
DAIN melihat jalan keluar dari gang kecil yg dia masuki.
setelah ia keluar dari gang tersebut, terlihat lahan kecil dan ada sebuah gubuk kecil.
DAIN : "apa itu kandang kuda?"
ucap DAIN yg bertanya pada FINA, eh? ITU BUKAN KANDANG KUDA DASAR BODOH!!
FINA : "ah? aahh iya tuan, itu kandang kuda milik orang."
ucap FINA sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
DAIN : "kau bohong! jelas-jelas itu rumah kecil."
DAIN yg sedikit peka, berjalan menuju gubuk kecil yg sudah bobrok itu.
DAIN berhenti didepan pintu gubuk kecil.
DAIN : "apa kau tinggal disini?"
FINA tak menjawab, dia menyembunyikan rasa malunya.
DAIN : "kalau begitu aku masuk."
FINA dengan cepat menghalangi DAIN yg mencoba masuk ke dalam gubuk kecil itu.
FINA : "tuan sebaiknya jangan masuk kesini, disini kotor."
DAIN : "siapa yg peduli, jangan menghalangi ku, aku ingin masuk."
FINA : "tidak tuan! saya mohon tuan jangan masuk kesini."
ucapnya sambil tetap menahan DAIN untuk tidak masuk ke dalam gubuk kecil.
tak lama, terdengar suara seorang wanita dari dalam.
??? : "apa itu kau FINA?"
DAIN : "dia barusan memanggil namamu, FINA! aku tidak peduli disini kotor atau tidak, aku hanya ingin masuk kedalam, itu saja."
FINA yg hanya bisa diam, membiarkan DAIN masuk kedalam.
DAIN : "permisi! aku masuk."
ucapnya sambil membuka pintu.
DAIN melihat seorang wanita yg terbaring disebuah ranjang berisi jerami yg dilapisi Kain usang.
??? : "siapa kamu? dan dimana FINA?"
tanya wanita itu.
DAIN : "ah maaf mengganggu, aku teman FINA, FINA ada didepan."
DAIN : "hei FINA! kenapa kau disitu terus? masuklah kemari, keluarga mu memanggil mu."
FINA : "tunggu sebentar, maaf tadi saya sedang melamun."
ucap FINA yg memaksakan diri tersenyum.
??? : "FINA, siapa pemuda ini?"
FINA : "dia adalah wisatawan yg tadi aku antar berkeliling, Bu. dia juga sempat membantuku ketika aku sedang mencari tanaman obat di hutan."
DAIN : "wisatawan? bukannya kita teman? kan aku sudah mentraktirmu makan."
DAIN : "dan juga, kau tadi memanggilnya ibu, kan? kalau begitu, aku akan memperkenalkan diri, namaku GENZO, seorang petualang yg datang ke kota ini untuk mencari teman lama."
??? : "aku lany, ibu FINA, terimakasih sudah membantu FINA."
ucap wanita tersebut sambil menundukkan kepalanya.
DAIN : "jangan terlalu formal, lagi pula aku hanya petualang biasa."
petualang biasa kah?, aku sedikit meragukan hal itu.
DAIN : "(diamlah kau author sialan)"
[PIM PONG!!!]
PERCAKAPAN KARAKTER DENGAN SANG AUTHOR HANYA COMEDY BELAKA, MOHON UNTUK TIDAK MEMPERCAYAI HAL ITU ADALAH SEBUAH KEKUATAN SANG KARAKTER.
LANY : "maaf aku tidak bisa menyuguhkan sesuatu padamu, aku sedang sakit dan seperti yg kamu lihat, kami sangat miskin."
DAIN : "jangan dipikirkan, lagi pula tadi aku sudah makan bersama FINA."
DAIN : "dan juga FINA! kenapa kau masih berdiri di depan pintu? kemarilah, dan mengobrol bersama kami."
FINA : "baik tuan."
DAIN : "entah kenapa aku belum terbiasa mendengarmu memanggil ku tuan, panggil saja namaku, aku tidak suka orang yg bicara terlalu formal padaku."
FINA : "baik tuan, maksud ku, kak GENZO, boleh kan kalau aku memanggil kak?"
DAIN : "boleh-boleh saja."
sementara itu di tempat ROGER.
ROGER : "kemana orang itu! sudah mau sore tapi dia masih belum kembali, apa lebih baik aku juga mencarinya, haaah orang merepotkan."
dan begitulah...
kembali ke rumah FINA.
DAIN : "kalo boleh tau, kau sakit apa?"
LANY : "aku menderita kanker jantung, setiap kali aku berusaha berjalan, penyakitku kambuh, rasanya seperti jantungku ditusuk oleh seseorang."
FINA : "dulu penyakit ibuku tidak separah ini, hingga aku umur 5 tahun, ibu sudah tidak bisa berjalan karena penyakitnya yg sering kambuh, dan aku memutuskan untuk bekerja."
LANY : "aku benar-benar menyesal atas semua yg aku lakukan, aku bahkan membiarkan putriku bekerja hanya untukku."
FINA : "ibu tidak boleh berkata seperti itu, aku bekerja demi kesehatan ibu."
DAIN : "sejak kapan kau menderita penyakit mu itu?"
