
...Ini hanya cerita sebelum Ana bangun dari tidurnya....
...Saat itu, meski tubuhnya tertidur... Namun kesadaran Ana masih ada, bahkan kesadarannya tersebut mampu keluar dari tubuhnya. Ana berada di dalam dimensi yg mengurung sang iblis dan sosok hitam....
...Ana berada di tempat yg sangat gelap, bahkan dirinya yg sedang menutup mata pun tidak sampai segelap di dimensi tersebut. Tak lama... Cahaya merah kecil muncul dari kejauhan....
...Perlahan membesar seolah semakin dekat pada Ana. Semakin terang dan semakin besar cahayanya, membuat Ana merinding hingga merasa mual yg luar biasa....
...Dimensi tempat kesadaran Ana berada seketika menjadi merah menyala layaknya sebuah api......
...Saat kesadaran Ana membuka matanya... Sosok besar dan hitam tiba-tiba berada di hadapannya, Ana terlihat seperti seekor lebah kecil di hadapan sosok tersebut....
...Sosok tersebut seketika tersenyum pada Ana dan berkata......
..."Selamat datang, Gadis kecil."...
...Ini adalah pertemuan pertama antara Ana dan sang iblis di dalam dimensi yg mengurung sang iblis dan sosok hitam....
...Ana kaget ketika melihat sosok sang iblis tersebut yg menyapanya, namun... Ana lebih kaget hingga tercengang ketika melihat satu sosok lagi di belakang sang iblis, memiliki ukuran yg jauh lebih besar dari sang iblis hingga Ana hanya terlihat seperti sebutir beras....
...Sosok itu adalah sosok hitam yg selalu menemani sang iblis didalam dimensi tersebut....
...Sosok hitam itu kemudian tersenyum pada Ana dan berkata......
..."Yo, Gadis manusia."...
...Ana yg kaget pun hanya terdiam, rasa mualnya menghilang ketika sosok hitam itu menyapanya....
...Ana kemudian bertanya siapakah kedua sosok tersebut. Sang iblis menjawab bahwa dirinya (Sang iblis) lah yg selama ini berbicara dengan dirinya (Ana), meski tak pernah menunjukkan wujudnya....
...Sang iblis kemudian memperkenalkan sosok hitam itu sebagai teman lamanya sekaligus berkata bahwa dia (Sosok hitam) lah yg membantu Ana dan juga mengembalikan tangan Ana seperti semula....
...Ana terdiam sembari menatap sosok hitam itu, tak lama Ana berkata......
..."Dia... terlihat sedih."...
...Saat mendengar hal tersebut, sosok hitam itu pun bertanya mengapa Ana mengatakan hal tersebut. Ana menjawab jika dirinya melihat sekilas air mata yg mengalir di wajah sosok hitam itu....
...Sosok hitam itu kemudian bertanya siapa nama Ana, dan Ana menjawab......
..."Aku adalah Ana, Ana Kristine!!"...
...Saat sang iblis mengetahuinya, Sang iblis pun teringat ketika ketika dirinya melihat sisa-sisa ingatan Getsu saat Getsu mati di Medan perang dahulu....
...Sang iblis berkata jika dirinya akan mengingat nama Ana hingga keinginannya (Ana) tercapai....
...Ana pun bertanya apakah sang iblis dan sosok hitam tau tentang keinginannya tersebut... Sang iblis pun menjawab, bukankah keinginanmu (Ana) adalah mengetahui siapa sebenarnya orang yg menolong mu ketika masih bayi....
...Sang iblis pun menjelaskan bahwa orang yg menolong Ana adalah rekan dari pengguna sabit terkutuk yg sebelumnya, yaitu DAIN....
...Sang iblis pun menceritakan kisah DAIN beserta rekannya setelah DAIN menjadi pengguna sabit terkutuk....
*ATTENTION!! jika ingin tau kisah yg diceritakan oleh sang iblis, kalian bisa membacanya dari Chapter. Namun sebelumnya saya meminta maaf karena terlalu banyak dialog pada awal-awal chapter, hal tersebut bukanlah suatu kesengajaan. Karya ini adalah karya pertama saya yg dimana, saya sama sekali tidak mengetahui apapun tentang novel, saya hanya menulis apa yg saya ingin tulis.*
...Singkat cerita.... Saat sang iblis selesai bercerita tentang masa lalu DAIN dan rekannya yg lain, sang iblis pun bertanya apakah Ana puas dengan semua yg diceritakan oleh dirinya (Sang iblis)....
...Ana menjawab jika dirinya masih bingung mengapa DAIN yg merupakan seorang pahlawan, harus bertarung mati-matian melawan para dewa hanya untuk memperebutkan sebuah senjata sabit. Ana melanjutkannya dengan berkata bahwa dirinya tau jika sabit terkutuk memang sangat kuat dalam segi kekuatan, namun dirinya masih belum mengerti apa yg diperebutkan oleh DAIN dan para dewa yg bertarung melawan DAIN....
...Sang iblis tersenyum dan berkata......
..."Entahlah, mungkin mereka memiliki rencana yg saling terhubung satu sama lain."...
...Mendengar hal tersebut, Ana pun bertanya apakah sang iblis dan Sosok hitam juga terlibat dalam rencana yg dikatakan oleh sang iblis....
...Sang iblis kembali menjawab jika dirinya tutup mulut akan hal tersebut....
...Ana yg tidak terlalu peduli pada hal itu karena sudah cukup puas mendengarkan kisah heroik dari Getsu yg mencoba menyelamatkannya, dirinya pun meminta kepada sang iblis untuk pergi dari dimensi tersebut....
...Hanya dalam satu jentikan jari, Ana terbangun dari tidurnya dan cerita lanjut seperti di Chapter sebelumnya....
...TOO BE CONTINUED....