God's Hidden Truth

God's Hidden Truth
CHAPTER 69 : Ukuran? bukan! Bisa atau tidak!!



...Langkah kaki yg membara.... Setiap jejak kakinya membuat tanah langsung menjadi merah, seolah terbakar. Tanpa sadar... Saat Ana mendarat di tanah, sepatunya sudah hangus menjadi abu....


...Langkah kaki yg berapi-api, membawa Ana berlari dengan sangat cepat, menghampiri Abyssal Titan. Telapak kakinya semakin bersinar, hingga terlihat dari tempat Silviana dan yg lain berada. Yaitu di langit....


...Andi kembali kesal, Karena melihat Ana yg terlalu gegabah dalam bertindak....


...Saat berlari... Ana sempat memanggil sang iblis, untuk membahas sesuatu yg penting. Tak lama... Sang iblis menjawab....


"Kau ingin kekuatan? sejak pertama kali kau menyentuh sabit yg mengurungku ini, aku sudah memberikan mu kekuatan yg tak ada bandingnya didunia ini (planet ini). Saat ini, makhluk bumi bukanlah lawan yg setara dengan kekuatan penuhmu."


...Ucap sang iblis pada Ana, melalui telepati....


...Ana tersenyum dan berlari semakin cepat, menghampiri Abyssal Titan. Dari arah Abyssal Titan, nampak Titan tersebut hendak menyerang Ana menggunakan salah satu tangannya, yg terlihat seperti ingin menyentuh Ana....


...Dari kejauhan, Ana yg masih berlari... Mencoba untuk mengambil kesempatan agar dapat mendekat pada Abyssal Titan. Tangan dari Abyssal Titan semakin dekat pada Ana....


...Ana terlihat seperti semut kecil yg berada di kaki mammoth, namun... Saat jari-jari Abyssal Titan menyentuh tanah, Ana yg berhasil menghindari semua jatuhnya jari jemari Abyssal Titan, kemudian mengambil kesempatan untuk melompat dan kembali berlari diatas tangan Abyssal Titan....


...Dalam sekejap, Abyssal Titan menoleh kearah Ana dan terlihatlah... Sosok raksasa yg mengenakan topeng, terlihat pula dibagian pipi kiri topeng yg hancur hingga menunjukkan sedikit wajah asli dari Abyssal Titan....


...Saat Ana berlari, dirinya terpikirkan tentang mengapa topeng yg dipakai oleh Abyssal Titan bisa hancur walau hanya sedikit....


...Gerakan Abyssal Titan memang tidaklah cepat, namun meski cukup lambat, dapat serangan kedua yg Abyssal Titan lakukan sangat kuat hingga Ana terguncang dan hampir jatuh. Seolah Abyssal Titan hendak menepuk nyamuk yg berada di tangannya....


...Ana kembali menggunakan langkah berapi-nya, untuk mempercepat dirinya ketika berlari. hingga tak terasa, dirinya telah berada di pundak kanan Abyssal Titan. Lagi-lagi... Abyssal Titan mengangkat tangan kirinya untuk menepuk pundak kanannya yg saat ini Ana berada di sana....


...Terlihat kedua kaki Ana yg semakin terang dan seketika meledak dengan dilanjutkan Ana yg terbang bebas ke udara, untuk menghindari serangan dari Abyssal Titan....


...Hempasan angin ketika Abyssal Titan menepuk pundaknya, membuat Ana hampir terlempar. ...


...Dari atas sana... Silviana dan rekannya yg lain menyaksikan langsung pertarungan Ana dengan Abyssal Titan. Mereka nampak tercengang dengan apa yg telah dilakukan oleh Ana....


...Andi dan Fiero kemudian meminta Silviana untuk segera turun dan membantu Ana, namun Silviana menjawab bahwa apa yg akan mereka berdua lakukan, cukup beresiko tinggi pada keselamatan mereka. Mengingat bahwa makhluk yg akan mereka lawan adalah makhluk yg dahulu kala mengguncang seluruh benua yg saat ini ditinggali oleh mereka....


...Andi seketika membentak Silviana dengan berkata untuk segera turun, atau dirinya (Andi) akan melepaskan pegangannya....


...Silviana pun juga turut membentak Andi dengan berkata bahwa, Jika Andi ingin mati, maka cepatlah lakukan. Silviana juga berkata bahwa Ana tidaklah mungkin kalah, karena Ana membawa senjata yg mampu membunuh Dewa matahari alias Qwor....


...Mendengar hal tersebut, Andi kaget dan bertanya tentang bagaimana Silviana tau akan hal itu....


...TOO BE CONTINUED....