God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 33 : Bangkitnya Dewa Kuno.



...Sekarang, aku akan bertanya sesuatu hal pada kalian....


...Benarkah, QWOR sebagai Dewa matahari, kalah pada seorang kroco seperti HERMES dan DAIN?...


...Jawabannya adalah.... Tidak....


...Saat DAIN dan HERMES saling berhadapan, tiba-tiba... Suhu diarea sekitar mereka memanas, terlihat dari kejauhan... mayat QWOR kembali utuh dan bangkit, namun tidak dengan kepalanya....


...Tubuhnya memutih bagai lampu yg bersinar terang di malam hari, seluruh tubuhnya kini telanjang, namun... Karena QWOR adalah sosok dewa, dia tak membutuhkan yg namanya... Alat kelamin....


...Dari punggungnya terlihat sebuah sayap yg terbentuk dari putih bercahaya, bulu-bulu sayapnya yg putih berjatuhan ke tanah, namun... Ketika bulu tersebut jatuh ke tanah, tanahnya meleleh bahkan lenyap. DAIN dan HERMES menoleh ke arah QWOR yg kini bangkit kembali, tubuhnya dilapisi penuh api putih bercahaya....


...MALAIKAT TANPA KEPALA, SOSOK TERTINGGI DEWA MITOLOGI MESIR!! AMUN TELAH BANGKIT!!...


...Terlihat di langit diatas mereka berdua, sosok burung rajawali raksasa yg tercipta dari api putih bercahaya terbang ke tempat pertempuran. Bahkan dari kedua kerajaan mampu melihat burung rajawali tersebut, membuat seluruh penduduk dari kota CELESTIAL dan kekaisaran QOINET merinding dan tak bisa berkata apa-apa, selain ketakutan yg membuat mereka tercengang hingga mulutnya menganga....


...QWOR menyatukan kedua tangannya dan membentuk seperti sebuah kepala burung, dan dia berkata......


..."Ra!!"...


...dengan cepat, burung rajawali raksasa tersebut terbang kearah QWOR dan menyatu dengan dirinya, membentuk kepala burung di atas leher QWOR yg terpotong. Benar!! AMUN-RA dewa matahari yg dipercaya oleh para penduduk Mesir kuno....


...Sosok hitam yg melapisi tubuh DAIN seketika tersenyum, dia menoleh kearah QWOR dan mengulurkan tangannya pada HERMES yg berada di belakangnya, namun... ketika HERMES melihat ke telapak tangan sosok hitam tersebut, HERMES seketika dibawa ke dimensi lain, dimensi tempat DAIN terkurung dan tempat iblis hitam yg bersemayam di dalam sabit....


...Entah apa yg dilakukan oleh sosok hitam yg melapisi tubuh DAIN tersebut, namun dia terlihat kesenangan ketika melihat sosok QWOR....


..."sudah lama aku menunggu wujud itu, meski tidak sempurna, tapi akan aku lawan kau, AMUN-RA!!"...


...Ucap sosok hitam tersebut dengan menggunakan suara DAIN....


...Seketika, sabit yg dipegangnya, hancur menjadi partikel-partikel kecil dan menyatu dengan sosok hitam yg melapisi tubuh DAIN, tak berhenti disana... Sosok hitam tersebut kemudian melesat kearah AMUN-RA. Mereka berdua beradu pukulan hingga membuat tanah disekitar mereka berhamburan....


...Sosok hitam tersebut jatuh ke tanah hingga tanah tempatnya terjatuh berhamburan dan beterbangan, tanah yg beterbangan tersebut jatuh dan mengubur sosok hitam tersebut, seketika... Serangan api putih bercahaya yg AMUN-RA lemparkan ke arah Sosok hitam jatuh disekitar sosok hitam tersebut. Tak lama... Sosok hitam tersebut menggebu-gebu dan meronta-ronta mulai mengamuk....


...AMUN-RA melesat kearah sosok hitam tersebut dengan sangat cepat, menghantam kembali perut DAIN hingga kembali terkubur ke dalam tanah yg sangat dalam, menembus beberapa lapisan bumi hingga tiba di inti bumi yg panas....


