
mereka bertiga berjalan bersama menuju tempat tinggal ROGER.
DAIN : "ohiyah, kau tinggal dimana ROGER?"
ROGER : "aku tinggal di sebuah mansion dekat alun-alun kota."
DAIN : "waahh, kau pasti tidak bosan tinggal disana."
ROGER : "kata siapa? aku membantu sedikit pekerjaan menteri dan juga menjadi pengawal pribadi raja, yah walaupun kerjaku shift dengan pengawal raja yg satunya."
DAIN : "tapi kemarin kau berada di arena, sedang apa kau disana?"
ROGER : "ahh, itu cuma mengisi waktu luang di hari liburku, dan kebetulan sekali kau muncul."
FINA : "apa kalian saling kenal sejak lama?"
ROGER & DAIN : "hmm?"
ROGER : "haha, akan aku katakan yg sebenarnya padamu gadis muda."
DAIN : "eh? woy woy!!!"
ROGER : "lagi pula dia adalah teman kita mulai saat ini, bukan?"
DAIN : "bukan begitu, otak udang! aku hanya tidak mau menarik perhatian."
ROGER : "tidak perlu khawatir."
ucapnya pada DAIN.
ROGER : "dia adalah sang pahlawan itu, DAIN YORGEIS, dan aku adalah salah satu rekannya, ROGER sang pemegang pedang besar GOURO."
FINA : "eh? EEEEHHHHHHHHH??????"
DAIN : "apa aku bilang, dasar bodoh."
FINA : "kakak, adalah sang pahlawan?"
DAIN : "kecilkan suaramu dasar bodoh!!!"
ucapnya sambil menutup mulut FINA.
ROGER : "hahahahaha, lagipula kenapa kau menyembunyikan identitas mu?"
DAIN : "yaah, aku akan membahasnya nanti secara empat mata denganmu, tapi intinya aku hanya tidak ingin menarik perhatian saja."
ROGER : "baiklah, haha."
FINA : "bhuaahhh, aku masih belum percaya kalau kakak itu seorang pahlawan."
ucapnya sambil melepas tangan DAIN dari mulutnya.
DAIN : "itu terserah padamu, yg penting, kau harus tetap memanggilku GENZO, kau mengerti?"
FINA : "ciihhhh, baiklah."
DAIN : "ohiyah ROGER, bagaimana keadaan GETSU dan BRAD?"
ROGER tiba-tiba menunjukkan ekspresi tidak enak.
ROGER : "aku akan menjelaskannya nanti."
FINA : "memangnya kakak tidak tau? mereka berdua kan-"
ROGER : "gadis muda! biarkan aku yg akan menjelaskan sendiri padanya nanti."
DAIN : "woy woy, ada apa ini? katakan saja padaku sekarang!"
ROGER : "kalau kau sangat ingin tau, ayo kita bergegas ke mansion tempat ku tinggal, aku akan menyediakan banyak makanan untukmu disana."
ucapnya sambil berjalan kembali.
FINA : "kalau begitu, aku akan pergi bekerja."
DAIN : "baiklah, tapi ingat!! jangan terlalu keras bekerja, aku tidak mau membantu mu jika kau sakit, kau mengerti?"
FINA : "iya-iya kak, kalau begitu aku pergi dulu."
ROGER & DAIN : "hati-hati dijalan!!"
ROGER : "ayo kita pergi."
DAIN : "janji Yaa, kau harus menyediakan banyak makanan ketika kita sampai!"
ROGER : "jika kau banyak bicara dan membuat masalah tentunya."
DAIN : "siap bos!!"
mereka berdua pergi menuju mansion tempat ROGER tinggal.
mereka berdua pun sampai didepan gerbang mansion.
DAIN : "waaaaaahhhhhh!!! kerenn!"
ROGER : "haha, ayo masuk."
DAIN : "let's go!!"
para prajurit yg menjaga diluar, membuka gerbang mansion.
PRAJURIT : "SELAMAT DATANG TUAN ROGER!!"
ROGER : "aku pulang, ah dia temanku, biarkan dia masuk"
PRAJURIT : "SIAP TUAN!"
DAIN : "ohiyah, ngomong-ngomong, apa kau dari kemarin tidur di tempat terakhir kita berpisah?"
ROGER : "kenapa kau baru tanya sekarang, haah. tentu saja aku pulang kesini dan kembali pagi-pagi buta untuk menunggumu."
DAIN : "kau setia sekali wahai anak muda, oke kita besok menikah, hahahaha!"
ROGER : "apa vetis mu berubah setelah berhasil kembali dari bulan?"
DAIN : "ayolah aku hanya bercanda, hehe."
mereka pun masuk ke dalam mansion itu.
ROGER : "aku pulang!"
banyak pelayan yg menyambutnya pulang.
PARA PELAYAN : "selamat datang kembali, tuan ROGER."
DAIN : "aku datang!"
PARA PELAYAN : "selamat datang, tuan pahlawan."
ucap mereka sambil tersenyum.
tanya-nya sambil memegang bahu ROGER.
ROGER : "disini aman kok, tidak ada yg akan mengumbar identitas mu yg asli."
DAIN : "awas saja jika sampai para penduduk tau yah."
ROGER : "tenang saja."
DAIN dan ROGER berjalan menaiki tangga didalam mansion itu.
DAIN : "oh iyah mana makanannya?"
ROGER : "bersihkan dulu dirimu dasar bodoh!"
DAIN : "nanti, sekarang makanan lebih penting."
ROGER : "kalau begitu, makanannya aku tunda."
DAIN : "ehhh? kau pelit!!."
ucapnya sambil berjalan menuju lantai 2 mansion.
