
...lanjutan chapter sebelumnya....
DAIN terkapar karena serangan sihir api milik magician, pakaian nya terbakar hingga kulit didengannya mengelupas.
ia mencoba untuk berdiri dan segera menggunakan sihir recovery untuk menyembuhkan lukanya, lagi-lagi FOZHE melancarkan serangan udara untuk menggagalkan DAIN yg sedang menyembuhkan lukanya.
belum sempat serangan FOZHE mengenai DAIN, seseorang yg berlari dengan sangat cepat menuju arah DAIN dan berhasil menangkis serangan tersebut.
dan orang tersebut adalah GETSU.
"sepertinya aku tepat pada waktunya, aku merindukanmu, PAHLAWAN BODOH!!"
ucap GETSU.
ucapnya sambil tersenyum.
DAIN yg melihatnya, sangat terkejut. Ia melanjutkan menggunakan sihir recovery untuk menyembuhkan lukanya.
"karena kita sudah bertemu, kuharap jangan sampai berpisah lagi, kau mengerti?,"
ucap ****GETSU****.
DAIN mengambil sabitnya dan berdiri membelakangi GETSU.
"aku mengerti, kawan lama!!"
ucap DAIN.
*******
"kau masih ingat formasi kita saat melawan raja iblis? kita gunakan itu disini, menurutku mereka akan sedikit merepotkan,"
tanya DAIN.
"aku sudah paham, dasar bodoh,"
jawab GETSU sambil tersenyum dan maju untuk menyerang.
GETSU pergi ke arah para magician, sedangkan DAIN yg mengurus Komandan Ksatria dan beberapa Ksatria lainnya.
"WOY DAIN!! apa kita perlu menghabisi mereka?,"
tanya GETSU sambil bertarung.
"jika itu memang perlu, lakukanlah."
jawab DAIN.
GETSU yg mendengarnya, tak ragu-ragu menebas leher para magician menggunakan tombaknya, FOZHE pun memerintahkan para bawahan ksatria nya untuk menyerang mereka berdua.
tak membutuhkan waktu lama untuk menghabisi para ksatria tersebut, DAIN hanya dalam sekali tebasan udara yg diarahkan kepada mereka dengan menggunakan sabitnya, tubuh para ksatria tersebut terbelah menjadi dua.
FOZHE dan GETSU terkejut melihatnya.
tak lupa dengan DAIN yg sangat kaget.
"(aku rasa aku belum mengeluarkan kekuatanku, apa dia yg melakukannya?)"
ucap dalam pikiran DAIN.
"apa itu kekuatan baru mu setelah pulang dari bulan?,"
tanya GETSU sambil bertarung.
"aku tidak yakin, tapi tidak mustahil sih."
jawab DAIN.
seketika, FOZHE datang dengan cepat dan menyerang DAIN, namun berhasil ditahan olehnya.
"heeh, kekuatan baru yah? tidak buruk, ayo perlihatkan seluruh kekuatan mu padaku."
ucap FOZHE sambil berjalan kearah DAIN.
FOZHE pun berlari kearah DAIN dengan membawa pedangnya.
*******
di ruang gelap tempat iblis itu bersemayam...
"cih, ulahmu terkadang membuatku jengkel, padahal aku ingin menontonnya lebih lama lagi."
ucapnya.
tak jauh dari tempat iblis itu bersemayam, sosok hitam tersenyum hingga menampakkan gigi-gigi tajamnya.
"seperti biasa kau tak mendengarkan omongan ku yah,"
ucap iblis.
*******
kembali di tempat DAIN berada, GETSU sudah berhasil mengalahkan para magician.
ketika ia berbalik melihat keadaan DAIN disana, magician yg masih bisa bergerak, menyentuh GETSU dengan tongkat sihirnya.
GETSU menyadari bahwa sentuhan tersebut juga mengalir mana negatif yg masuk kedalam tubuhnya.
dengan cepat GETSU menusuk punggung magician tersebut hingga tewas, dan berharap mana negatif yg masuk kedalam tubuhnya berhenti.
namun tak terjadi sesuatu pada nya, dia kembali berbalik melihat keadaan DAIN, pertarungan didepan pintu gerbang kerajaan semakin menjadi-jadi, DAIN mulai sedikit serius pada duelnya hingga serangannya mampu membuat FOZHE terlempar menjauhi pintu gerbang kerajaan.
"sial, dia cukup kuat hingga membawaku ketempat ini."
ucap FOZHE dengan kelelahan.
dengan cepat pula, DAIN tiba ditempatnya dan langsung memberikan serangan kepada FOZHE.
mereka berdua saling menyerang satu sama lain.
terjadi pertarungan jarak dekat antara mereka berdua, seketika DAIN menendang FOZHE hingga terpental ke sebuah batu yg menempel di tebing.
serangannya nampak tak cukup kuat untuk mengalahkan FOZHE, dia kembali bangkit dan berlari kearah DAIN, DAIN berjalan dengan cepat lalu berlari, pertarungan di lanjutkan dengan DAIN yg memutarkan sabitnya untuk menahan serangan FOZHE yg datang padanya.