...Namun anehnya... sosok hitam tersebut tidak merasa kepanasan, bahkan juga tidak meleleh, sosok hitam tersebut kembali terbang melewati lubang tempatnya terkubur, menuju ke arah AMUN-RA, dan saat sampai... Dia hendak memukul kepala AMUN-RA, namun sayangnya... Karena kepala AMUN-RA terbuat dari api putih bercahaya, tangan sosok hitam tersebut hanya melewati kepalanya begitu saja, tak terasa ada sesuatu yg keras seperti seperti sebuah tulang dan daging di tempat kepala AMUN-RA tersebut, AMUN-RA dengan cepat menggumpalkan api putih di tangannya dan kemudian menyerang perut sosok hitam tersebut....


...Sosok hitam tersebut kemudian terlempar hingga melewati beberapa gunung besar di barat, namun seketika... Sosok hitam tersebut melesat ke arah AMUN-RA melewati lubang di gunung besar yg terbentuk akibat sosok hitam tersebut terlempar, sosok hitam tersebut menggumpal kan bola hitam di mulutnya dan bersiap untuk menyerang AMUN-RA, tak mau kalah... AMUN-RA melakukan kembali serangan yg tadi dia lemparkan pada sosok hitam tersebut....


...Seketika kedua bola hitam dan putih itu dilemparkan oleh mereka berdua, dan saat kedua bola itu berbenturan... Ledakan super terjadi hingga meratakan beberapa gunung raksasa sedikit demi sedikit dari puncaknya hingga kaki gunung. Ledakan tersebut sangat besar hingga seluruh penduduk hampir satu benua bisa melihatnya....


...Sosok hitam tersebut mulutnya menganga karena menahan agar bola hitam miliknya yg masih saling berbenturan dengan bola putih milik AMUN-RA tidak mundur dan mengenainya, begitu pula dengan AMUN-RA, dia menahan bola putihnya yg masih saling berbenturan dengan bola cahaya milik sosok hitam tersebut agar tidak mundur dan mengenai dirinya....


...seluruh penduduk di benua tersebut, kembali berkeringat dingin ketika melihat ledakan tersebut, bukan hanya satu benua, tapi para dewa yg berada di langit, juga bisa melihatnya. Mereka berdua bertarung dengan segala cara untuk membunuh satu sama lain....


...Tak main-main... Radiasi ledakan tersebut membuat kedua kerajaan hampir hancur, banyak bangunan tinggi yg roboh, dinding yg mengelilingi pemukiman hampir roboh, tak ada satupun ada pun tempat untuk berlindung jika pertarungan mereka berdua mash belum berhenti juga, kekuatan mereka berdua telah melampaui semua manusia yg ada di bumi....


...Jika AMUN-RA mungkin sebuah kewajaran, mengingat dirinya adalah sosok dewa matahari, untuk DAIN dan HERMES... mereka telah menuju tingkat yg lebih tinggi lagi, mereka berdua bisa saja masuk dalam kategori pembunuh dewa....


..."pembunuh dewa? Jangan bercanda!! Jika aku tidak membantu bocah ini, dia takkan bisa mengalahkan tsukoyomi dan QWOR dalam mode Helios"...


...ucap iblis yg bersemayam dalam sabit milik DAIN....


...Ketika kedua bola tersebut mulai retak, saat kedua bola tersebut hancur... ledakan raksasa tersebut menjadi 3 kali lipat lebih besar, namun ledakannya tersebut berhasil di kontrol oleh sosok hitam tersebut, sosok hitam tersebut mengarahkan arah ledakan menuju ke langit, hingga menembus lapisan atmosfer bahkan keluar dari bumi dan kembali mengenai bulan, namun hanya menggores sedikit saja....


...Tak ada radiasi apapun yg terjadi ketika ledakan kedua tersebut, ledakannya masih belum berhenti, sosok hitam tersebut kembali berhadapan dengan AMUN-RA, mereka berdua berjalan mendekat satu sama lain, AMUN-RA mengeluarkan tongkatnya yg membentuk seperti kepala burung di bagian atasnya, sosok hitam tersebut memanggil kembali sabitnya, sabitnya pun kembali tercipta dari yg sebelumnya hancur lebur menjadi partikel kecil yg menyatu dengan tubuh sosok hitam tersebut....


...TOO BE CONTINUED...