
kembali ke desa chuzo tempat GETSU berada.
kepala suku chuzo dan perwakilan desa ruzoth sedang mengobrol dirumah milik kepala suku.
KS : "begitu yah, memang tidak salah kami tidak pernah berinteraksi dengan orang-orang dari kota, kalian para pengungsi boleh tinggal disini beberapa lama hingga keadaan diluar kawah membaik."
WARGA 1 : "benarkah? kami sangat berterimakasih."
ucap warga tersebut sambil bersujud.
KS : "tidak masalah, angkat kepala kalian, kalian adalah sahabat jauh kami, tidak semestinya menundukkan kepala seperti itu."
WARGA 1 : "terimakasih banyak karena membolehkan kami tinggal disini."
ucapnya sambil bangun dari sujudnya.
KS : "ngomong-ngomong, apa kalian yakin membawa pemuda itu kesini, dia seorang buronan bukan?"
WARGA 1 : "tidak apa-apa, dia orang yg sangat berjasa bagi kami."
KS : "baiklah, jika itu mau kalian, akan kami persiapkan tempat untuk kalian tinggal."
WARGA 1 : "kami akan membantu."
sementara ditempat GETSU.
terlihat dia sedang bermain dengan anak-anak dari desa chuzo di sebuah bukit yg dipenuhi rumput, tak lama, salah satu warga laki-laki mendatanginya dengan membawa bayi.
WARGA 2 : "tuan GETSU!"
GETSU yg mendengarnya, pergi menghampiri warga tersebut.
GETSU : "ada apa? waah!! apa bayi ini yg aku tolong waktu itu?"
WARGA 2 : "benar, dia bayi perempuan, sangat cantik, bukan?"
ucapnya sambil tersenyum.
GETSU : "iya, eh? perempuan? aku kira dia laki-laki."
warga tersebut tertawa mendengarnya.
GETSU : "ngomong-ngomong, siapa namanya?"
WARGA 2 : "hmm, aku rasa dia belum memiliki nama, kenapa tidak anda saja yg memberi nama pada bayi ini?"
GETSU : "apa boleh?"
WARGA 2 : "tentu saja, karena anda yg menyelamatkan bayi ini."
GETSU : "baiklah, biar aku berpikir dulu..."
WARGA 2 : "bayi ini pasti akan sangat senang."
GETSU memikirkan nama untuk bayi tersebut, namun sepertinya dia sedikit kebingungan.
GETSU : "hm? bagaimana kalau ANA KRISTINE?"
WARGA 2 : "bukannya itu nama yg sering dipakai oleh bangsawan?"
GETSU : "cuma itu yg terpikirkan oleh ku, dan juga, aku akan memberikan arti pada nama tersebut, yaitu. dia akan kuat dalam segala hal, kuat hatinya, kuat mentalnya, dan dia akan mewarisi sifat dan sikap orang-orang yg mulia, memiliki banyak teman, memiliki jiwa untuk melindungi yg lemah, dan kemanapun dia pergi, dia selalu dalam perlindungan Tuhan."
warga yg melihat GETSU mengatakan hal tersebut, seketika tersenyum.
WARGA 2 : "benar-benar memiliki arti yg sangat bagus."
GETSU : "terimakasih, ngomong-ngomong, aku akan pergi dari desa ini, untuk melanjutkan perjalanan ku."
WARGA 2 : "eh? kau baru saja memberikan nama pada bayi ini, dan kau sudah mau pergi?"
GETSU : "aku harus cepat-cepat menemui seseorang yg penting, jika tidak, aku tidak akan bisa membalas dendam ku pada sialan itu."
WARGA 2 : "sebaiknya kau juga memberitahukan hal itu pada warga yg lainnya."
GETSU : "tentu saja, ayo kita pergi ke tempat mereka."
mereka berdua, berjalan menuju desa chuzo.
dirumah kayu besar tempat para warga desa ruzoth mengungsi, GETSU dan para warga sedang berbicara...
GETSU : "semuanya, sebelumnya aku ingin minta maaf karena membuat kalian semua terlibat dalam masalahku, bahkan hingga ada banyak korban karena ku, aku benar-benar minta maaf."
ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
WARGA 1 : "memang benar kau menyebabkan banyak hal pada kami, tapi kau juga yg menyelematkan kami, kami memaafkan mu dengan lapang dada."