DAIN yg menahan serangan FOZHE tak memperhatikan dibawahnya, FOZHE dengan cepat menendang dagu DAIN hingga membuatnya terbang cukup tinggi.
tak berhenti disitu, FOZHE kemudian melompat sekuat tenaga untuk menyerang DAIN, namun DAIN juga berusaha menyerangnya dari atas, FOZHE mulai memusatkan energi MANA di pedangnya, DAIN yg terjun ke bawah juga melakukan hal yg sama, mereka berdua melaju dengan cepat dan....
*piuuuu!!!! KABOOOOMMMMMM!!!!*
ledakan terjadi akibat benturan serangan mereka, di atas sana, terlihat FOZHE terlempar ke bawah dengan sangat cepat hingga tanah tempatnya terlempar hancur hingga membuat longsor batu dari tebing-tebing.
kepulan debu menutupi FOZHE yg terkapar, DAIN juga terjatuh ke tanah, namun dia terlihat masih bisa berdiri.
Terlihat dari balik kepulan debu tersebut, FOZHE yg terbaring dengan banyak luka, dia nampak ngos-ngosan dan sedikit kesakitan karena luka disekujur tubuhnya, disampingnya juga terdapat pedangnya yg patah.
GETSU datang menghampiri DAIN.
"kau baik-baik saja?"
tanya GETSU pada DAIN.
DAIN menjawabnya dengan kelelahan.
"sedikit, sepertinya dia akan segera bangun, lebih baik ayo kita cepat pergi dari sini."
jawab DAIN sambil berjalan perlahan menuju GETSU.
GETSU mencoba untuk membantu DAIN berjalan, namun ditolak.
tak lama, FOZHE kembali bangkit dengan luka disekujur tubuhnya.
ia melepas batas kekuatannya hingga membuat area sekitarnya hancur.
tebing-tebing berhancuran dan berjatuhan akibat kekuatannya.
DAIN yg melihatnya, tercengang dan terpental dibuatnya.
kekuatan yg sangat besar hingga nampak jelas dari kekaisaran.
******
FOZHE dengan cepat menyerang dengan tangan kosong kearah DAIN, GETSU yg mencoba menahan, tak mampu hingga terlempar jauh.
DAIN berhasil menghindari serangan FOZHE, ia menancapkan sabitnya di tanah untuk bertarung dengan adil melawan FOZHE.
"ku ladeni kau, kemarilah! hehe,"
ucap DAIN sambil tersenyum.
mereka berdua dengan cepat saling adu jotos hingga serangan kaki pun mereka gunakan.
tendangan demi tendangan.
pukulan demi pukulan mereka berdua lakukan.
darah dari wajah dan tubuh mereka mulai berceceran dimana-mana.
DAIN mengangkat tangan kirinya dan mengepalkan ya sekuat tenaga, mengumpulkan energi ditangan kirinya, seketika...
"MAKAN TINJU INI, KAU SIALAAANNNNNN!!!!!!!"
ucap DAIN dengan mengarahkan tinjunya pada FOZHE.
*****BHOOOOMMMMM*****
bukit kecil didekat tempat mereka bertarung hancur dibuatnya
namun FOZHE berhasil menghindari serangan DAIN meski sedikit sempoyongan.
Dengan sangat cepat pula, FOZHE kembali menyerang DAIN dengan sekuat tenaga.
terlihat FOZHE mulai kehilangan kesadarannya akibat melepas batas kekuatannya.
DAIN yg melihatnya, mengambil kesempatan itu untuk menyerang dengan tinju tangan kanannya.
rupanya FOZHE juga menyerang dengan tinjunya.
ledakan area yg cukup besar hingga kekaisaran terkena radiasi ledakan tersebut.
adu tinju mereka lakukan, energi yg berlawanan saling tolak menolak hingga menyebabkan ledakan area, tapi kemudian...
Sabit yg DAIN tancapkan ditanah, terbang kearah FOZHE hingga membelah kepalanya.
DAIN yg melihatnya sangat terkejut.
sabit itu kembali tertancap ditanah, seolah-olah ada yg melemparnya.
FOZHE terkapar tak bernyawa, DAIN hanya bisa menatap sabitnya tersebut dengan sangat kaget, ia menoleh kebelakang namun tak satupun orang dilihatnya.
*sementara itu diruang gelang tempat iblis itu bersemayam.
sosok hitam pekat itu kembali tersenyum hingga menampakkan gigi-gigi tajamnya, kata-kata tanpa suara milik sosok hitam tersebut masuk ke dalam pikiran DAIN...
"berterimakasih lah padaku, bocah! hehe,"
TOO BE CONTINUED.