
...Malam Harinya......
...Anggota 4 pahlawan baru berkumpul di aula kadetral, mereka berempat berlutut menghadap kearah jendela yg memiliki kaca berwarna-warni. Dan dengan kedua tangan yg disatukan, mereka tampak sangat fokus dalam berdoa....
...Di pimpin oleh Silviana, setiap kata dari apa yg mereka doakan seolah terbang menjadi butiran cahaya menuju langit. Kaca berwarna-warni yg menjadi arah mereka berdoa atau biasa di sebut Kiblat (dalam sebuah agama di dunia nyata) seketika retak dah pecah di beberapa bagian dan Silviana tersenyum....
...
...
*ATTENTION!! GAMBAR DI ATAS ADALAH GAMBAR YG SAYA DAN TIM GHT BUAT DENGAN SEBUAH APLIKASI DAN GAMBAR DI ATAS TERSEBUT ADALAH RESMI MILIK KARYA INI, SEKALIGUS MENJADI CIRI KHAS KARYA INI UNTUK MEMBERIKAN GAMBAR DEMI MENINGKATKAN IMAJINASI PARA PEMBACA.*
*ATTENTION!! KARENA TERDAPAT SESUATU YG DAPAT MENYEBABKAN KONTROVERSI, KAMI MEMBERIKAN SENSOR DI BEBERAPA BAGIAN AGAR TIDAK MENCIPTAKAN PERTIKAIAN PARA PEMBACA.*
...Silviana membuka kedua matanya dengan perlahan, dia pun berkata......
..."Sang Dewi telah menjawab doa kita dengan sebuah pertanda, seperti yg kalian tau, sebuah pertanda seperti hal ini adalah sebuah jawaban yg dimana sang Dewi telah memberikan kita persetujuan untuk melanjutkan perjalanan."...
...Ucapnya sembari berdiri dan berbalik menghadap rekannya yg lain....
...Dengan spontan, rekannya yg lain menjawab "Baik." secara bersamaan. Dan mereka pun pergi dari aula kadetral....
...Sementara itu di suatu ruangan yg berada didalam kadetral tersebut... Terlihat Ana yg tertidur pulas sambil memeluk gagang dari sabit terkutuk di sofa panjang....
...Mereka berempat yg telah kembali ke ruangan mereka dan melihat Ana yg tertidur, ekspresi mereka berubah seolah-olah tak percaya dengan apa yg telah terjadi pada siang hari nya....
...Dengan bersamaan, mereka menghela nafas....
...Fiero menutup pintu dan merapal sebuah sihir, Saat sihir yg dia ucapkan telah aktif, dia pun berkata "Dengan begini, tidak akan ada masalah jika ada orang lain yg menguping, aku sudah merapal sihir untuk membuat jebakan dan untuk meredam suara kita yg berada di ruangan ini."...
...Dengan raut wajah kesal, Andi menghampiri Ana dan memukul kepala Ana hingga benjol. Ana pun terbangun meski sedikit kebingungan karena tak tau apa yg terjadi dan walaupun tak ada yg terjadi....
...Andi hanya mengiyakan perkataan Silviana dan duduk di sofa yg sebelumnya ditempati Ana tidur....
...Silviana pun menyuruh Ana untuk segera duduk dengan rekannya yg lain agar dapat memulai apa yg akan dibahas sebentar lagi. Dengan polos Ana pun duduk berdekatan dengan Tio....
...Semua rekannya pun duduk, dan Silviana pun memulai apa yg akan dia bahas sekarang....
...****************...
...Chimera......
...Makhluk mitologi yg tergabung dari beberapa hewan lain, diantaranya.... Memiliki kepala singa, tubuh kambing, sayap naga dan ekor dengan kepala ular....
...Silviana menjelaskan makhluk tersebut sebagai salah satu peliharaan milik raja iblis di masa lalu yg masih berkeliaran di benua ini, mengingat bahwa raja iblis pernah menguasai 3/4 dunia (dunia yg dimaksud hanya di planet bumi saja.)...
...Silviana juga berkata bahwa umat manusia tidak akan pernah damai jika apapun yg berhubungan dengan Raja iblis masih tetap melekat di dunia ini, dengan tekad kuat... Silviana memerintahkan pahlawan baru untuk membasmi seluruh monster yg berhubungan dengan Raja iblis agar menciptakan keseimbangan bagi umat manusia....
...Seluruh rekannya dengan Dengan spontan, menjawab "Baik." secara bersamaan....
...Dirinya (Silviana) kemudian menoleh kearah Ana dan tersenyum, Ana bertanya mengapa Silviana melihat pada dirinya, Silviana menjawab bahwa misi kali ini pantas untuk Ana membuktikan dirinya (Ana) pantas atau tidak bergabung dengan anggota pahlawan baru....
...Ana pun tersenyum dan berkata......
..."Oke. Chimera itu pasti akan ku tebas menjadi dua."...
...Ucapnya....
...TOO BE CONTINUED....
...Selanjutnya... "Sekarang atau tidak sama sekali."...