WARGA 2 : "dia benar, kami sudah memaafkan mu."
WARGA 3 : "santai saja."
ucap para warga sambil tersenyum.
bayi yg digendong salah satu warga tiba-tiba menangis.
WARGA 2 : "hei tuan GETSU, angkat kepalamu, lihatlah! ANA menangis karena kau."
GETSU : "eh? karena ku? baiklah aku tidak akan menundukkan kepala ku lagi."
para warga tertawa melihatnya, GETSU berjalan ke salah satu warga yg menggendong ANA kecil.
GETSU : "bolehkah aku menggendong nya?"
WARGA 2 : "tentu saja boleh."
ucapnya sambil memberikan ANA kecil pada GETSU.
GETSU : "entah kenapa kesannya seperti perpisahan saja."
para warga yg mendengarnya, seketika mengeluarkan wajah murung.
WARGA 1 : "apa kau benar-benar akan pergi? kami bersedia mengadopsi ANA, tapi bagaimana jika kau tidak kembali untuknya?"
GETSU : "aku pasti akan kembali, dan jika aku tidak kembali... sepertinya tidak ada pilihan lain selain meminta kalian untuk mengadopsi ANA sampai besar nanti, tapi aku akan tetap berusaha untuk hidup, karena aku akan mengenalkan nya pada sahabatku, aku yakin dia sangat menyukai ANA."
ucapnya dengan tersenyum.
WARGA 1 : "baiklah, kami akan terima permintaan mu itu."
GETSU : "terimakasih, mungkin itu akan menjadi permintaan terakhir ku jika aku tidak kembali suatu hari nanti."
WARGA 2 : "ngomong-ngomong, kapan kau akan pergi?"
GETSU : "sebentar lagi, aku ingin sedikit lama menggendongnya."
WARGA 2 : "baiklah."
GETSU keluar dari rumah besar tempat para warga desa ruzoth mengungsi.
GETSU berjalan-jalan sambil menggendong ANA kecil.
GETSU : "ANA, kau tau? ibumu sudah meninggal karena dibunuh para prajurit kota CELESTIAL, aku berjanji padamu untuk membalaskan dendam ibumu, untuk sekarang, para warga desa ruzoth yg akan menjadi orang tuamu, jika aku kembali suatu hari nanti, aku bersedia menjadi ayahmu, akan aku kenalkan kau pada sahabatku. Dia cukup bodoh, porsi makannya banyak, pelupa, dan dia sedikit buta arah, walaupun begitu, dia adalah pahlawan loh, dan aku adalah salah satu rekannya, jika suatu hari nanti ketika kau sudah besar, dan kau mendengar nama seorang rekan pahlawan yg membawa tombak, itu adalah aku, tapi sepertinya nama kami tidak akan dikenang karena kami sekarang menjadi buronan, haha.. sepertinya aku akan pergi sekarang."
ANA kecil tiba-tiba menangis dengan kencang.
GETSU pun mencoba untuk menenangkan nya, tak lama, dia pun kembali ke tempat para warga desa ruzoth.
WARGA 1 : "kau sudah kembali, apa kau sudah ingin pergi?"
GETSU : "iya, aku titipkan ANA pada kalian."
ucapnya sambil memberikan ANA kecil pada salah satu warga.
ANA kecil kembali menangis, GETSU berpamitan kepada para warga desa ruzoth, tak lama, penjaga lorong dari suku chuzo datang menjemput GETSU. ia pun pergi bersama penjaga lorong dari suku chuzo untuk mengantarnya ke luar dari desa yg berada didalam kawah, berjalan melewati lorong goa dengan kedua mata yg ditutup, dan beberapa lama kemudian, GETSU pun sampai disisi lain goa tersebut. dia pergi ke arah Utara dengan berbekal tombak merah menyala dan sebuah tas yg berisi sedikit makanan yg dia bawa dari desa chuzo.
memulai perjalanan dengan harapan bertemu lagi dengan DAIN,
kembali ke tempat para warga desa ruzoth, salah satu warga yg menggendong ANA kecil, warga tersebut mencoba menenangkannya.
WARGA 2 : "semoga kau selalu dalam perlindungannya, dan semoga tujuan mu tercapai, tuan GETSU."
ucapnya sambil mencoba menenangkan ANA kecil.
TOO BE CONTINUED.