DAIN yg berada di mansion ROGER, sedang sibuk makan makanan mewah yg disuguhkan para pelayan di mansion tersebut.
DAIN : "bhuaahahahaha, enak sekali makanannya, aku tidak akan menahan diri untuk mengisi perutku ini."
ROGER : "makanlah semuanya, jika masih kurang, para pelayan disini akan memasaknya lagi, mereka pasti senang jika dibuat sibuk."
ucapnya sambil tersenyum.
DAIN : "eh? memangnya mereka tidak senang sebelumnya?"
ROGER : "mungkin, karena yg makan disini cuma aku sendiri, mereka makan dibelakang dengan persediaan yg sudah disiapkan mereka sendiri."
DAIN : "kau pasti kesepian sekali yah."
ROGER : "entah kenapa aku sedikit kesal mendengarnya."
DAIN : "jika kau makan sendiri, lalu bagaimana dengan GETSU dan BRAD?"
ROGER : "akan aku ceritakan nanti, kau makan saja dulu."
DAIN : "siap bos!"
ucapnya sambil melahap makanan dengan cepat, dipiring besar.
pada malam harinya, setelah DAIN selesai makan, mereka berdua melanjutkan untuk mandi pemandian air panas pribadi milik ROGER.
ROGER & DAIN : "Haaaaaah, nikmatnya...."
ucap mereka berdua sambil bersantai di pemandian air panas pribadi milik ROGER.
DAIN : "pemandian air panas, memang luar biasa, apalagi jika milik pribadi."
ROGER : "aku berkali-kali kesini setiap hari, tetap saja tidak membosankan, haaah."
DAIN : "apa para pelayan muda sering membantumu mandi?"
ROGER : "mana mungkin aku begitu, dasar bodoh!"
ROGER seketika berdiri dan keluar dari bak mandi.
DAIN : "mau kemana kau?"
ROGER : "rasanya akan tidak nikmat jika aku terlalu lama berendam, apa kau masih mau berlama-lama disitu?"
DAIN : "kau pergilah duluan, sekarang kencanku dengan air panas ini."
ROGER : "haha, kalau begitu aku keluar duluan."
ucapnya sambil berjalan keluar dari pemandian.
beberapa saat kemudian, ketika ROGER sedang mengeringkan rambut nya menggunakan handuk, dia pergi ke sebuah ruangan dimana tempat biasa ia bekerja dan bersantai.
ROGER berjalan ke arah sofa didekat tungku perapian, lalu ia duduk disana.
ekspresi yg tidak enak yg terpampang jelas diwajahnya.
tak lama, DAIN berjalan kearah ROGER.
DAIN : "Yo!! ada apa denganmu?"
ROGER : "hmm? tidak apa-apa, hanya bengong."
DAIN mengambil sebuah kursi, dan duduk didekat tungku perapian juga.
DAIN : "hei, kau masih belum memberitahu ku tentang mereka berdua, kemana mereka?"
ROGER : "jujur saja cukup sulit bagiku untuk mengatakan yg sebenarnya padamu."
DAIN : "kenapa kau seperti orang bodoh saja? katakan padaku dimana mereka, kau malah membuatnya semakin rumit."
ROGER : "aku harap kau bisa menerimanya, baiklah! aku akan menceritakan semuanya padamu."
suasana semakin tidak enak.
ROGER : "BRAD tewas saat dia berusaha menghentikan puing-puing bulan yg jatuh di kota ini, saat dia mencoba menggunakan skill shield tingkat tinggi untuk menahan bongkahan besar, shield-nya hancur dan menimpanya. sedangkan untuk GETSU, aku tidak bisa menemukannya, layaknya ditelan bumi, bahkan aku tidak bisa mayatnya, tetapi seorang kakek-kakek yg ditolong GETSU dari jatuhnya puing-puing kecil mengatakan bahwa dia terluka cukup parah, tapi entah apa alasannya, GETSU mengatakan bahwa dia akan pergi entah kemana. aku sudah mencoba mencarinya ke beberapa kota dan desa-desa terdekat ataupun desa terpencil yg jaraknya jauh, tapi aku tetap tidak bisa menemukannya, sudah hampir segala cara aku lakukan untuk mencarinya, namun tak ada petunjuk apapun selain dari kakek-kakek yg ditolong olehnya."
DAIN yg mendengarnya, mengepalkan tangannya dan memukul dirinya sendiri hingga mulut dan hidungnya berdarah.
ROGER : "apa yg kau lakukan?"
ucapnya sambil menahan DAIN agar tidak melukai dirinya sendiri.
DAIN : "katakan padaku jika itu tidak benar, KATAKAN PADAKU!!"
ROGER yg entah mengapa, tiba-tiba kesal dan mengatakan.
ROGER : "jika kau tidak percaya, lihatlah dari jendela itu, sudah terlihat jelas dibelakang kastil ada sebuah bongkahan raksasa, dan jika kau masih tidak percaya, pergilah ke bongkahan itu, disana masih ada sisa-sisa darah dan robekan kain milik BRAD."
DAIN tiba-tiba berteriak.
DAIN : "AAAARRRGGGHH!!!!"
DAIN mengenakan pakaian nya, dan pergi ke bongkahan bulan yg terletak dibelakang kastil kerajaan.
ROGER yg terdiam, hanya bisa membiarkan DAIN pergi membuktikan nya sendiri.
DAIN berlari dan melompat dari satu gedung ke gedung lainnya dengan cepat.
sesampainya DAIN disana, terlihat sebuah sobekan kain yg sedikit keluar dari bawah bongkahan raksasa itu, terdapat juga noda darah yg masih belum bersih di bongkahan itu.
DAIN tiba-tiba menangis, dan...
TOO BE CONTINUED.