LANY : "sejak FINA masih dalam kandungan, suami ku meninggalkan ku setelah mengetahui aku hamil."
DAIN yg merasa ada kejanggalan di cerita yg ibu FINA ceritakan, melakukan sesuatu pada FINA.
DAIN : "FINA! bisa kau belikan aku sesuatu untuk dimakan? pakai uangku."
ucapnya sambil mengambil uang dari kantong dibelakang punggungnya.
FINA : "baiklah, kalau begitu aku akan berbelanja sebentar."
DAIN : "tidak usah terburu-buru, aku akan menunggumu
ucapnya sambil tersenyum.
FINA keluar dari gubuk itu untuk berbelanja.
DAIN : "bisa kau ceritakan yg sebenarnya padaku? FINA sudah pergi."
LANY yg terkejut karena DAIN berhasil menebak kebohongannya, terdiam sejenak.
LANY : "dari mana kamu tau?"
DAIN : "dari ceritamu ada yg janggal, dan juga kau tidak menjelaskan secara rinci tadi."
LANY : "kamu benar-benar sangat baik."
DAIN : "terimakasih."
LANY : "suamiku... bukan, dulu aku bekerja menjadi seorang pelayan dirumah seorang bangsawan, aku bekerja sebagai orang yg bertanggung jawab untuk membersihkan kamar bangsawan tersebut, setiap kali aku sedang membersihkan kamarnya, dia masuk dan selalu ingin melecehkan ku, namun aku masih bisa menghentikan nya, pada suatu hari, aku lengah dan dia berhasil melecehkan ku, hingga membuatku hamil. Aku tak bisa berbuat apa-apa hingga aku mengetahui bahwa diriku hamil, istri bangsawan tersebut yg mengetahui bahwa aku hamil, tau bahwa suaminya lah yg melecehkan ku, mereka bertengkar hingga sang suami itu mengusirku, bangsawan tersebut bekerja sama dengan seseorang untuk menebar rumor bahwa aku adalah seorang pelakor, dimana pun aku berada, tatapan semua orang padaku selalu saja tajam dan bahkan mereka menghindari ku, hingga akhirnya aku hidup miskin, suatu ketika, bangsawan tersebut membayar seseorang untuk meracuniku dan membunuhku, dengan akting seseorang yg dibayar tersebut mendekatiku, dia berhasil membuatku minum racun itu, tapi aku berhasil lolos ketika ia ingin membunuhku, beberapa orang yg membantuku hingga aku melahirkan FINA, diketahui oleh bangsawan tersebut dan mereka dijatuhkan hukuman mati dengan dalih mereka berusaha membunuh orang yg dibayar bangsawan tersebut, hingga saat ini, dan kelanjutan ceritanya, sebelumnya sudah aku ceritakan, dan seperti inilah hidupku dan FINA sekarang. apa kamu puas mendengarkan ceritaku?"
DAIN yg sedikit kesal mendengar cerita yg LANY ceritakan, dia...
DAIN : "aku puas, ternyata begitu yah, kalau begitu, bisakah aku memeriksa mu? siapa tau aku bisa menyembuhkan mu."
LANY : "eh? aku rasa tidak perlu, sepertinya penyakit ku ini tidak bisa disembuhkan."
DAIN : "aku tidak akan bermacam-macam pada keluarga temanku, aku hanya ingin memeriksa mu, itu saja."
LANY : "baiklah, kalau begitu."
LANY yg terbaring lemas, dihampiri DAIN, DAIN yg hanya berdiri disamping LANY, menggunakan skill pendeteksi sihir dimatanya untuk melihat apakah ada kutukan diracun yg diceritakan LANY.
seketika, pupil mata DAIN yg berwarna biru, berubah menjadi hijau terang.
DAIN : "(ternyata benar, ada kutukan dijantungnya, dia tidak memiliki bakat, yg membuatnya tidak bisa melihat atau menggunakan sihir, aku tidak percaya ini bahwa kutukannya tingkat tinggi, sepertinya aku tidak bisa berbuat apa-apa pada kutukan ini)"
tiba-tiba, kepala DAIN kesakitan.
DAIN : "AARRGHHH! APA INI? KENAPA KEPALAKU SAKIT?"
LANY : "ada apa? kenapa denganmu?"
DAIN tersungkur kesakitan, dan seketika terdengar suara dikepala DAIN.
??? : "bocah!! aku bisa membantumu menyembuhkan wanita itu, tapi bayarannya cukup mahal."
DAIN : "siapa kau?"
LANY : "kamu berbicara dengan siapa?"
??? : "bukannya kau sudah menyadari keberadaan ku ketika kau bertarung dengan dewa lemah itu, dan juga beberapa waktu lalu kau juga memaksa masuk ke tempatku."
DAIN : "kalau begitu siapa kau bodoh?"
DAIN masih tersungkur kesakitan dilantai, hingga akhirnya...
??? : "jangan pedulikan siapa diriku, jika kau ingin wanita itu lepas dari kutukannya, aku bisa membantumu, datanglah ke tempatku jika kau sudah menemukan jawabannya."
suara itu menghilang, dan DAIN terkapar pingsan.
LANY : "hei! kamu kenapa? bangunlah! hei!!"
TOO BE CONTINUED.