucap nya yg terlihat sangat kesal hingg otot-otot keningnya terlihat....


...Singkat cerita... karena tak ada satupun hal yg menghambat perjalanan mereka, Terlihat Ana dan Tio yg saling mengobrol di belakang Andi dan Fiero....


...Tio bertanya pada Ana mengapa saat diajak untuk berdoa di kadetral, Ana malah menolak ajakan Silviana dan lebih memilih tidur. Ana menjawab bahwa dirinya bukanlah orang yg religius pada suatu sekte ataupun agama, dengan percaya dirinya dia berkata......


..."Aku memang percaya adanya tuhan, tapi aku lebih menyukai diriku yg saat ini, netral dan tidak terlalu peduli pada orang-orang yg terlalu berlebihan mencintai tuhan mereka."...


...Ucapnya dengan polos....


...Ana juga berkata bahwa dirinya berdoa pada Tuhan hanya sesekali saja jika itu penting untuk diharapkan atau didoakan....


...Tio kemudian bertanya siapakah tuhan yg Ana puja, Ana kembali menjawab "Tentu saja yg menciptakan segalanya di dunia ini." Ucapnya....


...Tio hanya bisa tersenyum dan kembali berkata bahwa itu bukanlah hal yg buruk, mengingat bahwa di Dunia ini cukup banyak agama dan sekte sesat yg bertebaran di seluruh penjuru dunia....


...Ana tersenyum dan mereka kembali melanjutkan perjalanan....


...TOO BE CONTINUED....